Jayapura, Jubi–Mahasiswa asal Kabupaten Intan Jaya, Papua yang berada di dalam wadah Gerakan Pelajar dan Mahasiswa Peduli Kabupaten Intan Jaya (GPMPI) melakukan aksi damai agar dana pendidikan yang selama ini “dikancing” oleh Pemerintah Daerah setempat segera dicairkan, mendapatkan perlakuan tidak layak dari Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni. Bupati ini justru memukul mahasiswa yang berdemo dan memerintahkan Brimob yang ada di tempat aksi untuk membubarkan massa, Senin (17/8/2015) lalu.

Melalui release yang diterima Jubi, Kamis (27/8/2015), Ketua GPMPI, Fictor Belau mengatakan, pihaknya melakukan aksi demonstrasi tersebut sebagai tindak lanjut dari aksi sebelumnya pada tanggal 25 Februari 2015 lalu di kantor Gubernur Papua. Aksi ini diterima oleh Asisten II Setda Papua, Doren Wakerkwa yang mengatakan aksi tersebut salah tempat.

Baca Juga:
Polisi Keroyok dan Tahan Jominus Tinal Usai Upacara 17 Agustus di Ilaga Puncak Papua

“Adik-adik mahasiswa salah tempat. Jadi adik-adik naik demo di Intan Jaya,” kata ketua GPMPI, Fictor Belau menirukan ucapan Doren Wakerkwa kala itu.

Dijelaskan Belau, karenanya beberapa waktu lalu pihaknya melakukan aksi di Bandar Udara Nabire, namun saat itu dua anggota DPRD Kabupaten Intan Jaya, Thomas Duwitau dan Jebedius Selegani mengatakan dana bantuan beasiswa mahasiswa diurus oleh Kabag Kesejahteran Sosial.

“Kami DPRD akan sampaikan aspirasi adik-adik ke Kabag Kesra,” ucap dua anggota DPRD Intan Jaya ini, saat bertemu para mahasiswa.

Ia mengatakan, karena beasiswa belum diberikan, pihaknya melakukan aksi demo damai pertama tanggal 17 Agustus 2015 sore di Bandara Soko Paki, Intan Jaya. Tujuannya aksi ini adalah meminta informasi tentang beasiswa. Tapi belum sempat aksi demo dilakukan, Bupati setempat memerintahkan anggota Brimob untuk memukul para mahasiswa di bandara Soko Paki.

Di saat yang bersamaan, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi, Piter Tabuni, Sekwan DPRD Neno Tabuni, Kabag Kesra, Titus Agimbau, dan Kepala Dinas Kependudukan mengambil batu dan melempar mahasiswa untuk membubarkan aksi tersebut.

Akibatnya sekitar 14 mahasiswa yang hendak melakukan aksi demo ini terluka. Para mahasiswa yang terluka ini adalah :

Melianus Duwitau : Memar di pipi dan tangan patah

Tianus Bagau           : Tangan bengkak, pipi memar dan mulut darah

Elias Mujijau           : Telinga darah dan kepala bengkak

Ficki Belau             : Testa pecah, rahang kiri-kanan bengkak dan kening pecah

Raimun Ugipa           : Kepala bocor dan rahang kiri-kanan pecah.

Amos Dendegau           : Tangan bengkok

Benyamin kobogau       : Gigi patah

Merkias Tipagau         : Gigi dalam patah

Deselinus Sani        : Gigi patah

Nikanol Miagoni         : Kepala belakang lecet, kepala bocor tangan kiri kanan patah.

Aten Japugau           : Telinga darah dan kepala darah.

Dominikus Dendegau     : Bibir pecah dan telinga robek.

Daniel Hagimuni       : Rahang bengkak.

Venus Sondegau         : Rahang kiri kanan patah, gigi patah, pipi bengkak tangan lecet.

Mahasiswa lainnya, Rufinus Japugau mengatakan sikap para pejabat Intan Jaya ini sangat kekanak-kanakan.

“Mahasiswa sudah menang dan Pemda Intan Jaya sudah kalah, karena sikap pemerintah daerah ibarat anak-anak kecil dan belum dewasa. Kalau pemimpin itu harus main otak bukan main fisik. Jadi kami (GPMPI) menyatakan tanggal 18 Agustus tahun 2015 adalah hari bersejarah dan hari kemenangan bagi mahasiswa Intan Jaya dan hari kekalaan Pemda Intan Jaya,” ujar Rufinus.

Bupati Kabupaten Intan Jaya, Natalis Tabuni, ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler terkait aksi pemukulan terhadap mahasiswa, tidak memberikan tanggapan. Beberapa pesan singkat yang dikirim juga tak direspon. (Abeth You)

http://tabloidjubi.com/2015/08/28/memalukan-pejabat-intan-jaya-ramai-ramai-lempari-mahasiswa-dengan-batu/

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Jayapura, Jubi–Mahasiswa asal Kabupaten Intan Jaya, Papua yang berada di dalam wadah Gerakan Pelajar dan Mahasiswa Peduli Kabupaten Intan Jaya (GPMPI) melakukan aksi damai agar dana pendidikan yang selama ini “dikancing” oleh Pemerintah Daerah setempat segera dicairkan, mendapatkan perlakuan tidak layak dari Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni. Bupati ini justru memukul mahasiswa yang berdemo dan memerintahkan Brimob yang ada di tempat aksi untuk membubarkan massa, Senin (17/8/2015) lalu.

    Melalui release yang diterima Jubi, Kamis (27/8/2015), Ketua GPMPI, Fictor Belau mengatakan, pihaknya melakukan aksi demonstrasi tersebut sebagai tindak lanjut dari aksi sebelumnya pada tanggal 25 Februari 2015 lalu di kantor Gubernur Papua. Aksi ini diterima oleh Asisten II Setda Papua, Doren Wakerkwa yang mengatakan aksi tersebut salah tempat.

    Baca Juga:
    Polisi Keroyok dan Tahan Jominus Tinal Usai Upacara 17 Agustus di Ilaga Puncak Papua

    “Adik-adik mahasiswa salah tempat. Jadi adik-adik naik demo di Intan Jaya,” kata ketua GPMPI, Fictor Belau menirukan ucapan Doren Wakerkwa kala itu.

    Dijelaskan Belau, karenanya beberapa waktu lalu pihaknya melakukan aksi di Bandar Udara Nabire, namun saat itu dua anggota DPRD Kabupaten Intan Jaya, Thomas Duwitau dan Jebedius Selegani mengatakan dana bantuan beasiswa mahasiswa diurus oleh Kabag Kesejahteran Sosial.

    “Kami DPRD akan sampaikan aspirasi adik-adik ke Kabag Kesra,” ucap dua anggota DPRD Intan Jaya ini, saat bertemu para mahasiswa.

    Ia mengatakan, karena beasiswa belum diberikan, pihaknya melakukan aksi demo damai pertama tanggal 17 Agustus 2015 sore di Bandara Soko Paki, Intan Jaya. Tujuannya aksi ini adalah meminta informasi tentang beasiswa. Tapi belum sempat aksi demo dilakukan, Bupati setempat memerintahkan anggota Brimob untuk memukul para mahasiswa di bandara Soko Paki.

    Di saat yang bersamaan, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi, Piter Tabuni, Sekwan DPRD Neno Tabuni, Kabag Kesra, Titus Agimbau, dan Kepala Dinas Kependudukan mengambil batu dan melempar mahasiswa untuk membubarkan aksi tersebut.

    Akibatnya sekitar 14 mahasiswa yang hendak melakukan aksi demo ini terluka. Para mahasiswa yang terluka ini adalah :

    Melianus Duwitau : Memar di pipi dan tangan patah

    Tianus Bagau           : Tangan bengkak, pipi memar dan mulut darah

    Elias Mujijau           : Telinga darah dan kepala bengkak

    Ficki Belau             : Testa pecah, rahang kiri-kanan bengkak dan kening pecah

    Raimun Ugipa           : Kepala bocor dan rahang kiri-kanan pecah.

    Amos Dendegau           : Tangan bengkok

    Benyamin kobogau       : Gigi patah

    Merkias Tipagau         : Gigi dalam patah

    Deselinus Sani        : Gigi patah

    Nikanol Miagoni         : Kepala belakang lecet, kepala bocor tangan kiri kanan patah.

    Aten Japugau           : Telinga darah dan kepala darah.

    Dominikus Dendegau     : Bibir pecah dan telinga robek.

    Daniel Hagimuni       : Rahang bengkak.

    Venus Sondegau         : Rahang kiri kanan patah, gigi patah, pipi bengkak tangan lecet.

    Mahasiswa lainnya, Rufinus Japugau mengatakan sikap para pejabat Intan Jaya ini sangat kekanak-kanakan.

    “Mahasiswa sudah menang dan Pemda Intan Jaya sudah kalah, karena sikap pemerintah daerah ibarat anak-anak kecil dan belum dewasa. Kalau pemimpin itu harus main otak bukan main fisik. Jadi kami (GPMPI) menyatakan tanggal 18 Agustus tahun 2015 adalah hari bersejarah dan hari kemenangan bagi mahasiswa Intan Jaya dan hari kekalaan Pemda Intan Jaya,” ujar Rufinus.

    Bupati Kabupaten Intan Jaya, Natalis Tabuni, ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler terkait aksi pemukulan terhadap mahasiswa, tidak memberikan tanggapan. Beberapa pesan singkat yang dikirim juga tak direspon. (Abeth You)

    http://tabloidjubi.com/2015/08/28/memalukan-pejabat-intan-jaya-ramai-ramai-lempari-mahasiswa-dengan-batu/

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on