Merauke, Jubi- Bupati Merauke, Romanus Mbaraka mengatakan, jika dirinya masih diberikan amanah dan kepercayaan oleh masyarakat untuk memimpin kembali, salah satu program yang akan dijalankan dan atau dilaksanakan adalah membangun pos tentara di 97 kampung lokal yang didiami oleh orang asli Papua.

Hal itu disampaikan Bupati Merauke dalam arahannya pada kegiatan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan kegiatan pembangunan yang diselenggarakan Lembaga Masyarakat Hukum Adat Suku Kima-Khima di Aula Gor Hiad Sai Sabtu (14/3/2015). Dikatakan, pembangunan pos tentara sekaligus ditempati para prajurit TNI itu, tidak lain untuk mendampingi masyarakat agar harus membuka lahan pertanian guna ditanami ubi, pisang, kelapa, padi serta beberapa jenis tanaman lain.

“Memang sudah menjadi komitmen saya agar mulai tahun depan, masyarakat asli Papua harus memiliki dua hektar lahan produktif yang siap ditanami berbagai jenis tanaman. Nantinya, proses pendampingan dan pengawasan, akan dilakukan oleh prajurit TNI,” ujarnya.

Program dimaksud, lanjut Bupati Merauke, telah dikonsultasikan kepada Menkopolhukam, Kapolri serta beberapa komponen terkait lainnya di Jakarta. Dan, semua memberikan dukungan. Karena ini adalah suatu langkah sangat positif untuk bagaimana mendorong dan menggerakan masyarakat harus menghasilkan sesuatu dari tangannya sendiri.

Dijelaskan, keberadaan prajurit TNI di 97 kampung lokal agar bisa mengatur waktu sekaligus ikut mengawasi masyarakat dalam bekerja. “Nanti kita akan atur jadwal. Dimana, selama tiga hari masyarakat di lahan masing-masing. Sedangkan dua hari yakni Jumat dan Sabtu, bisa masuk ke hutan. Sementara Hari Minggu harus ke gereja,” katanya.

Ditambahkan, gagasan tersebut dimunculkan lantaran melihat akan perkembangan kehidupan dari orang-orang di lokasi transmigrasi. Dimana, mereka memiliki lahan dua hektar, tetapi dalam setiap tahun, ekonominya sangat maju serta bisa membangun rumah dan membeli berbagai kebutuhan hidup termasuk menyekolahkan anak-anak.

“Ini yang harus dilakukan dan atau diterapkan kepada masyarakat asli Papua yang tinggal di kampung-kampung. Tentunya pemerintah juga tidak akan tinggal diam begitu saja. Tetapi akan memberikan dukungan penuh berupa peralatan pertanian dan lain-lain, sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Tokoh masyarakat dari Kampung Sabon, Soter Kamiawi yang dimintai komentarnya mengatakan, program Bupati Merauke itu sangat tepat dan harus direalisasikan. “Saya yakin dan percaya bahwa dengan penempatan prajurit TNI di kampung-kampung lokal, akan memberikan suatu semangat bagi masyarakat untuk terus bekerja,” katanya.

Sumber: http://tabloidjubi.com/2015/03/15/tahun-depan-97-kampung-lokal-akan-dibangun-pos-tentara/

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Merauke, Jubi- Bupati Merauke, Romanus Mbaraka mengatakan, jika dirinya masih diberikan amanah dan kepercayaan oleh masyarakat untuk memimpin kembali, salah satu program yang akan dijalankan dan atau dilaksanakan adalah membangun pos tentara di 97 kampung lokal yang didiami oleh orang asli Papua.

    Hal itu disampaikan Bupati Merauke dalam arahannya pada kegiatan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan kegiatan pembangunan yang diselenggarakan Lembaga Masyarakat Hukum Adat Suku Kima-Khima di Aula Gor Hiad Sai Sabtu (14/3/2015). Dikatakan, pembangunan pos tentara sekaligus ditempati para prajurit TNI itu, tidak lain untuk mendampingi masyarakat agar harus membuka lahan pertanian guna ditanami ubi, pisang, kelapa, padi serta beberapa jenis tanaman lain.

    “Memang sudah menjadi komitmen saya agar mulai tahun depan, masyarakat asli Papua harus memiliki dua hektar lahan produktif yang siap ditanami berbagai jenis tanaman. Nantinya, proses pendampingan dan pengawasan, akan dilakukan oleh prajurit TNI,” ujarnya.

    Program dimaksud, lanjut Bupati Merauke, telah dikonsultasikan kepada Menkopolhukam, Kapolri serta beberapa komponen terkait lainnya di Jakarta. Dan, semua memberikan dukungan. Karena ini adalah suatu langkah sangat positif untuk bagaimana mendorong dan menggerakan masyarakat harus menghasilkan sesuatu dari tangannya sendiri.

    Dijelaskan, keberadaan prajurit TNI di 97 kampung lokal agar bisa mengatur waktu sekaligus ikut mengawasi masyarakat dalam bekerja. “Nanti kita akan atur jadwal. Dimana, selama tiga hari masyarakat di lahan masing-masing. Sedangkan dua hari yakni Jumat dan Sabtu, bisa masuk ke hutan. Sementara Hari Minggu harus ke gereja,” katanya.

    Ditambahkan, gagasan tersebut dimunculkan lantaran melihat akan perkembangan kehidupan dari orang-orang di lokasi transmigrasi. Dimana, mereka memiliki lahan dua hektar, tetapi dalam setiap tahun, ekonominya sangat maju serta bisa membangun rumah dan membeli berbagai kebutuhan hidup termasuk menyekolahkan anak-anak.

    “Ini yang harus dilakukan dan atau diterapkan kepada masyarakat asli Papua yang tinggal di kampung-kampung. Tentunya pemerintah juga tidak akan tinggal diam begitu saja. Tetapi akan memberikan dukungan penuh berupa peralatan pertanian dan lain-lain, sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

    Tokoh masyarakat dari Kampung Sabon, Soter Kamiawi yang dimintai komentarnya mengatakan, program Bupati Merauke itu sangat tepat dan harus direalisasikan. “Saya yakin dan percaya bahwa dengan penempatan prajurit TNI di kampung-kampung lokal, akan memberikan suatu semangat bagi masyarakat untuk terus bekerja,” katanya.

    Sumber: http://tabloidjubi.com/2015/03/15/tahun-depan-97-kampung-lokal-akan-dibangun-pos-tentara/

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on