Hujan Es Selama 10 Hari, Warga di Distrik Agadugume Papua Kekurangan Pangan

0
314

Kampung Jiwot, Tuput dan Agadugume, Distrik Agadugume Kabupaten Puncak Jaya Papua, diterjang hujan es selama 10 hari. Hujan es mengakibatkan lahan pertanian milik warga rusak dan 10 ribu jiwa di kawasan tersebut kelaparan karena tanaman umbi-umbian dan sayuran di kebun warga membusuk dan akhirnya mati.

Wakil Bupati Puncak, Repinus Telenggen, dilansir nabire.net mengatakan, warga setempat saat ini hanya bertahan dengan mengkonsumi sayur pakis dan labu. Pemerintah Puncak, menurutnya, masih menunggu bantuan pesawat kecil dan heli untuk mengirim bantuan makanan seperti beras dan lainnya ke kabupaten Puncak.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Puncak, Yafet Magi mengatakan, hujan es mulai terjadi sejak tanggal 1 Juli hingga 10 Juli kemarin. Menurut Yafet, dalam sepekan pertama hujan es tidak deras dan hanya seperti hujan gerimis. Namun, setelah itu hujan es turun berbentuk butiran es padat.

“Awalnya hanya berbentuk hujan gerimis. Tapi setelah tanggal 7 Juli, hujan es berbentuk batu es yang menempel di tanaman. Akibatnya semua tanaman dan rumput-rumputan menjadi layu dan akhirnya mati,” kata Yafet yang dihubungi kontributor kompas.com di Jayapura melalui telepon selulernya, Minggu (12/7/2015).

“Mereka hidup dari hasil kebun berupa umbi-umbian dan sayuran, tapi sejak kejadian itu semua tanaman di kebun mereka membusuk dan mati. Mereka sempat menggali tanah mencari umbi-umbian yang tersisa. Tapi yang mereka dapat ubi yang sudah berair dan tidak dapat dimakan,” ujar Yafet.

Kendala Transportasi

Pasca-kejadian ini, Yafet mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Puncak dan sudah sempat mengirimkan bahan makanan dengan dua penerbangan pesawat jenis Pilatus Porter. Namun, menurutnya bantuan itu tak mencukupi mengingat kapasitas angkut pesawat hanya 800 kilogram sekali terbang.

“Kami sudah melaporkan kejadian ini ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua, dan kami menunggu bantuan dari mereka khususnya sarana transportasi yang cukup besar dan bisa terbang di medan yang cukup berat,” tutur Yafet.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Puncak, Yuli mengatakan, pihaknya sudah menyediakan bantuan bahan makanan dan obat-obatan untuk warga tiga kampung di Distrik Agadugume. Namun, ia mengaku kesulitan dalam hal transportasi karena landasan pacu di Distrik Agadugume sangat pendek dan hanya bisa didarati pesawat kecil jenis Pilatus Porter.

“Kami sudah mencoba mengajukan permohonan bantuan pesawat Heli milik Kodam XVII Cenderawasih. Namun, kami belum tahu apakah pesawat mereka bisa ke daerah tersebut,” kata Yuli melalui telepon selulernya, Minggu (12/7/2015) malam.

Fenomena Alam

Menanggapi fenomena hujan es ini, Kepala Sub Bidang Informasi Meteorologi Maritim BMKG, Ramlan menjelaskan bahwa fenomena itu mungkin terjadi di Papua karena ada lapisan es di Puncak Jaya. Selain itu, hujan es juga umumnya terjadi di masa pancaroba.

“Kalau di Papua kan memang ada es. Karena gunungnya kan tingginya 3000-4000 mdpl. Mungkin di sana PH-nya tinggi juga. Masih dilakukan pengecekan,” kata Ramlan.

Hujan es terjadi hampir setiap tahun di Kampung Jiwot, Tuput dan Agadugume, Distrik Agadugume kabupaten Puncak Jaya yang terletak di wilayah pegunungan tengah Papua. Namun hujan es yang terjadi awal bulan ini berlangsung cukup lama dan yang terburuk karena berakibat tanaman pertanian hingga rumput-rumputan mati.

(Arkilaus Baho)