Badan Pusat Statistik (BPS) melansir indeks kebahagiaan masyarakat Indonesia. Masyarakat Papua menempati posisi terendah 60,97, dari skala 100 disusul Nusa Tenggara Timur 66,22, serta Sumatera Barat 66,79. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Statistik Sosial, BPS Jawa Barat, Dyah Anugrah Kuswardhani, berdasarkan survei yang dilakukan lembaganya.

Menurutnya, pada level nasional, posisi indeks tertinggi berada di Kepulauan Riau 72,42, disusul Maluku 72,12, Kalimantan Utara 71,45, Kalimantan Timur 71,45, Jambi 71,1, Sulawesi Utara 70,79, dan Yogyakarta. Yang mengejukan, indeks kebahagian warga Papua Barat termasuk tinggi 70,45, sementara yang menempati posisi terendah (tra bahagia) adalah Papua 60,97, disusul Nusa Tenggara Timur 66,22, serta Sumatera Barat 66,79.

Dyah menjelaskan, ada sepuluh indikator dengan pembobotan yang berbeda untuk mengukur indeks kebahagiaan. Di Jawa Barat, indikator yang digunakan adalah indikator pendidikan 57,68, pendapatan rumah tangga 62,04, kondisi rumah dan aset 64,15, pekerjaan 64,79, kesehatan 68,66, ketersediaan waktu luang 71,32, hubungan sosial 73,42, keadaan lingkungan 74,24, kondisi keamanan 75,12, serta keharmonisan keluarga 78,31.

Dari indikator tersebut, Dyah bilang yang menyumbang paling besar rendahnya indeks kebahagiaan adalah indikator pendidikan. “Tingkat kepuasannya hanya 57,68 persen. Paling rendah berada pada kepuasan di aspek pendidikan,” katanya via tempo.co, Kamis 5 Februari 2015.

Bila dilihat dari aspek pendidikan, tamatan Sekolah Dasar memiliki indeks yang rendah. “Yang mengejukan, indeks kebahagian warga Papua Barat termasuk tinggi 70,45, sementara yang menempati posisi terendah adalah Papua, demikian indeks bahagia versi BPS Indonesia.

(Arkilaus Baho)

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Badan Pusat Statistik (BPS) melansir indeks kebahagiaan masyarakat Indonesia. Masyarakat Papua menempati posisi terendah 60,97, dari skala 100 disusul Nusa Tenggara Timur 66,22, serta Sumatera Barat 66,79. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Statistik Sosial, BPS Jawa Barat, Dyah Anugrah Kuswardhani, berdasarkan survei yang dilakukan lembaganya.

    Menurutnya, pada level nasional, posisi indeks tertinggi berada di Kepulauan Riau 72,42, disusul Maluku 72,12, Kalimantan Utara 71,45, Kalimantan Timur 71,45, Jambi 71,1, Sulawesi Utara 70,79, dan Yogyakarta. Yang mengejukan, indeks kebahagian warga Papua Barat termasuk tinggi 70,45, sementara yang menempati posisi terendah (tra bahagia) adalah Papua 60,97, disusul Nusa Tenggara Timur 66,22, serta Sumatera Barat 66,79.

    Dyah menjelaskan, ada sepuluh indikator dengan pembobotan yang berbeda untuk mengukur indeks kebahagiaan. Di Jawa Barat, indikator yang digunakan adalah indikator pendidikan 57,68, pendapatan rumah tangga 62,04, kondisi rumah dan aset 64,15, pekerjaan 64,79, kesehatan 68,66, ketersediaan waktu luang 71,32, hubungan sosial 73,42, keadaan lingkungan 74,24, kondisi keamanan 75,12, serta keharmonisan keluarga 78,31.

    Dari indikator tersebut, Dyah bilang yang menyumbang paling besar rendahnya indeks kebahagiaan adalah indikator pendidikan. “Tingkat kepuasannya hanya 57,68 persen. Paling rendah berada pada kepuasan di aspek pendidikan,” katanya via tempo.co, Kamis 5 Februari 2015.

    Bila dilihat dari aspek pendidikan, tamatan Sekolah Dasar memiliki indeks yang rendah. “Yang mengejukan, indeks kebahagian warga Papua Barat termasuk tinggi 70,45, sementara yang menempati posisi terendah adalah Papua, demikian indeks bahagia versi BPS Indonesia.

    (Arkilaus Baho)

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on