Sehubungan dengan isu separatis yang disebarkan pihak-pihak yang terancam dari tuntutan masyarakat adat terkait hak ulayat mereka, senin 16 Maret 2015 jam 16.00 Waktu Papua, tiga perwakilan dari suku besar Yerisiam (Imanuel Money, Gunawan Inggeruhi dan Robertino Hanebora) mendapat panggilan dari intelkam Kodam setempat.

Mereka dimintai klarifikasi soal adanya isu OPM yang berkeliaran di daerah Wami, areal dimana PT. Nabire Baru bakar kebun Sawit. Isu tersebut, menurut orang Wami, beberapa hari ini aparat PAM Swakarsa PT.NB yang tak lain Brigadir Mobil (brimob) terjun kesana dengan dalih ada kabar OPM.

“Kami masyarakat adat Kampung Sima, dipanggil intelkam kodim 1705 Paniai, Papua guna memberikan keterangan terkait informasi adanya OPM, demikian disampaikan kepada PUSAKA oleh salah seorang pemuda yang tak lain Robertino Hanebora.

Lanjut Tino, isu OPM berkali-kali mencuat di seputar kampung wami paska mereka terus menyuarakan hak-hak mereka terkait keberadaan PT.Nabire Baru. “Jadi isu itu sengaja dikampanyekan oleh BM (brimob) PAM Swakarsa agar daerah Wami dianggap zona merah, ujar Sekertaris Suku Besar Yerisiam itu.

Kendati dituding sebagai daerah separatis, masyarakat tidak takut sekalipun karena kedok perusahaan yang dijaga aparat sering mengkriminalisasi orang-orang adat dimana pun, dan kasus di Nabire bukan hal baru bagi kami, ujarnya.

“mendapat penjelasan dari penduduk Sima yang dimintai konfirmasi, akhirnya, menurut Robertino Hanebora, Kodim melalui Batalyon 753 Nabire yang hendak bersiap melakukan penyisiran ke kampong Wami, batal usai mendengar penjelasan dari warga setempat”. Pada jam 18.30 Wit, mereka keluar dari markas kodim.

(Arkilaus Baho)

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Sehubungan dengan isu separatis yang disebarkan pihak-pihak yang terancam dari tuntutan masyarakat adat terkait hak ulayat mereka, senin 16 Maret 2015 jam 16.00 Waktu Papua, tiga perwakilan dari suku besar Yerisiam (Imanuel Money, Gunawan Inggeruhi dan Robertino Hanebora) mendapat panggilan dari intelkam Kodam setempat.

    Mereka dimintai klarifikasi soal adanya isu OPM yang berkeliaran di daerah Wami, areal dimana PT. Nabire Baru bakar kebun Sawit. Isu tersebut, menurut orang Wami, beberapa hari ini aparat PAM Swakarsa PT.NB yang tak lain Brigadir Mobil (brimob) terjun kesana dengan dalih ada kabar OPM.

    “Kami masyarakat adat Kampung Sima, dipanggil intelkam kodim 1705 Paniai, Papua guna memberikan keterangan terkait informasi adanya OPM, demikian disampaikan kepada PUSAKA oleh salah seorang pemuda yang tak lain Robertino Hanebora.

    Lanjut Tino, isu OPM berkali-kali mencuat di seputar kampung wami paska mereka terus menyuarakan hak-hak mereka terkait keberadaan PT.Nabire Baru. “Jadi isu itu sengaja dikampanyekan oleh BM (brimob) PAM Swakarsa agar daerah Wami dianggap zona merah, ujar Sekertaris Suku Besar Yerisiam itu.

    Kendati dituding sebagai daerah separatis, masyarakat tidak takut sekalipun karena kedok perusahaan yang dijaga aparat sering mengkriminalisasi orang-orang adat dimana pun, dan kasus di Nabire bukan hal baru bagi kami, ujarnya.

    “mendapat penjelasan dari penduduk Sima yang dimintai konfirmasi, akhirnya, menurut Robertino Hanebora, Kodim melalui Batalyon 753 Nabire yang hendak bersiap melakukan penyisiran ke kampong Wami, batal usai mendengar penjelasan dari warga setempat”. Pada jam 18.30 Wit, mereka keluar dari markas kodim.

    (Arkilaus Baho)

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on