Bangunan SMP Yayasan Pendidikan Persekolahan Gereja Injil (YPPGI) Wisel Meren di Enarotali, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Jumat (20/2/2015) dini hari ludes dilalap si jago merah. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Papua, Komisaris Besar Patrige Renwarin mengatakan jajarannya mendapat laporan kebakaran gedung sekolah sekitar pukul 04.30 WIT.

“Api berasal dari gedung guru dan secara cepat membesar menjalar membakar semua bangunan sekolah yang sebagian masih semi permanen. Dalam waktu tidak lama, tiga petak ruang guru dan sembilan kelas ludes dilalap api,” kata Patrige melalui telepon selulernya. Warga sekitar memadamkan api dengan peralatan seadanya, sehingga api tidak menjalar membakar bangunan lain.

“Api dapat dipadamkan sekitar pukul 6.00 WIT, namun semua bangunan sekolah sudah ludes terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian material ditaksir Rp 2,5 miliar,” kata Patrige.

Pasca kejadian, jelas Patrige, anggota Polres Paniai langsung mengamankan lokasi kebakaran dengan memasang garis polisi dan selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara. “Kami masih menyelidiki penyebab kebakaran ini dan masih memeriksa saksi-saksi,” ucap Patrige.

DAP Paniai duga Kebakaran di tengah tim investigasi kasus Paniai

Ketua Dewan Adat Paniai, John Gobay saat dihubungi melalui telepon selulernya di Enarotali, Kabupaten Paniai, Jumat (20/2/2015) malam mengatakan kebakaran bangunan SMP YPPGI menjadi bahan pembicaraan warga di Enarotali.

Sebagian besar warga meyakini bangunan sekolah sengaja dibakar seseorang, namun menurut Gobay tidak ada kejadian sebelumnya yang memicu pembakaran sekolah.

“Biasanya keributan di sekolah karena ada anak yang tidak naik kelas, tetapi kan sekarang belum kenaikan kelas,” ucap Gobay.

Gobay menduga pembakaran sekolah sengaja dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak senang dengan kegiatan tim investigasi Komnas HAM yang sedang melakukan penyelidikan kasus Paniai berdarah yang menewaskan empat orang, sejak tiga hari terakhir. “Pada malam sebelum kejadian, aparat keamanan cukup banyak yang terlihat di jalan-jalan melakukan patroli,” kata Gobay.

Dia berharap aparat kepolisian segera mengungkap kasus terbakarnya gedung SMP YPPGI, agar warga Enarotali tidak berprasangka kepada aparat serta mengembalikan kepercayaan warga terhadap aparat keamanan yang luntur pasca insiden Paniai berdarah, 8 Desember tahun lalu.

Sumber:

http://regional.kompas.com/read/2015/02/21/07390741/Kebakaran.Sekolah.di.Enarotali.Jadi.Bahan.Pembicaraan.Warga

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Bangunan SMP Yayasan Pendidikan Persekolahan Gereja Injil (YPPGI) Wisel Meren di Enarotali, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Jumat (20/2/2015) dini hari ludes dilalap si jago merah. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Papua, Komisaris Besar Patrige Renwarin mengatakan jajarannya mendapat laporan kebakaran gedung sekolah sekitar pukul 04.30 WIT.

    “Api berasal dari gedung guru dan secara cepat membesar menjalar membakar semua bangunan sekolah yang sebagian masih semi permanen. Dalam waktu tidak lama, tiga petak ruang guru dan sembilan kelas ludes dilalap api,” kata Patrige melalui telepon selulernya. Warga sekitar memadamkan api dengan peralatan seadanya, sehingga api tidak menjalar membakar bangunan lain.

    “Api dapat dipadamkan sekitar pukul 6.00 WIT, namun semua bangunan sekolah sudah ludes terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian material ditaksir Rp 2,5 miliar,” kata Patrige.

    Pasca kejadian, jelas Patrige, anggota Polres Paniai langsung mengamankan lokasi kebakaran dengan memasang garis polisi dan selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara. “Kami masih menyelidiki penyebab kebakaran ini dan masih memeriksa saksi-saksi,” ucap Patrige.

    DAP Paniai duga Kebakaran di tengah tim investigasi kasus Paniai

    Ketua Dewan Adat Paniai, John Gobay saat dihubungi melalui telepon selulernya di Enarotali, Kabupaten Paniai, Jumat (20/2/2015) malam mengatakan kebakaran bangunan SMP YPPGI menjadi bahan pembicaraan warga di Enarotali.

    Sebagian besar warga meyakini bangunan sekolah sengaja dibakar seseorang, namun menurut Gobay tidak ada kejadian sebelumnya yang memicu pembakaran sekolah.

    “Biasanya keributan di sekolah karena ada anak yang tidak naik kelas, tetapi kan sekarang belum kenaikan kelas,” ucap Gobay.

    Gobay menduga pembakaran sekolah sengaja dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak senang dengan kegiatan tim investigasi Komnas HAM yang sedang melakukan penyelidikan kasus Paniai berdarah yang menewaskan empat orang, sejak tiga hari terakhir. “Pada malam sebelum kejadian, aparat keamanan cukup banyak yang terlihat di jalan-jalan melakukan patroli,” kata Gobay.

    Dia berharap aparat kepolisian segera mengungkap kasus terbakarnya gedung SMP YPPGI, agar warga Enarotali tidak berprasangka kepada aparat serta mengembalikan kepercayaan warga terhadap aparat keamanan yang luntur pasca insiden Paniai berdarah, 8 Desember tahun lalu.

    Sumber:

    http://regional.kompas.com/read/2015/02/21/07390741/Kebakaran.Sekolah.di.Enarotali.Jadi.Bahan.Pembicaraan.Warga

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on