Terkait kehadiran aparat brigadir mobil (brimob) jaga perusahaan HPH mengintimidasi masyarakat pemilik dusun pala, Warga Adat Mbaham Matta, Fakfak Papua Barat, Rabu 1 April 2015 demo di kantor DPRD setempat. Dewan Adat Setempat telah mengeluarkan kesepakatan bersama pemerintah dan masyarakat adat untuk tutup perusahaan tersebut.

puluhan masa DAP Mbaham Matta demo tutup pt.arfak indah (dok.DAP Mbaham Matta)

puluhan masa DAP Mbaham Matta demo tutup pt.arfak indah (dok.DAP Mbaham Matta)

Chen Haremba, pejuang muda Mbaham Matta yang juga bagian dari Dewan Adat setempat melansir, hari ini (1/3/2015) masyarakat Adat melakukan Aksi Menuntut PT. Arfak Indra dan juga PT.Hanurata yang adalah pemegang Izin HPH (Hak Pengusaan Hutan) Kabupaten Fakfak untuk segera angkat kaki dari Wilayah Adat Bomberai Tanah warisan Mbaham Matta. Ketua Dewan Adat telah menyampaikan kesepakatan Masyarakat Adat dan Pemerintah Daerah untuk menutup semua Perusahan Kayu atau pemegang Izin HPH.

Sementara itu, terkait aksi tersebut, Fredi Warpopor selaku Elsham Papua Barat pos kontak Fakfak melaporkan, kehadiran Anggota Brimob di pos keamanan PT. Arfak Indra Base Cam Kampung Goras semakin membuat masyarakat di sekitar hutan areal HPH PT. Arfak Indra merasa terancam. Awalanya, menurut penelusuran elsham, anggota Brimob yang datang kesana sebatas mengawal Alat Berat dari Wagura Kaimana ke fakfak, tapi setelah sampai di Goras malah mulai berkuasa, tulisnya. Masyarakat dilarang beraktifitas disekitar hutan atau didalam hutan padahal hutan itu adalah dusun pala, sagu dan tempat mencari makan.

Pihak PT. Arfak Indra yang di konfirmasi Elsham setempat terkait penempatan anggota keamanan tersebut dibenarkan oleh pimpinannya. Junaidi selaku pimpinan PT. AI mengatakan permintaan itu (pengamana perusahaan) ditujukan ke Kapolres Fakfak dan sudah ada 3 orang anggota polres, tapi Brimob ini tidak pernah diminta. Menurutnya Brimob yang datang tersebut berasal dari Kem Wagura milik Mr. Paulus Ting berkebangsaan Malasia.

warga adat padati gedung DPRD Fakfak ikut menyaksikan rekomendasi bersama pemerintah-masyarakat adat tutup pt.arfak indah (dok.DAP Mbaham Matta)

warga adat padati gedung DPRD Fakfak ikut menyaksikan rekomendasi bersama pemerintah-masyarakat adat tutup pt.arfak indah (dok.DAP Mbaham Matta)

Gelagat polisi yang berwatak (whats dog/anjing penjaga modal) bikin ngilu. Ternyata Pace Malasia satu ini bisa perintah Komandan Brimbob Sorong sehingga ikut maunya perusahaan mungkin pemimpin perusahaan HPH itu yang Kepala Suku Bomberai ka apa sampai dia bisa berkuasa atas sumber daya alam di wilyah Adat Bomberai?

Pada hari ini, dihadapan anggota DPDR Fakfak, PT. Arfak Indra (PT.AI) dinyatakan di tutup, berita acara kesepakatan antara masyarakat adat dan pemerintah daerah sudah di tandatangani, demikian laporan Elsham Papua Barat.

(Arkilaus Baho)

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Terkait kehadiran aparat brigadir mobil (brimob) jaga perusahaan HPH mengintimidasi masyarakat pemilik dusun pala, Warga Adat Mbaham Matta, Fakfak Papua Barat, Rabu 1 April 2015 demo di kantor DPRD setempat. Dewan Adat Setempat telah mengeluarkan kesepakatan bersama pemerintah dan masyarakat adat untuk tutup perusahaan tersebut.

    puluhan masa DAP Mbaham Matta demo tutup pt.arfak indah (dok.DAP Mbaham Matta)

    puluhan masa DAP Mbaham Matta demo tutup pt.arfak indah (dok.DAP Mbaham Matta)

    Chen Haremba, pejuang muda Mbaham Matta yang juga bagian dari Dewan Adat setempat melansir, hari ini (1/3/2015) masyarakat Adat melakukan Aksi Menuntut PT. Arfak Indra dan juga PT.Hanurata yang adalah pemegang Izin HPH (Hak Pengusaan Hutan) Kabupaten Fakfak untuk segera angkat kaki dari Wilayah Adat Bomberai Tanah warisan Mbaham Matta. Ketua Dewan Adat telah menyampaikan kesepakatan Masyarakat Adat dan Pemerintah Daerah untuk menutup semua Perusahan Kayu atau pemegang Izin HPH.

    Sementara itu, terkait aksi tersebut, Fredi Warpopor selaku Elsham Papua Barat pos kontak Fakfak melaporkan, kehadiran Anggota Brimob di pos keamanan PT. Arfak Indra Base Cam Kampung Goras semakin membuat masyarakat di sekitar hutan areal HPH PT. Arfak Indra merasa terancam. Awalanya, menurut penelusuran elsham, anggota Brimob yang datang kesana sebatas mengawal Alat Berat dari Wagura Kaimana ke fakfak, tapi setelah sampai di Goras malah mulai berkuasa, tulisnya. Masyarakat dilarang beraktifitas disekitar hutan atau didalam hutan padahal hutan itu adalah dusun pala, sagu dan tempat mencari makan.

    Pihak PT. Arfak Indra yang di konfirmasi Elsham setempat terkait penempatan anggota keamanan tersebut dibenarkan oleh pimpinannya. Junaidi selaku pimpinan PT. AI mengatakan permintaan itu (pengamana perusahaan) ditujukan ke Kapolres Fakfak dan sudah ada 3 orang anggota polres, tapi Brimob ini tidak pernah diminta. Menurutnya Brimob yang datang tersebut berasal dari Kem Wagura milik Mr. Paulus Ting berkebangsaan Malasia.

    warga adat padati gedung DPRD Fakfak ikut menyaksikan rekomendasi bersama pemerintah-masyarakat adat tutup pt.arfak indah (dok.DAP Mbaham Matta)

    warga adat padati gedung DPRD Fakfak ikut menyaksikan rekomendasi bersama pemerintah-masyarakat adat tutup pt.arfak indah (dok.DAP Mbaham Matta)

    Gelagat polisi yang berwatak (whats dog/anjing penjaga modal) bikin ngilu. Ternyata Pace Malasia satu ini bisa perintah Komandan Brimbob Sorong sehingga ikut maunya perusahaan mungkin pemimpin perusahaan HPH itu yang Kepala Suku Bomberai ka apa sampai dia bisa berkuasa atas sumber daya alam di wilyah Adat Bomberai?

    Pada hari ini, dihadapan anggota DPDR Fakfak, PT. Arfak Indra (PT.AI) dinyatakan di tutup, berita acara kesepakatan antara masyarakat adat dan pemerintah daerah sudah di tandatangani, demikian laporan Elsham Papua Barat.

    (Arkilaus Baho)

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on