Pangdam XVII Cenderawasih Sebut Jokowi Ingin Ketemu Goliat Tabuni

0
378
Venezuelan President Nicolas Maduro announced the creation of the new Ministry of Eco-socialism and Water during his weekly television program, March 24, 2015 | source: http://www.telesurtv.net/__export/1427284428854/sites/telesur/img/news/2015/03/25/ag_59821427247321.jpg_1718483346.jpg
Venezuelan President Nicolas Maduro announced the creation of the new Ministry of Eco-socialism and Water during his weekly television program, March 24, 2015 | source: http://www.telesurtv.net/__export/1427284428854/sites/telesur/img/news/2015/03/25/ag_59821427247321.jpg_1718483346.jpg

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) berkeinginan bertemu dan berdialog dengan kelompok Organisasi Papua Merdeka, termasuk Goliat Tabuni yang diberitakan oleh media massa telah menyerahkan diri.

“Pak Presiden Joko Widodo merencanakan kunjungi Papua, terutama ke Puncak Jaya, dan akan bertemu dengan sejumlah tokoh masyarakat maupun adat di sana,” kata Pangdam XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal TNI Fransen G. Siahaandi Kota Jayapura, Papua, Rabu (25/3/2015),sebagaimana dilansir tabloidjubi dari antaranews.

Menurut Pangdam Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengagendakan kunjungan kerja ke kawasan Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua pada awal Mei 2015. Ditambahkan oleh Pangdam, berdasarkan informasi yang diterimanya Presiden Jokowi berkeinginan bertemu dan berdialog dengan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM), termasuk kelompok yang dipimpin oleh Goliat Tabuni. “Bisa saja dalam kunjungan Pak Presiden Jokowi, Goliat Tabuni turun gunung dan menyerah, serta berdialog,” kata Pangdam.

Goliat Tabuni, Selasa (24/3/2015) ramai diberitakan oleh media nasional dan lokal telah menyerahkan diri bersama 23 anggotanya. Namun sehari kemudian (Rabu, 25/3/2015), Pangdam Pangdam XVII/Cenderawasih membantah pemberitaan media dan mengatakan Goliat Tabuni selaku pimpinan kelompok bersenjata pendukung organisasi papua merdeka (OPM) hingga kini belum mau turun gunung untuk bergabung dengan NKRI.

“Hingga kini Goliat Tabuni belum menyatakan untuk turun dan bergabung dalam bingkai NKRI, seperti yang diungkap di pemberitaan,” kata Mayjen Fransen, kepada wartawan di Jayapura. Menurut Pangdam, yang menyatakan diri untuk turun gunung dan bergabung dengan NKRI baru anak buah Goliat Tabuni.