Jakarta, (3/5/2015), Papua Itu Kita, mengeluarkan rilis menyikapi buruknya tindakan aparat Brimob dan Tim Khusus Polda Papua dan Papua Barat yang melakukan penangkapan dan penahanan sewenang-wenang kepada ratusan aktivis mahasiswa, anggota KNPB (Komite Nasional Papua Barat) dan simpatisannya di berbagai daerah di tanah Papua pada tanggal 30 April – 1 Mei 2015. Dalam waktu dua hari telah ditangkap 264 orang.

Papua itu Kita menuntut pemerintah dan aparat penegak hukum harus menghentikan tindakan kriminalisasi kepada para aktivits mahasiswa yang kritis di Papua. Pemerintah juga harus membuka ruang kebebasan berkespresi dan berpendapat secara damai tanpa ancaman di Papua.

Selanjutnya rilis Papua Itu Kita bisa dibaca disini: Rilis PapuaItuKita 3 Mei – Papua 264 ditangkap

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Jakarta, (3/5/2015), Papua Itu Kita, mengeluarkan rilis menyikapi buruknya tindakan aparat Brimob dan Tim Khusus Polda Papua dan Papua Barat yang melakukan penangkapan dan penahanan sewenang-wenang kepada ratusan aktivis mahasiswa, anggota KNPB (Komite Nasional Papua Barat) dan simpatisannya di berbagai daerah di tanah Papua pada tanggal 30 April – 1 Mei 2015. Dalam waktu dua hari telah ditangkap 264 orang.

    Papua itu Kita menuntut pemerintah dan aparat penegak hukum harus menghentikan tindakan kriminalisasi kepada para aktivits mahasiswa yang kritis di Papua. Pemerintah juga harus membuka ruang kebebasan berkespresi dan berpendapat secara damai tanpa ancaman di Papua.

    Selanjutnya rilis Papua Itu Kita bisa dibaca disini: Rilis PapuaItuKita 3 Mei – Papua 264 ditangkap

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on