Bangli, (Antara)-Pelapor Khusus PBB untuk Hak-Hak Masyarakat Adat Victoria Tauli-Corpuz menilai konflik lahan merupakan masalah utama yang dihadapi masyarakat adat di Indonesia.

“Dari laporan yang saya terima dan dari pengamatan langsung saat saya berkunjung, memang konflik lahan adalah masalah utama yang dihadapi masyarakat adat di Indonesia,” kata Tauli-Corpuz kepada Antara dalam wawancara di acara pembukaan Peringatan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia (HIMAS) di kawasan Danau Batur, Bangli, Bali, Minggu petang.

Menurut Tauli-Corpuz, komitmen pemerintah sebagai penyelenggara negara untuk melaksanakan Dokumen Hasil Konferensi Masyarakat Sedunia yang digelar Majelis Umum PBB pada 2014 demi terwujudnya Deklarasi PBB untuk Masyarakat Adat dan mempromosikan perhatian masyarakat di berbagai sektor terkait hak-hak masyarakat adat.

Oleh karena itu, pelapor khusus PBB tersebut menyambut gembira adanya Keputusan MK No 35 tentang pengakuan hak tanah ulayat sebagai milik masyarakat adat di Indonesia.

Keputusan MK tersebut diharapkan akan menjadi pedoman dalam melakukan rekonsiliasi dan pemenuhan hak-hak masyarakat adat di Indonesia.

“Kami sangat menantikan keputusan Mahkamah Konstitusi itu segera diimplementasikan,” kata Tauli-Corpuz.

Tauli-Corpuz mengunjungi Indonesia dalam kapasitasnya sebagai pelapor PBB pada 2014, dan dia mengunjungi Pulau Lombok, Sumatera, Jawa, dan Madura.

Peringatan HIMAS 9 Agustus ditetapkan PBB pada 1994 dan pada 2014, Indonesia termasuk negara peserta konsensus yang menyetujui dokumen hasil tentang pengakuan dan pemenuhan hak-hak masyarakat adat.

PBB mengambil tema “Memastikan Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat Adat” sebagai refleksi peringatan HIMAS 2015.

Di Indonesia, perayaan HIMAS 2015 dipusatkan di kawasan Danau Batur dengan penyelenggaraan Festival Nusantara dari 8-17 Agustus 2015.

Peringatan HIMAS dan Festival Nusantara 2015 diselenggarakan oleh Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bangli dan Pemerintah Provinsi Bali.

Rangkaian acara peringatan HIMAS dan Festival Nusantara 2015 dimeriahkan dengan sarasehan budaya, pentas seni dan musik adat, yoga, dan meditasi bersama.

http://sumbar.antaranews.com/berita/154533/konflik-lahan-masalah-utama-masyarakat-adat-indonesia.html

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Bangli, (Antara)-Pelapor Khusus PBB untuk Hak-Hak Masyarakat Adat Victoria Tauli-Corpuz menilai konflik lahan merupakan masalah utama yang dihadapi masyarakat adat di Indonesia.

    “Dari laporan yang saya terima dan dari pengamatan langsung saat saya berkunjung, memang konflik lahan adalah masalah utama yang dihadapi masyarakat adat di Indonesia,” kata Tauli-Corpuz kepada Antara dalam wawancara di acara pembukaan Peringatan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia (HIMAS) di kawasan Danau Batur, Bangli, Bali, Minggu petang.

    Menurut Tauli-Corpuz, komitmen pemerintah sebagai penyelenggara negara untuk melaksanakan Dokumen Hasil Konferensi Masyarakat Sedunia yang digelar Majelis Umum PBB pada 2014 demi terwujudnya Deklarasi PBB untuk Masyarakat Adat dan mempromosikan perhatian masyarakat di berbagai sektor terkait hak-hak masyarakat adat.

    Oleh karena itu, pelapor khusus PBB tersebut menyambut gembira adanya Keputusan MK No 35 tentang pengakuan hak tanah ulayat sebagai milik masyarakat adat di Indonesia.

    Keputusan MK tersebut diharapkan akan menjadi pedoman dalam melakukan rekonsiliasi dan pemenuhan hak-hak masyarakat adat di Indonesia.

    “Kami sangat menantikan keputusan Mahkamah Konstitusi itu segera diimplementasikan,” kata Tauli-Corpuz.

    Tauli-Corpuz mengunjungi Indonesia dalam kapasitasnya sebagai pelapor PBB pada 2014, dan dia mengunjungi Pulau Lombok, Sumatera, Jawa, dan Madura.

    Peringatan HIMAS 9 Agustus ditetapkan PBB pada 1994 dan pada 2014, Indonesia termasuk negara peserta konsensus yang menyetujui dokumen hasil tentang pengakuan dan pemenuhan hak-hak masyarakat adat.

    PBB mengambil tema “Memastikan Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat Adat” sebagai refleksi peringatan HIMAS 2015.

    Di Indonesia, perayaan HIMAS 2015 dipusatkan di kawasan Danau Batur dengan penyelenggaraan Festival Nusantara dari 8-17 Agustus 2015.

    Peringatan HIMAS dan Festival Nusantara 2015 diselenggarakan oleh Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bangli dan Pemerintah Provinsi Bali.

    Rangkaian acara peringatan HIMAS dan Festival Nusantara 2015 dimeriahkan dengan sarasehan budaya, pentas seni dan musik adat, yoga, dan meditasi bersama.

    http://sumbar.antaranews.com/berita/154533/konflik-lahan-masalah-utama-masyarakat-adat-indonesia.html

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on