Menagih Komitmen Program Indonesia Pintar

0
471

Sekolah dasar di tiga kampung dipinggiran Kali Digoel, yaitu Kampung Meto, Distrik Subur, Ujung Kia, Distrik Kia dan Anggai, Distrik Jair, Kabupaten Boven Digoel, Papua, dalam kondisi sangat memprihatinkan. Ditemukan bangunan sekolah tidak terawat dan rusak. Rumah guru juga rusak dan tidak ditempati. Tidak ada lagi yang merawat.

Pastor Felix Amias, MSC, tokoh masyarakat asal Kampung Meto, mengungkapkan sudah bertahun-tahun sekolah ini tidak diurus, tidak ada kegiatan belajar mengajar, anak-anak dikampung juga tidak sekolah dikarenakan tidak ada guru. Jelas Pastor Felix dalam surat yang ditujukan kepada Bupati Boven Digoel, pada 19 Januari 2015.

“ Ada beberapa guru yang memang di-SK-kan di ketiga kampung, tetapi mereka tidak bertugas. Tanpa alasan jelas, mereka meninggalkan tempat tugas dan menetap di pusat-pusat ibu kota Distrik, ibu kota Kabupaten, dan area-area perusahaan. Mereka datang ketika menjelang semester atau ujian akhir dan menaikkan anak-anak ke kelas berikutnya atau meluluskan, tanpa materi pelajaran sebelumnya”, tulis Pastor Felix.

Kelalaian pelayanan pendidikan tersebut sangat mencemaskan masyarakat dan prihatin atas pendidikan anak-anak yang sudah sampai pada tingkat kehancuran, dikarenakan banyak anak-anak tidak tahu membaca, tidak tahu menulis, tidak tahu menghitung, buruknya tata krama, sehingga menjadi penghalang peradaban.

Tokoh masyarakat setempat menyoroti program Indonesia Pintar, entah sadar atau tidak pemerintah telah menelantarkan pendidikan dan bertentangan dengan program Indonesia Pintar, seharusnya semua warga negara berhak mendapatkan pendidikan layak untuk membangun dirinya dan untuk mencapai kemakmuran, menelantarkan pendidikan berarti tindakan pelanggaran HAM, ungkap Pastor Felix.

Masyarakat dari tiga kampung meminta agar Bupati mengambali langkah serius mengatasi masalah pendidikan tersebut dan membutuhkan tenaga guru yang dikontrol dengan jelas, tegas dan ketat. Para guru tidak hanya mengutamakan gaji dan tidak menjalankan kewajibannya, sama saja dengan tindakan korupsi, tulis Pastor Felix.

Ank, Jan 2015