Murphy Oil Corporation telah menjual kepemilikan sahamnya di Blok Semai IV dan Blok Wokam II yang statusnya masih baru kepada anak perusahaan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, yakni PT Saka Energi Indonesia.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Elan Biantoro mengatakan, kedua perusahaan masih dalam proses transfer saham. “Proses pengambilalihan kedua blok tersebut akan dilakukan secara business to business.”

Dengan demikian, Elan tidak dapat memastikan kapan peralihan tersebut akan selesai serta berapa jumlah saham yang akan dimiliki Saka Energi. “Belum tahu . Proses transfernya masih. Setelah hand over baru lapor SKK Migas,” tutur Elan di Jakarta, Kamis, 9 Juli 2015 malam.

Selama berinvestasi di Indonesia ada empat blok migas yang dikelola Murphy. Selain Blok Semai IV dan Wokam II dua lainnya adalah Blok South Barito di Kalimantan Selatan dan Blok Semai II di Papua Barat. Status keduanya kini dalam proses pengembalian ke negara.

Padahal, dua blok itu sudah beroperasi dan sudah dijalankan komitmen investasinya. “Semai II komitmennya sudah penuh, melakukan pengeboran dengan rekor sumur termahal di Indonesia. Sementara South Barito ada pengeboran yang belum penuh, tapi dia bersedia membayar. Tapi masih bingung kalau komitmen tidak dipenuhi membayar ke mana,” ujar Elan.

Proses Pengembalian

Hingga saat ini proses pengembalian kedua blok tersebut sebenarnya telah memakan waktu kurang lebih 10 bulan. Namun, Murphy masih mempertimbangkan untuk mempertahankan Blok Semai II. “Masih mempertimbangkan akan terus atau tidak. Akhirnya keputusan di pusat adalah melepas,” tambah Elan.

Elan menambahkan proses pengembalian blok kepada pemerintah harus melalui proses verifikasi data seismik. Pihaknya belum dapat memastikan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan proses pengembalian kedua blok tersebut termasuk verifikasi datanya kepada pemerintah. “Ya kurang lebih setahun lah,” katanya.

Perusahaan tersebut angkat kaki lantaran tidak menemukan cadangan migas yang ekonomis. Bahkan, menurut Elan, terdapat blok yang tidak terbukti cadangan migasnya. Elan tidak memungkiri suatu saat perusahaan akan kembali berinvestasi di Indonesia jika telah menemukan cadangan yang tepat.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan, Murphy Oil Corporation keluar dari Indonesia. Hal itu karena perusahaan minyak dan gas (migas) asal Amerika Serikat tersebut tidak menemukan cadangan migas yang ekonomis di Indonesia.

“Ternyata komitmen yang dijalankan tidak menemukan cadangan yang ekonomis sehingga dia (Murphy Oil Coproration) hengkang bukan karena apa-apa karena memang geologinya tidak mendukung yang dia cari,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat SKK Migas Elan Biantoro saat ditemui di acara Santos Buka Bersama dengan Media di Kantor Santos Indonesia, Ratu Plaza Office Tower Jakarta, Kamis (9/7/2015).

Ia mengatakan, Murphy Oil Corporation akan mengembalikan dua blok migas, yakni Blok Semai II di Papua Barat dan Blok South Barito di Kalimantan Selatan setelah ekplorasi tidak didapatkan adanya cadangan migas yang komersial.

Menurut dia, setelah melakukan survei seismik, salah satu kegiatan eksplorasi migas, Murphy Oil Corporation Blok South Barito mengetahui bahwa blok tersebut tidak memiliki prospek yang menarik untuk dilakukan pengeboran minyak.

“Kalau dibor ya enggak akan dapat sesuatu yang signifikan jadi dia akan mengembalikan. Jadi bukan karena waktu itu Indonesia harga minyaknya turun bukan, memang prospeknya di South Barito itu waktu itu dinilai oleh Murphy belum cukup ekonomis untuk skala mereka,” ujarnya.

Ia mengatakan, proses pengembalian tentu membutuhkan waktu yang cukup lama karena akan melakukan berbagai kegiatan antara lain mekanisme pengembalian melalui verifikasi data, pengembalian seluruh data dan pencatatan seluruh aset.

“Prosesnya memang lebih di South Barito itu adalah pengembalian datanya, data-data yang sudah didapatkan kan itu berdasarkan undang-undang itu milik negara jadi dia akan kembalikan, nah itu biasanya nanti itu ke SKK Migas, SKK Migas serahkan ke Pusdatim. Setelah data, aset-aset,” katanya.

Ia mengatakan, proses pengembalian Blok South Barito kepada pemerintah telah berjalan selama hampir sepuluh bulan dan masih akan berlanjut ke depannya hingga seluruh proses selesai.

“Sebetulnya sepuluh bulan itu untuk yang South Barito, kalau yang Semai II baru belum lama lah ya, cuma waktu itu masih pertimbangkan apakah terus (dilanjutkan), apa tidak. Akhirnya, keputusan di pusat di Amerika sana putuskan pamit,” tuturnya.

Elang menyebutkan, pihaknya belum dapat memastikan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan proses pengembalian kedua blok tersebut termasuk verifikasi datanya kepada pemerintah. “Ya kurang lebih setahun lah,” katanya.

Murphy, sebut dia, akan melepaskan seluruh blok garapannya di Indonesia. Meski demikian, lanjutnya, perusahaan minyak asal AS itu telah menjalankan komitmen dalam eksplorasi migas dengan baik.

“Tapi sebetulnya Murphy itu salah satu kontraktor yang komitmennya paling bagus. Dia (Murphy) kan pernah diberi award oleh SKK Migas. Dia menjalankan komitmennya meski kondisi minyak lagi turun,” ujarnya.

Ia menambahkan, Murphy Oil Corporation menggarap empat blok, namun dua blok dinyatakan tidak prospektif karena tidak ada cadangan migas yang ekonomis sedangkan dua blok lagi yakni Blok Semai IV dan Blok Wokam di Papua akan diserahkan ke PT Saka Energi Indonesia.

Proses pemindahan kepemilikan dua blok tersebut dari Murphy ke PT Saka Energi Indonesia juga masih dalam proses. “Jadi belum tahu karena proses transfernya juga masih dalam proses, setelah mereka hand over (pemindahtanganan) kan diserahkan lagi ke SKK Migas nanti,” katanya. Tak menutup kemungkinan Murphy kembali ke Indonesia jika pada saatnya perusahaan migas tersebut menemukan kembali potensi cadangan migas di Indonesia. (berbagai sumber)

(Arkilaus Baho)

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Murphy Oil Corporation telah menjual kepemilikan sahamnya di Blok Semai IV dan Blok Wokam II yang statusnya masih baru kepada anak perusahaan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, yakni PT Saka Energi Indonesia.

    Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Elan Biantoro mengatakan, kedua perusahaan masih dalam proses transfer saham. “Proses pengambilalihan kedua blok tersebut akan dilakukan secara business to business.”

    Dengan demikian, Elan tidak dapat memastikan kapan peralihan tersebut akan selesai serta berapa jumlah saham yang akan dimiliki Saka Energi. “Belum tahu . Proses transfernya masih. Setelah hand over baru lapor SKK Migas,” tutur Elan di Jakarta, Kamis, 9 Juli 2015 malam.

    Selama berinvestasi di Indonesia ada empat blok migas yang dikelola Murphy. Selain Blok Semai IV dan Wokam II dua lainnya adalah Blok South Barito di Kalimantan Selatan dan Blok Semai II di Papua Barat. Status keduanya kini dalam proses pengembalian ke negara.

    Padahal, dua blok itu sudah beroperasi dan sudah dijalankan komitmen investasinya. “Semai II komitmennya sudah penuh, melakukan pengeboran dengan rekor sumur termahal di Indonesia. Sementara South Barito ada pengeboran yang belum penuh, tapi dia bersedia membayar. Tapi masih bingung kalau komitmen tidak dipenuhi membayar ke mana,” ujar Elan.

    Proses Pengembalian

    Hingga saat ini proses pengembalian kedua blok tersebut sebenarnya telah memakan waktu kurang lebih 10 bulan. Namun, Murphy masih mempertimbangkan untuk mempertahankan Blok Semai II. “Masih mempertimbangkan akan terus atau tidak. Akhirnya keputusan di pusat adalah melepas,” tambah Elan.

    Elan menambahkan proses pengembalian blok kepada pemerintah harus melalui proses verifikasi data seismik. Pihaknya belum dapat memastikan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan proses pengembalian kedua blok tersebut termasuk verifikasi datanya kepada pemerintah. “Ya kurang lebih setahun lah,” katanya.

    Perusahaan tersebut angkat kaki lantaran tidak menemukan cadangan migas yang ekonomis. Bahkan, menurut Elan, terdapat blok yang tidak terbukti cadangan migasnya. Elan tidak memungkiri suatu saat perusahaan akan kembali berinvestasi di Indonesia jika telah menemukan cadangan yang tepat.

    Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan, Murphy Oil Corporation keluar dari Indonesia. Hal itu karena perusahaan minyak dan gas (migas) asal Amerika Serikat tersebut tidak menemukan cadangan migas yang ekonomis di Indonesia.

    “Ternyata komitmen yang dijalankan tidak menemukan cadangan yang ekonomis sehingga dia (Murphy Oil Coproration) hengkang bukan karena apa-apa karena memang geologinya tidak mendukung yang dia cari,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat SKK Migas Elan Biantoro saat ditemui di acara Santos Buka Bersama dengan Media di Kantor Santos Indonesia, Ratu Plaza Office Tower Jakarta, Kamis (9/7/2015).

    Ia mengatakan, Murphy Oil Corporation akan mengembalikan dua blok migas, yakni Blok Semai II di Papua Barat dan Blok South Barito di Kalimantan Selatan setelah ekplorasi tidak didapatkan adanya cadangan migas yang komersial.

    Menurut dia, setelah melakukan survei seismik, salah satu kegiatan eksplorasi migas, Murphy Oil Corporation Blok South Barito mengetahui bahwa blok tersebut tidak memiliki prospek yang menarik untuk dilakukan pengeboran minyak.

    “Kalau dibor ya enggak akan dapat sesuatu yang signifikan jadi dia akan mengembalikan. Jadi bukan karena waktu itu Indonesia harga minyaknya turun bukan, memang prospeknya di South Barito itu waktu itu dinilai oleh Murphy belum cukup ekonomis untuk skala mereka,” ujarnya.

    Ia mengatakan, proses pengembalian tentu membutuhkan waktu yang cukup lama karena akan melakukan berbagai kegiatan antara lain mekanisme pengembalian melalui verifikasi data, pengembalian seluruh data dan pencatatan seluruh aset.

    “Prosesnya memang lebih di South Barito itu adalah pengembalian datanya, data-data yang sudah didapatkan kan itu berdasarkan undang-undang itu milik negara jadi dia akan kembalikan, nah itu biasanya nanti itu ke SKK Migas, SKK Migas serahkan ke Pusdatim. Setelah data, aset-aset,” katanya.

    Ia mengatakan, proses pengembalian Blok South Barito kepada pemerintah telah berjalan selama hampir sepuluh bulan dan masih akan berlanjut ke depannya hingga seluruh proses selesai.

    “Sebetulnya sepuluh bulan itu untuk yang South Barito, kalau yang Semai II baru belum lama lah ya, cuma waktu itu masih pertimbangkan apakah terus (dilanjutkan), apa tidak. Akhirnya, keputusan di pusat di Amerika sana putuskan pamit,” tuturnya.

    Elang menyebutkan, pihaknya belum dapat memastikan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan proses pengembalian kedua blok tersebut termasuk verifikasi datanya kepada pemerintah. “Ya kurang lebih setahun lah,” katanya.

    Murphy, sebut dia, akan melepaskan seluruh blok garapannya di Indonesia. Meski demikian, lanjutnya, perusahaan minyak asal AS itu telah menjalankan komitmen dalam eksplorasi migas dengan baik.

    “Tapi sebetulnya Murphy itu salah satu kontraktor yang komitmennya paling bagus. Dia (Murphy) kan pernah diberi award oleh SKK Migas. Dia menjalankan komitmennya meski kondisi minyak lagi turun,” ujarnya.

    Ia menambahkan, Murphy Oil Corporation menggarap empat blok, namun dua blok dinyatakan tidak prospektif karena tidak ada cadangan migas yang ekonomis sedangkan dua blok lagi yakni Blok Semai IV dan Blok Wokam di Papua akan diserahkan ke PT Saka Energi Indonesia.

    Proses pemindahan kepemilikan dua blok tersebut dari Murphy ke PT Saka Energi Indonesia juga masih dalam proses. “Jadi belum tahu karena proses transfernya juga masih dalam proses, setelah mereka hand over (pemindahtanganan) kan diserahkan lagi ke SKK Migas nanti,” katanya. Tak menutup kemungkinan Murphy kembali ke Indonesia jika pada saatnya perusahaan migas tersebut menemukan kembali potensi cadangan migas di Indonesia. (berbagai sumber)

    (Arkilaus Baho)

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on