Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH ) Distrik Kais Konsep Mengangkat Hak Masyarakat Adat, demikian disampaikan Bupati Sorong selatan Drs. Otto Ihalauw. Sebagaimana dilansir tabloidjubi, Bupati menyatakan Pembentukan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH ) Distrik Kais Darat Kabupaten Sorong selatan Papua Barat, sebagai sebuah konsep untuk mengangkat Hak-hak masyarakat Adat, dalam mengelola hak ulayatnya sebagai sebuah Invenstasi Jangka Pajang.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Drs. Otto Ihalauw MA saat melantik pengurus Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Distrik Kais Kabupaten Sorong Selatan Papua Barat pekan lalu, dimana daerah tersebut merupakan wilayah tempat Pembangunan Pabrik sagu Terbesar se Asia tenggara Oleh Perum Perhutani.

”Pasrtisipasi masyarakat adat melalui LMDH dapat melidungi hak-hak adat mereka dan juga untuk mereka berinvestasi nanti dengan Investor-Investor yang akan menanamkan modalnya, ini sebuah konsep yang cukup menjanjikan,” jelas Otto Ihalauw usai pelantikan di Kantor Bupati Sorsel Sesna Teminabuan .

Pembentukan LMDH sendiri Merupakan salah satu Inisatif dalam mendukung kinerja Perum Perhutani sebagai salah satu BUMN yang dipercayakan mengelola hutan sagu di wilayah Sorong Selatan, yakni pembangunan Pabrik sagu di Distrik Kais .

Sementara Kepala Dinas kehutanan Kabupaten Sorong Selatan, Agustinus Wamafma, S.Hut menegaskan kedepan Dinas Kehutanan dapat memantau sejauhmana pengolahan LMDH di tengah masyarakat dalam prosesnya mensejahterahkan masyarakat kampung. “Kami tetap pantau meski dikendalikan masyarakat adat,“ katanya.

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH ) Distrik Kais Konsep Mengangkat Hak Masyarakat Adat, demikian disampaikan Bupati Sorong selatan Drs. Otto Ihalauw. Sebagaimana dilansir tabloidjubi, Bupati menyatakan Pembentukan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH ) Distrik Kais Darat Kabupaten Sorong selatan Papua Barat, sebagai sebuah konsep untuk mengangkat Hak-hak masyarakat Adat, dalam mengelola hak ulayatnya sebagai sebuah Invenstasi Jangka Pajang.

    Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Drs. Otto Ihalauw MA saat melantik pengurus Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Distrik Kais Kabupaten Sorong Selatan Papua Barat pekan lalu, dimana daerah tersebut merupakan wilayah tempat Pembangunan Pabrik sagu Terbesar se Asia tenggara Oleh Perum Perhutani.

    ”Pasrtisipasi masyarakat adat melalui LMDH dapat melidungi hak-hak adat mereka dan juga untuk mereka berinvestasi nanti dengan Investor-Investor yang akan menanamkan modalnya, ini sebuah konsep yang cukup menjanjikan,” jelas Otto Ihalauw usai pelantikan di Kantor Bupati Sorsel Sesna Teminabuan .

    Pembentukan LMDH sendiri Merupakan salah satu Inisatif dalam mendukung kinerja Perum Perhutani sebagai salah satu BUMN yang dipercayakan mengelola hutan sagu di wilayah Sorong Selatan, yakni pembangunan Pabrik sagu di Distrik Kais .

    Sementara Kepala Dinas kehutanan Kabupaten Sorong Selatan, Agustinus Wamafma, S.Hut menegaskan kedepan Dinas Kehutanan dapat memantau sejauhmana pengolahan LMDH di tengah masyarakat dalam prosesnya mensejahterahkan masyarakat kampung. “Kami tetap pantau meski dikendalikan masyarakat adat,“ katanya.

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on