Pihak PT Boswa Megalopolis hingga kini belum menanam kebun plasma kelapa sawit 500 hektare di kawasan Desa Panggong, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya, padahal pembangunan ini sudah direncanakan sejak 2012 sehingga masyarakat di kawasan tersebut sudah berharap.

“Pada tahun 2012, pihak perusahaan PT Boswa Megalopolis dan Pemerintah Aceh Jaya telah meresmikan lahan untuk kebun plasma program kemitraan di Kawasan Desa Panggong seluas 500 hektare, akan tetapi sampai saat ini masih jalan di tempat,” kata Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Kadishutbun) Aceh Jaya, Saiful Bahri kepada Serambi, Jumat (27/3).

Ia menambahkan, seharusnya kebun plasma tersebut telah berjalan sebagaimana yang telah direncanakan, sebab sebelumnya telah ada penandatanganan bersama antara Pemerintah Aceh Jaya dengan pihak perusahaan di lokasi kebun plasma. Karena itu, pihaknya masih mengharapkan pembangunan inti plasma tersebut tetap direalisasikan pihak perusahaan agar tidak mengecewakan masyrakat.

Menurutnya, masa izin hak guna usaha (HGU) yang diberikan sekitar 6000 hektare akan berakhir pada 2019. Lahan yang sudah dibuka sekitar 2.000 hektare dan sisa 4.000 hektare belum digarap. namun, karena perusahaan ini sudah membangun pabrik kelapa sawit (PKS), tentu pihak perusahaan itu nantinya akan memperpanjang izin kembali. “Dengan demikian mereka harus tetap membangun kebun plasma untuk masyarakat di daerah itu,” tegas Kadishutbun Aceh Jaya.

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Pihak PT Boswa Megalopolis hingga kini belum menanam kebun plasma kelapa sawit 500 hektare di kawasan Desa Panggong, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya, padahal pembangunan ini sudah direncanakan sejak 2012 sehingga masyarakat di kawasan tersebut sudah berharap.

    “Pada tahun 2012, pihak perusahaan PT Boswa Megalopolis dan Pemerintah Aceh Jaya telah meresmikan lahan untuk kebun plasma program kemitraan di Kawasan Desa Panggong seluas 500 hektare, akan tetapi sampai saat ini masih jalan di tempat,” kata Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Kadishutbun) Aceh Jaya, Saiful Bahri kepada Serambi, Jumat (27/3).

    Ia menambahkan, seharusnya kebun plasma tersebut telah berjalan sebagaimana yang telah direncanakan, sebab sebelumnya telah ada penandatanganan bersama antara Pemerintah Aceh Jaya dengan pihak perusahaan di lokasi kebun plasma. Karena itu, pihaknya masih mengharapkan pembangunan inti plasma tersebut tetap direalisasikan pihak perusahaan agar tidak mengecewakan masyrakat.

    Menurutnya, masa izin hak guna usaha (HGU) yang diberikan sekitar 6000 hektare akan berakhir pada 2019. Lahan yang sudah dibuka sekitar 2.000 hektare dan sisa 4.000 hektare belum digarap. namun, karena perusahaan ini sudah membangun pabrik kelapa sawit (PKS), tentu pihak perusahaan itu nantinya akan memperpanjang izin kembali. “Dengan demikian mereka harus tetap membangun kebun plasma untuk masyarakat di daerah itu,” tegas Kadishutbun Aceh Jaya.

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on