Kura-kura Moncong Babi yang Diselundupkan Dikembalikan ke Papua. Sebanyak 5.284 kura Moncong Babi yang diselundupkan dari Papua ke Bali dikembalikan ke asalnya Timika, Minggu (25/1/2015) tepatnya dini hari pukul 01.50 Wita. Ribuan kura-kura langka ini memang hanya bisa hidup di lingkungan alam Papua, sehingga kemungkinan besar akan mati jika dipaksakan tetap di Bali.

“Kura-kura Moncong Babi ini hanya bisa hidup di Papua, kalau hidup di Bali bisa mati semuanya, jadi ya harus dikembalikan ke habitatnya,” kataKepala Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Klas 1 Denpasar, Habrin Yake. Dari pantauan, Kompas.com, ribuan kura-kura Moncong Babi diberangkatkan dari Bandara Ngurah Rai menuju Bandara Timika menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 652.

Untuk memudahkan pengiriman dan menjaga kura-kura tersebut tetap dalam kondisi baik, petugas dari Balai Karantina Ikan kelas 1 Denpasar mengemasnya ke dalam 7 buah kotak styrofoam. Barang bukti yang dikembalikan dilengkapi dengan dokumen pengiriman dari Kantor Karantina Ikan.

Sementara itu, dalam sebuah operasi gabungan, Tim gabungan Kepolisian Resor Malang dan Balai Besar Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BB BKSDA) Jawa Timur menggagalkan perdagangan satwa langka. Polisi dan BKSDA menggerebek rumah Sukron, 22 tahun, warga Desa Wadung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Jumat 23 Januari 2015.

“Disita lima ekor satwa langka sebagai barang bukti,” kata petugas BB BKSDA Jawa Timur, Dheny Mardiono, Sabtu, 24 Januari 2015. Dilansir tempo.co, Dheny menuturkan, pelaku mendapatkan lutung jawa dari pemburu di Lumajang. Diduga pelaku pedagang satwa ilegal memburu bayi lutung jawa dari sejumlah kawasan hutan lindung dan taman nasional di Jawa Timur. Sedangkan aneka jenis burung paruh bengkok tersebut diperoleh dari Papua. Tersangka memiliki keluarga di Papua dan beberapa kali berkunjung sambil membawa satwa.

Satwa langka yang disita terdiri dari seekor lutung jawa (Trachypithecus auratus), seekor nuri merah kepala hitam (Lorius lory), seekor kakatua seram (Cacatua molucensis), dua ekor kakatua jambul kuning (Cacatua sulphurea), dan dua ekor kangkareng perut putih (Anthracoceros albirostris). Anakan lutung jawa ditemukan dalam kondisi mati. Pelaku menjual satwa langka melalui situs jejaring sosial Facebook. Mereka membuat grup “Jual beli hewan langka.”

(Arkilaus Baho)

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Kura-kura Moncong Babi yang Diselundupkan Dikembalikan ke Papua. Sebanyak 5.284 kura Moncong Babi yang diselundupkan dari Papua ke Bali dikembalikan ke asalnya Timika, Minggu (25/1/2015) tepatnya dini hari pukul 01.50 Wita. Ribuan kura-kura langka ini memang hanya bisa hidup di lingkungan alam Papua, sehingga kemungkinan besar akan mati jika dipaksakan tetap di Bali.

    “Kura-kura Moncong Babi ini hanya bisa hidup di Papua, kalau hidup di Bali bisa mati semuanya, jadi ya harus dikembalikan ke habitatnya,” kataKepala Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Klas 1 Denpasar, Habrin Yake. Dari pantauan, Kompas.com, ribuan kura-kura Moncong Babi diberangkatkan dari Bandara Ngurah Rai menuju Bandara Timika menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 652.

    Untuk memudahkan pengiriman dan menjaga kura-kura tersebut tetap dalam kondisi baik, petugas dari Balai Karantina Ikan kelas 1 Denpasar mengemasnya ke dalam 7 buah kotak styrofoam. Barang bukti yang dikembalikan dilengkapi dengan dokumen pengiriman dari Kantor Karantina Ikan.

    Sementara itu, dalam sebuah operasi gabungan, Tim gabungan Kepolisian Resor Malang dan Balai Besar Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BB BKSDA) Jawa Timur menggagalkan perdagangan satwa langka. Polisi dan BKSDA menggerebek rumah Sukron, 22 tahun, warga Desa Wadung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Jumat 23 Januari 2015.

    “Disita lima ekor satwa langka sebagai barang bukti,” kata petugas BB BKSDA Jawa Timur, Dheny Mardiono, Sabtu, 24 Januari 2015. Dilansir tempo.co, Dheny menuturkan, pelaku mendapatkan lutung jawa dari pemburu di Lumajang. Diduga pelaku pedagang satwa ilegal memburu bayi lutung jawa dari sejumlah kawasan hutan lindung dan taman nasional di Jawa Timur. Sedangkan aneka jenis burung paruh bengkok tersebut diperoleh dari Papua. Tersangka memiliki keluarga di Papua dan beberapa kali berkunjung sambil membawa satwa.

    Satwa langka yang disita terdiri dari seekor lutung jawa (Trachypithecus auratus), seekor nuri merah kepala hitam (Lorius lory), seekor kakatua seram (Cacatua molucensis), dua ekor kakatua jambul kuning (Cacatua sulphurea), dan dua ekor kangkareng perut putih (Anthracoceros albirostris). Anakan lutung jawa ditemukan dalam kondisi mati. Pelaku menjual satwa langka melalui situs jejaring sosial Facebook. Mereka membuat grup “Jual beli hewan langka.”

    (Arkilaus Baho)

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on