Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional Negara Republik Indonesia menargetkan rasio elektrifikasi pada 2015 sebesar 85,18 persen. Sedangkan rasio elektrifikasi ditargetkan 99 persen pada 2020, sehingga rasio bisa tumbuh 3 persen tiap tahun.

Dari 28 provinsi telah memiliki rasio elektrifikasi di atas 70 persen. Sebanyak empat provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Tenggara, memiliki rasio elektrifikasi pada kisaran 50-70 persen. Sementara Provinsi Papua menjadi satu-satunya provinsi yang memiliki rasio elektrifikasi di bawah 50 persen.

“Rasio elektrifikasi paling rendah di Papua, sebesar 43,17 persen, karena luas dan jaraknya jauh-jauh,” ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Jarman, sebagaimana dilansir, tempo.co, dari rapat dengar pendapat dengan Komisi Energi DPR di Jakarta, Rabu, 21 Januari 2015.

Jarman bilang, sepanjang tahun 2014 rasio elektrifikasi meningkat sekitar 3,5 persen dari realisasi rasio elektrifikasi 80,5 persen pada akhir 2013. Peningkatan ini didorong oleh bantuan pemasangan instalasi gratis yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Rasio elektrifikasi juga meningkat karena perluasan jaringan listrik melalui program Listrik Perdesaan. Pemerintah menganggarkan Rp 2,3 triliun untuk membangun jaringan Listrik Perdesaan sepanjang 2014. Tahun ini, anggaran program dinaikkan menjadi Rp 2,5 triliun dalam APBN 2015.

(Arkilaus Baho)

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional Negara Republik Indonesia menargetkan rasio elektrifikasi pada 2015 sebesar 85,18 persen. Sedangkan rasio elektrifikasi ditargetkan 99 persen pada 2020, sehingga rasio bisa tumbuh 3 persen tiap tahun.

    Dari 28 provinsi telah memiliki rasio elektrifikasi di atas 70 persen. Sebanyak empat provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Tenggara, memiliki rasio elektrifikasi pada kisaran 50-70 persen. Sementara Provinsi Papua menjadi satu-satunya provinsi yang memiliki rasio elektrifikasi di bawah 50 persen.

    “Rasio elektrifikasi paling rendah di Papua, sebesar 43,17 persen, karena luas dan jaraknya jauh-jauh,” ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Jarman, sebagaimana dilansir, tempo.co, dari rapat dengar pendapat dengan Komisi Energi DPR di Jakarta, Rabu, 21 Januari 2015.

    Jarman bilang, sepanjang tahun 2014 rasio elektrifikasi meningkat sekitar 3,5 persen dari realisasi rasio elektrifikasi 80,5 persen pada akhir 2013. Peningkatan ini didorong oleh bantuan pemasangan instalasi gratis yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

    Rasio elektrifikasi juga meningkat karena perluasan jaringan listrik melalui program Listrik Perdesaan. Pemerintah menganggarkan Rp 2,3 triliun untuk membangun jaringan Listrik Perdesaan sepanjang 2014. Tahun ini, anggaran program dinaikkan menjadi Rp 2,5 triliun dalam APBN 2015.

    (Arkilaus Baho)

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on