(11 Mei 2015) MERAUKE – Presdien RI, Joko Widodo berencana akan menggelar panen raya di Kampung Wapeko Distrik Kurik Kabupaten Merauke.

Informasi yang dihimpun, Presiden Jokowi akan menggelar panen di atas lahan padi milik PT. Parama Pangan Papua, yang notabene dimiliki pengusaha nasional, Arifin Panigoro.

Penelusuran media ini, perusahaan milik Arifin Panigoro itu berencana akan membuka lahan padi seluas-luasnya.

Pada awal Desember 2014, telah dibukan lahan seluas 500 hektar, dan direncanakan pada Juni 2015, akan berkembang menjadi 5.000 hektar. Selanjutnya pada tahun depan ditargetkan akan berkembang menjadi 50.000 hektar.

“Total yang ditanam ini baru 300 hektar, dari 500 hektar yang dibuka. Ini yang akan dipanen Pak Presiden,” ujar Kepala Bagian Maintenance PT. Parama Pangan Papua, Sulistiono, Rabu (6/5/15).

Menurut dia, masyarakat setempat diikutsertakan dalam pengelolaan lahan sawah itu, yakni sebagai pekerja lapangan, operator dan sebagainya yang sesuai dengan keahlian masyarakat. “Sumber air dari kali Kumbe, kita alirkan dari sana. Ini panen perdana yang dibuka Pak Presiden,” ujarnya.

Tenaga Ahli Teknologi PT. Parama Pangan Papua, Ir. Ratno menuturkan hal senada. Bahwa Presiden Jokowi berkenan hadir untuk menentukan pengembangan tanaman padi di kawasan tersebut.

“Dari hasil penelitian yang dilakukan bersama Tim UGM, UI, hasilnya bagus. Bahwa Merauke potensial sebagai sumber pangan nasional,” ujarnya.

Jenis padi yang ditanami, menurutnya adalah varietas lokal yang ditanam oleh masyarakat setempat, yakni varietas cierang, cidenok, infari 21 dan rojolele. Hasil yang diperoleh, 1 hektar mencapai 8,1 ton.

“Untuk pola tanam, perusahaan menggunakan tanam benih langsung dengan mesin. 1 jam bisa tanam 2,5 hektar. Soal target luas lahan, itu nanti kebijakan Pak Bupati, berapa luas lahan yang diberi,” tuturnya.

Beberapa warga mengkritisi pelaksanaan panen raya oleh Presiden Jokowi di lahan milik PT. Parama Pangan Papua ini. Menurut beberapa warga, seharusnya Presiden melakukan panen raya di atas lahan milik rakyat, bukan pengusaha. Hal ini dimaksudkan untuk mendorong masyarakat agar giat bekerja.

“Kita sedikit kecewa, seharusnya di lahan masyarakat. Kan banyak, di Tanah Miring, Semangga, Kurik, itu selama ini kan daerah lumbung pangan. Supaya masyarakat itu terdorong,” ujar salah seorang warga yang enggan dikorankan.

Warga lainnya, mengatakan Pemerintah Pusat memprogramkan swasembada pangan, harusnya program itu berbasis masyarakat. Masyarakat yang didorong agar ekonominya meningkat, bukan pengusaha.

“Percuma gencar-gencar program swasembada. Harusnya itu masyarakat yang didorong, panen, panen di lahan masyarakat. Supaya masyarakat itu termotivasi dorong pengembangan pertanian,” tandasnya. (moe/aj/lo1)

Sumber:

http://bintangpapua.com/index.php/lain-lain/papua/papua-selatan/item/21477-pemilik-lahan-padi-yang-dipanen-jokowi-adalah-pengusaha-nasional

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    (11 Mei 2015) MERAUKE – Presdien RI, Joko Widodo berencana akan menggelar panen raya di Kampung Wapeko Distrik Kurik Kabupaten Merauke.

    Informasi yang dihimpun, Presiden Jokowi akan menggelar panen di atas lahan padi milik PT. Parama Pangan Papua, yang notabene dimiliki pengusaha nasional, Arifin Panigoro.

    Penelusuran media ini, perusahaan milik Arifin Panigoro itu berencana akan membuka lahan padi seluas-luasnya.

    Pada awal Desember 2014, telah dibukan lahan seluas 500 hektar, dan direncanakan pada Juni 2015, akan berkembang menjadi 5.000 hektar. Selanjutnya pada tahun depan ditargetkan akan berkembang menjadi 50.000 hektar.

    “Total yang ditanam ini baru 300 hektar, dari 500 hektar yang dibuka. Ini yang akan dipanen Pak Presiden,” ujar Kepala Bagian Maintenance PT. Parama Pangan Papua, Sulistiono, Rabu (6/5/15).

    Menurut dia, masyarakat setempat diikutsertakan dalam pengelolaan lahan sawah itu, yakni sebagai pekerja lapangan, operator dan sebagainya yang sesuai dengan keahlian masyarakat. “Sumber air dari kali Kumbe, kita alirkan dari sana. Ini panen perdana yang dibuka Pak Presiden,” ujarnya.

    Tenaga Ahli Teknologi PT. Parama Pangan Papua, Ir. Ratno menuturkan hal senada. Bahwa Presiden Jokowi berkenan hadir untuk menentukan pengembangan tanaman padi di kawasan tersebut.

    “Dari hasil penelitian yang dilakukan bersama Tim UGM, UI, hasilnya bagus. Bahwa Merauke potensial sebagai sumber pangan nasional,” ujarnya.

    Jenis padi yang ditanami, menurutnya adalah varietas lokal yang ditanam oleh masyarakat setempat, yakni varietas cierang, cidenok, infari 21 dan rojolele. Hasil yang diperoleh, 1 hektar mencapai 8,1 ton.

    “Untuk pola tanam, perusahaan menggunakan tanam benih langsung dengan mesin. 1 jam bisa tanam 2,5 hektar. Soal target luas lahan, itu nanti kebijakan Pak Bupati, berapa luas lahan yang diberi,” tuturnya.

    Beberapa warga mengkritisi pelaksanaan panen raya oleh Presiden Jokowi di lahan milik PT. Parama Pangan Papua ini. Menurut beberapa warga, seharusnya Presiden melakukan panen raya di atas lahan milik rakyat, bukan pengusaha. Hal ini dimaksudkan untuk mendorong masyarakat agar giat bekerja.

    “Kita sedikit kecewa, seharusnya di lahan masyarakat. Kan banyak, di Tanah Miring, Semangga, Kurik, itu selama ini kan daerah lumbung pangan. Supaya masyarakat itu terdorong,” ujar salah seorang warga yang enggan dikorankan.

    Warga lainnya, mengatakan Pemerintah Pusat memprogramkan swasembada pangan, harusnya program itu berbasis masyarakat. Masyarakat yang didorong agar ekonominya meningkat, bukan pengusaha.

    “Percuma gencar-gencar program swasembada. Harusnya itu masyarakat yang didorong, panen, panen di lahan masyarakat. Supaya masyarakat itu termotivasi dorong pengembangan pertanian,” tandasnya. (moe/aj/lo1)

    Sumber:

    http://bintangpapua.com/index.php/lain-lain/papua/papua-selatan/item/21477-pemilik-lahan-padi-yang-dipanen-jokowi-adalah-pengusaha-nasional

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on