Jumat pagi (9/01/2015), suasana keramaian tahun baru di Kampung Dusner, Distrik Kuriwamesa, Kab. Teluk Wondama, berubah menjadi kegaduhan dikarenakan ulah tiga aparat Brimob yang menembakkan senjata mesin ke udara didepan Balai Kampung, pusat  perkampungan warga Dusner.

Yakob Imburi, tokoh masyarakat Dusner, sangat khawatir dengan ulah penggunaan senjata aparat Brimob tersebut akan mengenai dan mengancam keamanan warga. “Kita masih trauma dengan pengalaman masa lalu, jadi masyarakat resah dan takut Brimob bertindak sewenang-wenang dan menyakiti masyarakat, jadi dorang lari ketakutan”, jelas Yakub Imburi.

Tidak jelas apa pasalnya sehingga Brimob bertindak dan angkat senjata. Sehari sebelumnya terjadi keributan antara anak muda di Dusner, tetapi bisa dikendalikan dan diurus oleh tokoh masyarakat Dusner. Biasanya, jika ada keributan yang tidak bisa ditangani oleh warga akan dilaporkan kepada pihak Kapolres.

Kehadiran Brimob di Kampung Dusner tanpa diundang warga dan diduga karena atas suruhan pihak perusahaan pembalakan kayu PT. Wijaya Sentosa (WS) dari lokasi Logpon, tempat tugas Brimob tersebut. Jarak lokasi Logpon WS sekitar setengah jam ditempuh dengan perahu motor dari Kampung Dusner.

Diketahui semenjak November 2014, ada sekitar lima petugas Brimob bertugas dilokasi perusahaan PT. WS. Diduga keberadaan Brimob tersebut untuk melindungi kepentingan perusahaan dan mengendalikan suara warga yang aktif menuntut hak-haknya.

“Perusahaan kerja tra beres, tebang kayu tidak sesuai aturan dan merusak hutan. Perusahaan tidak mengurus hak-hak masyarakat dengan benar. Tapi bagaimana masyarakat bisa bersuara, kalo ada Brimob datang untuk melindungi perusahaan, bukan melindungi masyarakat”, kata buruh PT. WS asal warga setempat.

Ank, Jan 2015

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Jumat pagi (9/01/2015), suasana keramaian tahun baru di Kampung Dusner, Distrik Kuriwamesa, Kab. Teluk Wondama, berubah menjadi kegaduhan dikarenakan ulah tiga aparat Brimob yang menembakkan senjata mesin ke udara didepan Balai Kampung, pusat  perkampungan warga Dusner.

    Yakob Imburi, tokoh masyarakat Dusner, sangat khawatir dengan ulah penggunaan senjata aparat Brimob tersebut akan mengenai dan mengancam keamanan warga. “Kita masih trauma dengan pengalaman masa lalu, jadi masyarakat resah dan takut Brimob bertindak sewenang-wenang dan menyakiti masyarakat, jadi dorang lari ketakutan”, jelas Yakub Imburi.

    Tidak jelas apa pasalnya sehingga Brimob bertindak dan angkat senjata. Sehari sebelumnya terjadi keributan antara anak muda di Dusner, tetapi bisa dikendalikan dan diurus oleh tokoh masyarakat Dusner. Biasanya, jika ada keributan yang tidak bisa ditangani oleh warga akan dilaporkan kepada pihak Kapolres.

    Kehadiran Brimob di Kampung Dusner tanpa diundang warga dan diduga karena atas suruhan pihak perusahaan pembalakan kayu PT. Wijaya Sentosa (WS) dari lokasi Logpon, tempat tugas Brimob tersebut. Jarak lokasi Logpon WS sekitar setengah jam ditempuh dengan perahu motor dari Kampung Dusner.

    Diketahui semenjak November 2014, ada sekitar lima petugas Brimob bertugas dilokasi perusahaan PT. WS. Diduga keberadaan Brimob tersebut untuk melindungi kepentingan perusahaan dan mengendalikan suara warga yang aktif menuntut hak-haknya.

    “Perusahaan kerja tra beres, tebang kayu tidak sesuai aturan dan merusak hutan. Perusahaan tidak mengurus hak-hak masyarakat dengan benar. Tapi bagaimana masyarakat bisa bersuara, kalo ada Brimob datang untuk melindungi perusahaan, bukan melindungi masyarakat”, kata buruh PT. WS asal warga setempat.

    Ank, Jan 2015

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on