Sepanjang pesisir pantai utara tanjung dijumpai banyak pohon bakau telah tumbang. Sebagian pohon yang masih berdiri tegak tampak kering kerontang, tumbuh tanpa daun. Pohon yang tumbang perlahan terseret ke permukaan pasir lalu diangkut warga dijadikan kayu bakar atau diolah untuk kerajinan tangan. Warga Magepanda, Sarsius (32) Abdi (28) dan Jaka (33) tengah berada di pantai Tanjung, Kamis (26/3/2015), menuturkan setiap sore mereka sering memancing ikan di pesisir tanjung. Mereka sering melihat orang datang dengan mobil pick-up mengangkut batang pohon bakau yang telah tumbang di pasir. Mereka juga tak segan menebang pohon bakau yang masih tegak berdiri.

“Hari menjelang malam kami sering melihat ada orang datang angkut pohon bakau yang tumbang dengan menggunakan mobil. Selain mereka angkut yang telah tumbang, kadang mereka juga tebang pohon yang masih hidup di dalam laut ini,”ujar Sius. Diakuinya, dulu wilayah pantai tanjung terkenal dengan hutan bakaunya. Sepanjang pesisir pantai tumbuh banyak bakau. Namun, saat ini pohon bakau di wilayah pantai utara hanya tinggal cerita. Selain karena ditebang, tidak ada pemeliharaan dan peremajaan kembali.

“Di sini lautnya ganas, kalau sewaktu-waktu musim barat tiba jalan sepanjang kawasan tanjung pasti dihantam gelombang karena tidak ada lagi hutan bakau di sini. Kemudian dulu hutan bakau masih banyak, ikan di sini banyak hasil laut para nelayan jauh lebih banyak karena ekosistemnya terjaga. Tapi sekarang apa hasil dan keindahan di sini redup. Ikan di kawasan pesisir sudah jarang-jarang. Terus banyak jalan juga berlubang dan keropos karena abrasi laut yang ganas,”ungkap Sius.

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Sepanjang pesisir pantai utara tanjung dijumpai banyak pohon bakau telah tumbang. Sebagian pohon yang masih berdiri tegak tampak kering kerontang, tumbuh tanpa daun. Pohon yang tumbang perlahan terseret ke permukaan pasir lalu diangkut warga dijadikan kayu bakar atau diolah untuk kerajinan tangan. Warga Magepanda, Sarsius (32) Abdi (28) dan Jaka (33) tengah berada di pantai Tanjung, Kamis (26/3/2015), menuturkan setiap sore mereka sering memancing ikan di pesisir tanjung. Mereka sering melihat orang datang dengan mobil pick-up mengangkut batang pohon bakau yang telah tumbang di pasir. Mereka juga tak segan menebang pohon bakau yang masih tegak berdiri.

    “Hari menjelang malam kami sering melihat ada orang datang angkut pohon bakau yang tumbang dengan menggunakan mobil. Selain mereka angkut yang telah tumbang, kadang mereka juga tebang pohon yang masih hidup di dalam laut ini,”ujar Sius. Diakuinya, dulu wilayah pantai tanjung terkenal dengan hutan bakaunya. Sepanjang pesisir pantai tumbuh banyak bakau. Namun, saat ini pohon bakau di wilayah pantai utara hanya tinggal cerita. Selain karena ditebang, tidak ada pemeliharaan dan peremajaan kembali.

    “Di sini lautnya ganas, kalau sewaktu-waktu musim barat tiba jalan sepanjang kawasan tanjung pasti dihantam gelombang karena tidak ada lagi hutan bakau di sini. Kemudian dulu hutan bakau masih banyak, ikan di sini banyak hasil laut para nelayan jauh lebih banyak karena ekosistemnya terjaga. Tapi sekarang apa hasil dan keindahan di sini redup. Ikan di kawasan pesisir sudah jarang-jarang. Terus banyak jalan juga berlubang dan keropos karena abrasi laut yang ganas,”ungkap Sius.

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on