Penambangan emas tradisional secara liar atau tanpa izin menjadi ancaman serius bagi kelestarian hutan dan lingkungan hidup di Jambi. Penambangan emas liar di daerah itu semakin banyak yang merusak hutan karena areal penambangan masuk kawasan hutan. Kemudian penambangan emas liar di daerah tersebut juga semakin meningkatkan pencemaran air sungai, termasuk air Sungai Batanghari.

Demikian dikatakan Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus kepada wartawan seusai sarasehan lingkungan hidup bertajuk “Memetik Pembelajaran Pembaruan Tata Kelola Hutan dan Lahan serta Penguatan Kapasitas Masyarakat Adat” di Jambi, Selasa (31/3).

Sarasehan tersebut dihadiri sekitar 80 orang jajaran dinas kehutanan se-Provinsi Jambi, para aktivis lingkungan dan perguruan tinggi. Turut hadir pada kesempatan itu, Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hani Adianti.

Menurut Hasan Basri Agus, pemberantasan penambangan emas liar di Jambi sulit dilakukan karena lokasi penambangan emas liar banyak tersebar di daerah – daerah kabupaten. Kemudian penambangan emas liar tersebut juga melibatkan banyak warga masyarakat desa, sehingga pemberantasan penambangan emas liar sering gagal.

“Razia penambangan emas liar yang dilakukan aparat di Jambi selama ini sering gagal karena warga masyarakat desa banyak bekerja sebagai penambang emas liar. Mereka terkadang mengadakan perlawanan terhadap aparat yang melakukan razia penambangan emas liar di desa mereka,”katanya.

Hasan Basri Agus mengatakan, untuk memberantas penambangan emas liar di daerah itu, jajaran militer dan kepolisian setempat sudah membentuk satuan tugas (satgas). Satgas tersebut secara rutin melakukan razia penambangan emas liar hingga ke pelosok-pelosok desa dan hutan.

“Supaya pemberantasan penambangan emas liar tersebut berhasil, saya mengharapkan adanya dukungan masyarakat, tokoh adat dan jajaran pemerintah daerah hingga ke tingkat desa. Tanpa kerja sama segenap lapisan masyarakat, pemberantasan penambangan emas liar di Jambi sulit diatasi, dan penambangan emas liar tersebut akan semakin mengancam kerusakan hutan dan lingkungan,”katanya.

Sementara itu , Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hani Adianti pada kesempatan tersebut mengatakan, penambangan emas dan batu bara di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Jambi semakin menjamur akibat terlalu mudahnya pemerintah daerah memberikan izin selama otonomi daerah (Otda). Sebagian izin penambangan emas dan batu bara yang diberikan pemerintah daerah berada di kawasan hutan.

Penambangan emas dan batu bara pasca Otda mengancam kelestarian hutan dan lingkungan, lanjut Hani Adianti, karena jumlah usaha penambangan tersebut membludak. Sebelum Otda, usaha penambangan emas dan batu-bara resmi yang ada di Indonesia hanya 135 unit. Setelah Otda, jumlah penambangan emas dan batu bara di Indonesia mencapai 10.600 unit. Sebagian besar usaha penambangan tersebut hanya memiliki izin dari pemerintah daerah dan sebagian besar bahkan tidak memiliki izin atau hanya penambangan secara liar.

Untuk menyelamatkan hutan dari kehancuran, lanjut Hani Adianti, penambangan emas dan batu bara yang berada di kawasan hutan harus segera ditertibkan. Izin penambangan emas dan batu bara yang berada di kawasan hutan dan daerah aliran sungai (DAS) harus segera dicabut. Sedangkan penambangan emas liar di seluruh daerah di Indonesia harus diberantas.

“Kelestarian hutan di Indonesia, termasuk hutan di Jambi perlu dipertahankan untuk mendukung program pengurangan emisi gas karbon dioksida. Karena itu segala bentuk usaha yang merusak hutan harus dihentikan,”katanya.

Sementara itu, Hasan Basri Agus mengatakan, Jambi yang memiliki luas hutan sekitar 2,1 juta ha tetap diandalkan sebagai salah satu benteng pertahanan pengurangan emisi gas karbon dioksida. Hutan Jambi yang kini masih lebat terdapat di kawasan hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Taman Nasional Berbak (TNB), Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) dan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT).

http://www.beritasatu.com/kesra/261792-penambangan-emas-liar-ancam-kelestarian-hutan-jambi.html

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Penambangan emas tradisional secara liar atau tanpa izin menjadi ancaman serius bagi kelestarian hutan dan lingkungan hidup di Jambi. Penambangan emas liar di daerah itu semakin banyak yang merusak hutan karena areal penambangan masuk kawasan hutan. Kemudian penambangan emas liar di daerah tersebut juga semakin meningkatkan pencemaran air sungai, termasuk air Sungai Batanghari.

    Demikian dikatakan Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus kepada wartawan seusai sarasehan lingkungan hidup bertajuk “Memetik Pembelajaran Pembaruan Tata Kelola Hutan dan Lahan serta Penguatan Kapasitas Masyarakat Adat” di Jambi, Selasa (31/3).

    Sarasehan tersebut dihadiri sekitar 80 orang jajaran dinas kehutanan se-Provinsi Jambi, para aktivis lingkungan dan perguruan tinggi. Turut hadir pada kesempatan itu, Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hani Adianti.

    Menurut Hasan Basri Agus, pemberantasan penambangan emas liar di Jambi sulit dilakukan karena lokasi penambangan emas liar banyak tersebar di daerah – daerah kabupaten. Kemudian penambangan emas liar tersebut juga melibatkan banyak warga masyarakat desa, sehingga pemberantasan penambangan emas liar sering gagal.

    “Razia penambangan emas liar yang dilakukan aparat di Jambi selama ini sering gagal karena warga masyarakat desa banyak bekerja sebagai penambang emas liar. Mereka terkadang mengadakan perlawanan terhadap aparat yang melakukan razia penambangan emas liar di desa mereka,”katanya.

    Hasan Basri Agus mengatakan, untuk memberantas penambangan emas liar di daerah itu, jajaran militer dan kepolisian setempat sudah membentuk satuan tugas (satgas). Satgas tersebut secara rutin melakukan razia penambangan emas liar hingga ke pelosok-pelosok desa dan hutan.

    “Supaya pemberantasan penambangan emas liar tersebut berhasil, saya mengharapkan adanya dukungan masyarakat, tokoh adat dan jajaran pemerintah daerah hingga ke tingkat desa. Tanpa kerja sama segenap lapisan masyarakat, pemberantasan penambangan emas liar di Jambi sulit diatasi, dan penambangan emas liar tersebut akan semakin mengancam kerusakan hutan dan lingkungan,”katanya.

    Sementara itu , Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hani Adianti pada kesempatan tersebut mengatakan, penambangan emas dan batu bara di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Jambi semakin menjamur akibat terlalu mudahnya pemerintah daerah memberikan izin selama otonomi daerah (Otda). Sebagian izin penambangan emas dan batu bara yang diberikan pemerintah daerah berada di kawasan hutan.

    Penambangan emas dan batu bara pasca Otda mengancam kelestarian hutan dan lingkungan, lanjut Hani Adianti, karena jumlah usaha penambangan tersebut membludak. Sebelum Otda, usaha penambangan emas dan batu-bara resmi yang ada di Indonesia hanya 135 unit. Setelah Otda, jumlah penambangan emas dan batu bara di Indonesia mencapai 10.600 unit. Sebagian besar usaha penambangan tersebut hanya memiliki izin dari pemerintah daerah dan sebagian besar bahkan tidak memiliki izin atau hanya penambangan secara liar.

    Untuk menyelamatkan hutan dari kehancuran, lanjut Hani Adianti, penambangan emas dan batu bara yang berada di kawasan hutan harus segera ditertibkan. Izin penambangan emas dan batu bara yang berada di kawasan hutan dan daerah aliran sungai (DAS) harus segera dicabut. Sedangkan penambangan emas liar di seluruh daerah di Indonesia harus diberantas.

    “Kelestarian hutan di Indonesia, termasuk hutan di Jambi perlu dipertahankan untuk mendukung program pengurangan emisi gas karbon dioksida. Karena itu segala bentuk usaha yang merusak hutan harus dihentikan,”katanya.

    Sementara itu, Hasan Basri Agus mengatakan, Jambi yang memiliki luas hutan sekitar 2,1 juta ha tetap diandalkan sebagai salah satu benteng pertahanan pengurangan emisi gas karbon dioksida. Hutan Jambi yang kini masih lebat terdapat di kawasan hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Taman Nasional Berbak (TNB), Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) dan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT).

    http://www.beritasatu.com/kesra/261792-penambangan-emas-liar-ancam-kelestarian-hutan-jambi.html

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on