Pemerintah Provinsi Papua memetakan kabupaten Mimika, Waropen, Paniai dan Nabire menjadi daerah penambangan rakyat. Langkah tersebut sebagai upaya pemerintah agar mendapatkan pemasukan bagi daerah berupa pajak.

Menurut Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Papua, Bangun Manurung, penambangan rakyat tersebut dapat dimulai tahun ini. Keempat kabupaten tersebut adalah Kabupaten Paniai, Mimika, Nabire dan Waropen.

“Pihaknya tengah melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat. Pemda menurut dia, juga berharap ada koperasi dari masyarakat, agar mereka dapat beraktifitas didaerah itu,” katanya di Jayapura, Rabu (21 Januari 2015)

Manurung menambahkan pihaknya masih terus menertibkan penambangan yang tanpa ijin, sehingga didaerah penambangan rakyat itu bisa dimulai sesuatu yang baru dan tetap berpihak kepada masyarakat setempat. Dirinya juga mengakui bahwa selama ini belum ada pendapatan asli daerah (PAD) yang bersumber dari penambangan rakyat.

“Kami berharap dengan dimulainya tambang rakyat itu, pemda mulai aktif untuk terus mesosialisasikan tentang keberadaan tambang rakyat yang benar-benar untuk kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.

Menanggapi niat pemda diatas, Ketua Dewan Adat Paniai, John Gobay berharap dengan adanya penambangan rakyat yang telah dipetakan oleh Pemerintah provinsi, maka regulasi yang diterapkan didalam penambangan itu akan jelas dan terarah.

“Saat ini ada sekitar ratusan penambang yang mencari makan di tambang rakyat Degeuwo, Kabupaten Paniai. Masyarakat disana berharap dengan adanya penambangan rakyat, memang benar-benar dikhususkan untuk rakyat bukan untuk pihak lain,” katanya.

Dirinya pun menyambut baik peran Pemerintah setempat yang menjadikan Degeuwo sebagai salah satu distrik baru di Kabupaten Paniai. Ini dilakukan dengan alasan untuk pendekatan pembangunan dari Pemerintah Paniai.

(Arkilaus Baho)

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Pemerintah Provinsi Papua memetakan kabupaten Mimika, Waropen, Paniai dan Nabire menjadi daerah penambangan rakyat. Langkah tersebut sebagai upaya pemerintah agar mendapatkan pemasukan bagi daerah berupa pajak.

    Menurut Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Papua, Bangun Manurung, penambangan rakyat tersebut dapat dimulai tahun ini. Keempat kabupaten tersebut adalah Kabupaten Paniai, Mimika, Nabire dan Waropen.

    “Pihaknya tengah melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat. Pemda menurut dia, juga berharap ada koperasi dari masyarakat, agar mereka dapat beraktifitas didaerah itu,” katanya di Jayapura, Rabu (21 Januari 2015)

    Manurung menambahkan pihaknya masih terus menertibkan penambangan yang tanpa ijin, sehingga didaerah penambangan rakyat itu bisa dimulai sesuatu yang baru dan tetap berpihak kepada masyarakat setempat. Dirinya juga mengakui bahwa selama ini belum ada pendapatan asli daerah (PAD) yang bersumber dari penambangan rakyat.

    “Kami berharap dengan dimulainya tambang rakyat itu, pemda mulai aktif untuk terus mesosialisasikan tentang keberadaan tambang rakyat yang benar-benar untuk kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.

    Menanggapi niat pemda diatas, Ketua Dewan Adat Paniai, John Gobay berharap dengan adanya penambangan rakyat yang telah dipetakan oleh Pemerintah provinsi, maka regulasi yang diterapkan didalam penambangan itu akan jelas dan terarah.

    “Saat ini ada sekitar ratusan penambang yang mencari makan di tambang rakyat Degeuwo, Kabupaten Paniai. Masyarakat disana berharap dengan adanya penambangan rakyat, memang benar-benar dikhususkan untuk rakyat bukan untuk pihak lain,” katanya.

    Dirinya pun menyambut baik peran Pemerintah setempat yang menjadikan Degeuwo sebagai salah satu distrik baru di Kabupaten Paniai. Ini dilakukan dengan alasan untuk pendekatan pembangunan dari Pemerintah Paniai.

    (Arkilaus Baho)

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on