Kepolisian Resor Jayapura dibantu Kepolisian Resort Kota Jayapura berhasil membongkar jaringan sindikat pencurian kendaraan bermotor dan menangkap sepasang suami-istri yang menjadi penadah motor curian, Minggu (25/1/2015). Seorang oknum anggota TNI Angkatan Darat dari Batalyon Infanteri 756 ikut terlibat dalam sindikat ini, dan sudah diamankan POMDAM XVII Cenderawasih.

Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol Patrige Renwarin mengatakan, pembongkaran kasus sindikat pencurian motor ini berawal dari penangkapan sindikat curanmor di Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (23/1/2015). Jangkauan sindikat ini dikenal luas, karena kerap beraksi di Kota Jayapura hingga Kabupaten Jayapura.

Setelah melalui pengembangan dan pemeriksaan terhadap pelaku curanmor, kata Patrige, kemudian dilakukan penangkapan terhadap pasangan suami-istri yang menjadi penadah motor curian di Kampung Sanggaria, Arso 1, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Minggu (25/1/2015).

“MA alias Paijo (25) dan I (23), pasangan suami istri yang beralamat di Arso 6, Blok E, Kabupaten Keerom diamankan di jembatan Kampung Sanggaria, Arso 1. Sekitar pukul 06.00 WIT,” jelas Patrige melalui telepon selulernya, Minggu.

Dari pemeriksaan terhadap keduanya, dilansir kompas papua, Patrige menjelaskan kalau mereka mengakui telah membeli dan menadah motor curian dari kelompok curanmor pimpinan Mario Walli dan Denis Cs.

“Dari pengakuan MA alias Paijo, motor curian yang dibelinya lalu dilimpahkan kepada oknum anggota TNI dari Kompi A Yonif 756 yang berinisial P dengan imbalan Rp 300.000 hingga Rp 500.000 per-unit motor,” ucap Patrige.

Setelah berkoordinasi dengan Komandan Kompi A Batalyon Infanteri 756, diketahui terdapat 15 buah motor curian di Markas Kompi A. “Atas keterlibatannya, kasus yang melibatkan oknum TNI berinisial P itu kemudian diambil alih POMDAM XVII Cenderawasih,” jelas Patrige. Dalam penangkapan pasangan suami istri penadah motor curian di Arso, Kabupaten Keerom turut diamankan 5 buah motor curian yang disembunyikan di rumah pelaku.

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Kepolisian Resor Jayapura dibantu Kepolisian Resort Kota Jayapura berhasil membongkar jaringan sindikat pencurian kendaraan bermotor dan menangkap sepasang suami-istri yang menjadi penadah motor curian, Minggu (25/1/2015). Seorang oknum anggota TNI Angkatan Darat dari Batalyon Infanteri 756 ikut terlibat dalam sindikat ini, dan sudah diamankan POMDAM XVII Cenderawasih.

    Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol Patrige Renwarin mengatakan, pembongkaran kasus sindikat pencurian motor ini berawal dari penangkapan sindikat curanmor di Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (23/1/2015). Jangkauan sindikat ini dikenal luas, karena kerap beraksi di Kota Jayapura hingga Kabupaten Jayapura.

    Setelah melalui pengembangan dan pemeriksaan terhadap pelaku curanmor, kata Patrige, kemudian dilakukan penangkapan terhadap pasangan suami-istri yang menjadi penadah motor curian di Kampung Sanggaria, Arso 1, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Minggu (25/1/2015).

    “MA alias Paijo (25) dan I (23), pasangan suami istri yang beralamat di Arso 6, Blok E, Kabupaten Keerom diamankan di jembatan Kampung Sanggaria, Arso 1. Sekitar pukul 06.00 WIT,” jelas Patrige melalui telepon selulernya, Minggu.

    Dari pemeriksaan terhadap keduanya, dilansir kompas papua, Patrige menjelaskan kalau mereka mengakui telah membeli dan menadah motor curian dari kelompok curanmor pimpinan Mario Walli dan Denis Cs.

    “Dari pengakuan MA alias Paijo, motor curian yang dibelinya lalu dilimpahkan kepada oknum anggota TNI dari Kompi A Yonif 756 yang berinisial P dengan imbalan Rp 300.000 hingga Rp 500.000 per-unit motor,” ucap Patrige.

    Setelah berkoordinasi dengan Komandan Kompi A Batalyon Infanteri 756, diketahui terdapat 15 buah motor curian di Markas Kompi A. “Atas keterlibatannya, kasus yang melibatkan oknum TNI berinisial P itu kemudian diambil alih POMDAM XVII Cenderawasih,” jelas Patrige. Dalam penangkapan pasangan suami istri penadah motor curian di Arso, Kabupaten Keerom turut diamankan 5 buah motor curian yang disembunyikan di rumah pelaku.

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on