Jayapura, Jubi-Anggota Komisi I DPR Papua bidang Pemerintahan, Politik,Hukum, dan HAM,Laurenzus Kadepa meminta Bupati Nabire, Isias Douw membuka mata, melihat masalah yang dihadapi Suku besar Yerisiam, pemilik tanah adat di wilayah Distrik Yaur, Kampung Sima, dan Kampung Wami, yang dijadikan lahan kelapa sawit PT. Nabire Baru.

“Saya harap Bupati Nabire buka mata, melihat keluhan warga Yaro sebagai pemilik ulayat di mana perusahaan PT. Nabire Baru beroperasi. Jangan selalu korbankan masyarakat adat Papua untuk kepentingan para elit,” kata Kadepa ketika menghubungi Jubi via teleponnya, Rabu (4/3/2015).

Katanya, pihak perusahaan belum membuat nota kesepahaman (MoU) dengan pemilik ulayat. Namun kini pemerintah setempat, sudah berencana mengeluarkan Hak Guna Usaha (HGU). Padahal area itu merupakan tanah adat Suku besar Yerisiam yang membawahi empat sub suku yaitu, Waoha, Akaba, Sarakwari dan Koroba.

“Pemerintah tidak boleh keluarkan Hak Guna Usaha kepada PT Nabire Baru, perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di Yaro, Nabire,” ucap Kadepa.

Kata legislator dari Daerah Pemilihan Nabire, Intan Jaya, Paniai, Deyai, Dogiyai, dan Mimika itu. Pernyataan Kepala Suku Waoha di Kabupaten Nabire, Imanuel Money yang menyebut pemerintah setempat membodohi dan membunuh masyarakatnya sendiri, benar adanya.

“Saya sangat mendukung pernyataan kepala suku Waoha, yang menyebut “pemerintah sedang bunuh kami”. Itu kenyataannya. PemkaB Nabire harus mempertemukan masyarakat adat pemilik hak ulayat dengan Perusahaan, untuk mendengarkan keinginan masyarakat adat,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Suku Waoha di Kabupaten Nabire, Imanuel Money mengatakan, pemerintah setempat menganggap suku besar Yerisiam bukan masyarakat pemilik ulayat adat di kampung Sima, sehingga PT. Nabire Baru sama sekali tak peduli dan tak menghargai hak mereka. (Arjuna Pademme)

http://tabloidjubi.com/2015/03/04/laurenzus-kadepa-bupati-nabire-harus-buka-mata/#.VWrzD0quJ81.facebook

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Jayapura, Jubi-Anggota Komisi I DPR Papua bidang Pemerintahan, Politik,Hukum, dan HAM,Laurenzus Kadepa meminta Bupati Nabire, Isias Douw membuka mata, melihat masalah yang dihadapi Suku besar Yerisiam, pemilik tanah adat di wilayah Distrik Yaur, Kampung Sima, dan Kampung Wami, yang dijadikan lahan kelapa sawit PT. Nabire Baru.

    “Saya harap Bupati Nabire buka mata, melihat keluhan warga Yaro sebagai pemilik ulayat di mana perusahaan PT. Nabire Baru beroperasi. Jangan selalu korbankan masyarakat adat Papua untuk kepentingan para elit,” kata Kadepa ketika menghubungi Jubi via teleponnya, Rabu (4/3/2015).

    Katanya, pihak perusahaan belum membuat nota kesepahaman (MoU) dengan pemilik ulayat. Namun kini pemerintah setempat, sudah berencana mengeluarkan Hak Guna Usaha (HGU). Padahal area itu merupakan tanah adat Suku besar Yerisiam yang membawahi empat sub suku yaitu, Waoha, Akaba, Sarakwari dan Koroba.

    “Pemerintah tidak boleh keluarkan Hak Guna Usaha kepada PT Nabire Baru, perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di Yaro, Nabire,” ucap Kadepa.

    Kata legislator dari Daerah Pemilihan Nabire, Intan Jaya, Paniai, Deyai, Dogiyai, dan Mimika itu. Pernyataan Kepala Suku Waoha di Kabupaten Nabire, Imanuel Money yang menyebut pemerintah setempat membodohi dan membunuh masyarakatnya sendiri, benar adanya.

    “Saya sangat mendukung pernyataan kepala suku Waoha, yang menyebut “pemerintah sedang bunuh kami”. Itu kenyataannya. PemkaB Nabire harus mempertemukan masyarakat adat pemilik hak ulayat dengan Perusahaan, untuk mendengarkan keinginan masyarakat adat,” katanya.

    Sebelumnya, Kepala Suku Waoha di Kabupaten Nabire, Imanuel Money mengatakan, pemerintah setempat menganggap suku besar Yerisiam bukan masyarakat pemilik ulayat adat di kampung Sima, sehingga PT. Nabire Baru sama sekali tak peduli dan tak menghargai hak mereka. (Arjuna Pademme)

    http://tabloidjubi.com/2015/03/04/laurenzus-kadepa-bupati-nabire-harus-buka-mata/#.VWrzD0quJ81.facebook

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on