Emiten properti PT Ciputra Surya Tbk., memutuskan untuk menunda proyek di kawasan Entrop, Jayapura, Provinsi Papua. Keputusan tersebut diambil seiring proses perizinan yang belum rampung.

Proyek bertajuk CitraLand Jayapura tersebut, merupakan satu dari lima proyek yang sedianya dikembangkan tahun ini. Empat lainnya adalah Ciputra Office at Ciputra World Surabaya, CitraLand Lampung, CitraGrand Kendari, dan CitraLand City Losari, Makassar.

Menurut Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan PT Ciputra Surya Tbk., Nanik J Santoso, CitraLand Jayapura masih dalam proses perizinan. Karena sulit ditebak kepastian rampungnya, maka CitraLand Jayapura kemungkinan akan mulai digarap pada 2016 mendatang.

“Perizinan sulit ditebak waktunya. Di tengah jalan muncul masalah yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Kami taat izin, menunggu semua selesai, baru bangun,” ujar Nanik kepada Kompas.com, usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Selasa (30/6/2015).

Direktur Utama PT Ciputra Surya, Harun Hajadi menambahkan, walaupun pemerintah provinsi sudah mencanangkan proses perizinan satu atap lengkap dengan layanan efektif dan efisien, namun kenyataannya di lapangan sangat jauh berbeda.

“Implementasi tidak semudah wacana. Perizinan tetap rumit dan butuh waktu panjang,” ungkap Harun.

Dia menambahkan, perizinan lainnya yang masih dalam proses adalah CitraLand City Losari Makassar. Berbeda dengan CitraLand Jayapura, proyek reklamasi di Makassar ini sudah sesuai target meski masih harus menunggu izin pelaksanaan reklamasi.

“Izin pelaksanaan reklamasi belum terbit karena ada revisi analisis mengenai dampak lingkungan (amdal),” kata Harun seraya mengharapkan semua perizinan selesai akhir tahun ini.

CitraLand Jayapura akan dikembangkan di atas lahan seluas 41 hektar melalui skema kerjasama operasi. Rencananya, rumah-rumah di sini akan dipasarkan seharga Rp 600 juta hingga Rp 2 miliar per unit.

Kinerja

Hingga akhir Juni 2015, PT Ciputra Surya Tbk membukukan penjualan marketing (marketing sales) senilai Rp 1,3 triliun dari target Rp 2,8 triliun. Sementara kinerja sepanjang 2014, Ciputra Surya mampu mencetak kenaikan pendapatan 36 persen menjadi Rp 1,71 triliun dibandingkan tahun 2013 sebesar Rp 1,26 triliun.

Peningkatan juga terjadi pada segmen laba bersih 31 persen lebih tinggi dari tahun sebelumnya Rp 399 miliar menjadi Rp 522 miliar. Sementara penjualan marketing 2014 merosot drastis 48 persen menjadi Rp 1,81 triliun dari sebelumnya Rp 3,23 triliun.

http://properti.kompas.com/read/2015/07/01/150000821/Ciputra.Tunda.Proyek.di.Papua

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Emiten properti PT Ciputra Surya Tbk., memutuskan untuk menunda proyek di kawasan Entrop, Jayapura, Provinsi Papua. Keputusan tersebut diambil seiring proses perizinan yang belum rampung.

    Proyek bertajuk CitraLand Jayapura tersebut, merupakan satu dari lima proyek yang sedianya dikembangkan tahun ini. Empat lainnya adalah Ciputra Office at Ciputra World Surabaya, CitraLand Lampung, CitraGrand Kendari, dan CitraLand City Losari, Makassar.

    Menurut Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan PT Ciputra Surya Tbk., Nanik J Santoso, CitraLand Jayapura masih dalam proses perizinan. Karena sulit ditebak kepastian rampungnya, maka CitraLand Jayapura kemungkinan akan mulai digarap pada 2016 mendatang.

    “Perizinan sulit ditebak waktunya. Di tengah jalan muncul masalah yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Kami taat izin, menunggu semua selesai, baru bangun,” ujar Nanik kepada Kompas.com, usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Selasa (30/6/2015).

    Direktur Utama PT Ciputra Surya, Harun Hajadi menambahkan, walaupun pemerintah provinsi sudah mencanangkan proses perizinan satu atap lengkap dengan layanan efektif dan efisien, namun kenyataannya di lapangan sangat jauh berbeda.

    “Implementasi tidak semudah wacana. Perizinan tetap rumit dan butuh waktu panjang,” ungkap Harun.

    Dia menambahkan, perizinan lainnya yang masih dalam proses adalah CitraLand City Losari Makassar. Berbeda dengan CitraLand Jayapura, proyek reklamasi di Makassar ini sudah sesuai target meski masih harus menunggu izin pelaksanaan reklamasi.

    “Izin pelaksanaan reklamasi belum terbit karena ada revisi analisis mengenai dampak lingkungan (amdal),” kata Harun seraya mengharapkan semua perizinan selesai akhir tahun ini.

    CitraLand Jayapura akan dikembangkan di atas lahan seluas 41 hektar melalui skema kerjasama operasi. Rencananya, rumah-rumah di sini akan dipasarkan seharga Rp 600 juta hingga Rp 2 miliar per unit.

    Kinerja

    Hingga akhir Juni 2015, PT Ciputra Surya Tbk membukukan penjualan marketing (marketing sales) senilai Rp 1,3 triliun dari target Rp 2,8 triliun. Sementara kinerja sepanjang 2014, Ciputra Surya mampu mencetak kenaikan pendapatan 36 persen menjadi Rp 1,71 triliun dibandingkan tahun 2013 sebesar Rp 1,26 triliun.

    Peningkatan juga terjadi pada segmen laba bersih 31 persen lebih tinggi dari tahun sebelumnya Rp 399 miliar menjadi Rp 522 miliar. Sementara penjualan marketing 2014 merosot drastis 48 persen menjadi Rp 1,81 triliun dari sebelumnya Rp 3,23 triliun.

    http://properti.kompas.com/read/2015/07/01/150000821/Ciputra.Tunda.Proyek.di.Papua

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on