Tanah hutan lindung di RTK 103 Ngalak-Rego di Kecamatan Reok dan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, diduga disertifikat oleh segelintir warga setempat. Dari 69 lembar sertifikat yang telah diterbitkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Manggarai, setidaknya 20 lembar sertifikat diduga menyerobot tanah hutan lindung.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Manggarai, Ir. Agustinus Ganggut, MT, menyebutkan, sesuai laporan stafnya, saat ini sedang diproses lagi 49 lokasi yang disertifikat. Luas lahan yang telah disertifikat bervariasi antara 1-8 Ha.

Untuk mengecek kebenaran pensertifikatan tanah hutan lindung itu, kata Agustinus, pemerintah telah meminta Balai Pemetaan Kawasan Hutan di Kupang untuk datang ke Ngalak Rego, mengecek keadaan lapangan berdasarkan peta dan pilar-pilar yang diketahui dari titik-titik koordinat.

“Beberapa waktu belakangan ini, warga ramai melakukan sertifikat tanah pribadi di sekitar wilayah hutan Ngalak-Rego. Kalau benar kawasan hutan diserobot dan disetifikat, tindakan ini merupakan pelanggaran berat. Pemerintah akan melaporkannya kepada kepolisian untuk mengusutnya,” kata Agustinus, ketika dihubungi wartawan, Jumat (19/6/2015).

Informasi yang disampaikan staf Dinas Kehutanan Manggarai yang turun ke lokasi, kata Agustinus, akan digunakan untuk pengecekan lebih lanjut. Pemerintah juga masih menaruh kecurigaan. Untuk memastikan kebenaran laporan, akan bergantung kepada pemeriksaan lapangan berdasarkan peta batas hutan dan pilar-pilarnya.

Agustinus mengaku belum memperoleh informasi yang lengkap mengenai motivasi orang-perorang melakukan pensertifikatan tanah tersebut. Bila hasil pemeriksaan lapangan laporan itu benar maka pemerintah juga akan mencabut semua sertifikat yang masuk dalam kawasan hutan. Sebab, seluruh prosesnya dilakukan secara salah.

Tribun Kupang

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Tanah hutan lindung di RTK 103 Ngalak-Rego di Kecamatan Reok dan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, diduga disertifikat oleh segelintir warga setempat. Dari 69 lembar sertifikat yang telah diterbitkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Manggarai, setidaknya 20 lembar sertifikat diduga menyerobot tanah hutan lindung.

    Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Manggarai, Ir. Agustinus Ganggut, MT, menyebutkan, sesuai laporan stafnya, saat ini sedang diproses lagi 49 lokasi yang disertifikat. Luas lahan yang telah disertifikat bervariasi antara 1-8 Ha.

    Untuk mengecek kebenaran pensertifikatan tanah hutan lindung itu, kata Agustinus, pemerintah telah meminta Balai Pemetaan Kawasan Hutan di Kupang untuk datang ke Ngalak Rego, mengecek keadaan lapangan berdasarkan peta dan pilar-pilar yang diketahui dari titik-titik koordinat.

    “Beberapa waktu belakangan ini, warga ramai melakukan sertifikat tanah pribadi di sekitar wilayah hutan Ngalak-Rego. Kalau benar kawasan hutan diserobot dan disetifikat, tindakan ini merupakan pelanggaran berat. Pemerintah akan melaporkannya kepada kepolisian untuk mengusutnya,” kata Agustinus, ketika dihubungi wartawan, Jumat (19/6/2015).

    Informasi yang disampaikan staf Dinas Kehutanan Manggarai yang turun ke lokasi, kata Agustinus, akan digunakan untuk pengecekan lebih lanjut. Pemerintah juga masih menaruh kecurigaan. Untuk memastikan kebenaran laporan, akan bergantung kepada pemeriksaan lapangan berdasarkan peta batas hutan dan pilar-pilarnya.

    Agustinus mengaku belum memperoleh informasi yang lengkap mengenai motivasi orang-perorang melakukan pensertifikatan tanah tersebut. Bila hasil pemeriksaan lapangan laporan itu benar maka pemerintah juga akan mencabut semua sertifikat yang masuk dalam kawasan hutan. Sebab, seluruh prosesnya dilakukan secara salah.

    Tribun Kupang

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on