Bupati Mamuju Utara, Sulawesi Barat, mengaku kelimpungan mencari dana untuk membayar jasa artis penyanyi dangdut H Rhoma Irama bersama Soneta Group dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12/2015 kabupaten itu.

“Pemerintah kabupaten tidak menggunakan APBD untuk membayar jasa Bang Haji Rhoma Irama. Jika kita gunakan APBD maka itu akan menjadi temuan aparat hukum,” kata Bupati Ir H Agus Ambo Djiwa di Pasangkayu, Sabtu (18/4/2015).

Menurutnya, pembayaran jasa Rhoma Irama bersama Soneta Group awalnya akan ditanggung oleh salah seorang pengusaha berdarah Mandar yang sukses merantau di Kalimantan Timur. Namun yang menjadi masalah, kata dia, pengusaha kelahiran Mandar ini tak lagi memberikan kabar terkait bayaran sang raja Dangdut sehingga pemerintah dibuat pusing.

“Kami pusing karena teman pengusaha yang semula bersedia membayarkan jasa Rhoma Irama tak kunjung ada kabarnya. Karena kami telah menjanjikan rakyat maka tidak ada pilihan untuk membatalkan,” katanya.

Untung saja, kata Agus, beberapa perusahaan perkebunan kelapa sawit memberikan sumbangan walaupun nilainya masih sangat jauh dari beban biaya untuk jasa Rhoma Irama. Jika dibatalkan konser Rhoma dalam momentum HUT Matra, kata dia, maka rakyat akan memberikan penilaian buruk terhadap pemerintah karena terlanjur dijanjikan. “Kita mau hibur rakyat yang capek dari berbagai persoalan, capek dari kebun, dan lain-lain. Ini tanggung jawab pemerintah daerah di usia 12 tahun ini, yah kita harus meriahkan acara itu,” tandasnya.

Sumber: Inilah.com via beritajatim

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Bupati Mamuju Utara, Sulawesi Barat, mengaku kelimpungan mencari dana untuk membayar jasa artis penyanyi dangdut H Rhoma Irama bersama Soneta Group dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12/2015 kabupaten itu.

    “Pemerintah kabupaten tidak menggunakan APBD untuk membayar jasa Bang Haji Rhoma Irama. Jika kita gunakan APBD maka itu akan menjadi temuan aparat hukum,” kata Bupati Ir H Agus Ambo Djiwa di Pasangkayu, Sabtu (18/4/2015).

    Menurutnya, pembayaran jasa Rhoma Irama bersama Soneta Group awalnya akan ditanggung oleh salah seorang pengusaha berdarah Mandar yang sukses merantau di Kalimantan Timur. Namun yang menjadi masalah, kata dia, pengusaha kelahiran Mandar ini tak lagi memberikan kabar terkait bayaran sang raja Dangdut sehingga pemerintah dibuat pusing.

    “Kami pusing karena teman pengusaha yang semula bersedia membayarkan jasa Rhoma Irama tak kunjung ada kabarnya. Karena kami telah menjanjikan rakyat maka tidak ada pilihan untuk membatalkan,” katanya.

    Untung saja, kata Agus, beberapa perusahaan perkebunan kelapa sawit memberikan sumbangan walaupun nilainya masih sangat jauh dari beban biaya untuk jasa Rhoma Irama. Jika dibatalkan konser Rhoma dalam momentum HUT Matra, kata dia, maka rakyat akan memberikan penilaian buruk terhadap pemerintah karena terlanjur dijanjikan. “Kita mau hibur rakyat yang capek dari berbagai persoalan, capek dari kebun, dan lain-lain. Ini tanggung jawab pemerintah daerah di usia 12 tahun ini, yah kita harus meriahkan acara itu,” tandasnya.

    Sumber: Inilah.com via beritajatim

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on