Syukur Bagi Mu Tuhan Mubes Yerisiam Gua dapat terselenggara kedepan cita-cita masyarakat Adat suku Yerisiam dapat terwujud.

Musyawara Suku Besar Yerisiam yang diselenggarakan sejak tanggal 11-13 Mei 2015 telah menghasilkan beberapa keputusan Mendasar:

  1. Nama Suku Dari Yerisiam Menjadi Yerisiam Gua
  2. Segala investasi yang masuk ke wilayah adat Yerisiam harus mendapat persetujuan dari 4 sub suku.
  3. Logo Suku sebelumnya; Gunung, Tabura dan Tifa ditambahkan Panah.
  4. Memilih Daniel Yarawobi sebagai Kepala Suku Menggantikan Alm. Pdt. SP. Hanebora, STh.

Suku Yerisiam Gua merupakan suku komunal yang terdiri dari empat (4) Sub Suku yaitu; Akaba, Waoha, Sarakwari dan Koroba. Penambahan Nama Gua di blakang Yerisiam karena Suku Yerisiam pada tempo dulu orang di Daerah teluk Etna menyebutkan nama orang Yerisiam dengan Sebutan GUA JOME (Orang Gua) Sementara Yerisiam Adalah Orang di Saman Purba yang mendiami pesisir Nabire bagian Barat Sebelum Air Bah meyebutkan orang Yerisiam dengan Nama Yerisiam. Dari Dua kalimat diatas ini kemudiam dalam keputusan Mubes digabungkan.

sesi pemilihan kepala suku besar Yerisiam

sesi pemilihan kepala suku besar Yerisiam

Hal Lain yang menjadi agenda Mubes Adalah Membangun Persatuan untuk mengusir Perkebunan Sawit yang telah merusak Hutan Adat Suku Yerisiam Gua. Diatas tanah Adat Yerisiam Gua Terdapat dua perusahan yaitu PT. Nabire Baru dan PT. sariwana Adi Perkasa. Dua Infestasi ini kebal Hukum dan penuh penipuan. Dua Perusahan dalam satu Tanah adat ini berhasil menyeret Aparat Pemerintah kedalam kesalahan yang mereka buat. Mereka membongkar hutan tanpa amdal sejak tahun 2011-2014.

Anehnya pemerintah daerah melegalkan pekerjaan mereka sampai menerbitkan HGU yang jelas-jelas di tolak. Dalam Kasus Perkebunan Sawit PT. Nabire Baru dan sariwana Unggul Mandiri terindikasi terjadi penyalagunaan kewenangan oknum Aparat Negara mulai dari Pemerintah Kabupaten sampai dengan Provinsi maupun Pusat.

Sambena Inggeruhi (Wakil Ketua Panitia Mubes Yerisiam)

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Syukur Bagi Mu Tuhan Mubes Yerisiam Gua dapat terselenggara kedepan cita-cita masyarakat Adat suku Yerisiam dapat terwujud.

    Musyawara Suku Besar Yerisiam yang diselenggarakan sejak tanggal 11-13 Mei 2015 telah menghasilkan beberapa keputusan Mendasar:

    1. Nama Suku Dari Yerisiam Menjadi Yerisiam Gua
    2. Segala investasi yang masuk ke wilayah adat Yerisiam harus mendapat persetujuan dari 4 sub suku.
    3. Logo Suku sebelumnya; Gunung, Tabura dan Tifa ditambahkan Panah.
    4. Memilih Daniel Yarawobi sebagai Kepala Suku Menggantikan Alm. Pdt. SP. Hanebora, STh.

    Suku Yerisiam Gua merupakan suku komunal yang terdiri dari empat (4) Sub Suku yaitu; Akaba, Waoha, Sarakwari dan Koroba. Penambahan Nama Gua di blakang Yerisiam karena Suku Yerisiam pada tempo dulu orang di Daerah teluk Etna menyebutkan nama orang Yerisiam dengan Sebutan GUA JOME (Orang Gua) Sementara Yerisiam Adalah Orang di Saman Purba yang mendiami pesisir Nabire bagian Barat Sebelum Air Bah meyebutkan orang Yerisiam dengan Nama Yerisiam. Dari Dua kalimat diatas ini kemudiam dalam keputusan Mubes digabungkan.

    sesi pemilihan kepala suku besar Yerisiam

    sesi pemilihan kepala suku besar Yerisiam

    Hal Lain yang menjadi agenda Mubes Adalah Membangun Persatuan untuk mengusir Perkebunan Sawit yang telah merusak Hutan Adat Suku Yerisiam Gua. Diatas tanah Adat Yerisiam Gua Terdapat dua perusahan yaitu PT. Nabire Baru dan PT. sariwana Adi Perkasa. Dua Infestasi ini kebal Hukum dan penuh penipuan. Dua Perusahan dalam satu Tanah adat ini berhasil menyeret Aparat Pemerintah kedalam kesalahan yang mereka buat. Mereka membongkar hutan tanpa amdal sejak tahun 2011-2014.

    Anehnya pemerintah daerah melegalkan pekerjaan mereka sampai menerbitkan HGU yang jelas-jelas di tolak. Dalam Kasus Perkebunan Sawit PT. Nabire Baru dan sariwana Unggul Mandiri terindikasi terjadi penyalagunaan kewenangan oknum Aparat Negara mulai dari Pemerintah Kabupaten sampai dengan Provinsi maupun Pusat.

    Sambena Inggeruhi (Wakil Ketua Panitia Mubes Yerisiam)

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on