Yogyakarta, Jubi–Pemerintah akan membuka lahan di 12.000 desa untuk menunjang ketahanan pangan dan reformasi agraria. Lahan yang diperuntukkan bagi transmigran itu paling luas terdapat di wilayah Indonesia Timur.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes), Marwan Jafar, mengatakan banyak transmigran yang berhasil meraih sukses karena bersinergi dengan masyarakat setempat.

Dia pun yakin para transmigran bisa turut serta memberikan kontribusi dalam membangun Indonesia dari pinggiran.

“Beberapa daerah tujuan transmigrasi banyak peminatnya. Kalau dicek mayoritas transmigran kita sukses. Kita akan buka lahan seluas-luasnya, sebagian akan digunakan dalam rangka pemetaan daerah perbatasan,” katanya Marwan Jafar, di Jakarta, seperti dikutip dari Harian Sindo, Selasa (25/8/2015).

Kata Jafar, kementriannya akan mengembangankan kawasan transmigrasi mandiri di 122 daerah tertinggal. Sebaran desa berpotensi di kawasan Indonesia Timur, antara lain 12 kabupaten di Kalimantan, 18 kabupaten di Sulawesi, 26 kabupaten di Nusa Tenggara Timur, 14 kabupaten di Maluku, dan 33 kabupaten di Papua.

“Selain itu, 19 kabupaten di Sumatera dan Jawa, serta 6 kabupaten di Bali,” katanya.

Pengembangan transmigrasi bukan hanya pembukaan lahan namun kawasan itu juga akan digenjot pembangunan infrastruktur dan pengelolaan potensi lainnya.

Dalam program ini, kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi juga memerankan fungsi koordinasi dengan kementrian atau lembaga lain maupun dengan provinsi dan kabupaten untuk mengentaskan ketertinggalan daerah. Pembukaan lahan di 12.000 desa itu adalah untuk reformasi agraria.

Sementara itu, anggota Komisi II DPR RI, Arif Wibowo minta pemerintah segera mengurus lahan transmigrasi yang tumpang tindih. Sebab, banyak transmigran yang sudah sampai ke lokasi malah bertikai dengan masyarakat setempat yang mengklaim tanah itu masih miliknya.

“Bentuk transmigrasi berpola pertanian, maritim, atau perkebunan. Jangan sampai satu lokasi disamakan dengan lokasi lainnya,” katanya. (Arnold Belau)

http://tabloidjubi.com/2015/08/27/pemerintah-buka-12-ribu-desa-untuk-transmigrasi/

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Yogyakarta, Jubi–Pemerintah akan membuka lahan di 12.000 desa untuk menunjang ketahanan pangan dan reformasi agraria. Lahan yang diperuntukkan bagi transmigran itu paling luas terdapat di wilayah Indonesia Timur.

    Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes), Marwan Jafar, mengatakan banyak transmigran yang berhasil meraih sukses karena bersinergi dengan masyarakat setempat.

    Dia pun yakin para transmigran bisa turut serta memberikan kontribusi dalam membangun Indonesia dari pinggiran.

    “Beberapa daerah tujuan transmigrasi banyak peminatnya. Kalau dicek mayoritas transmigran kita sukses. Kita akan buka lahan seluas-luasnya, sebagian akan digunakan dalam rangka pemetaan daerah perbatasan,” katanya Marwan Jafar, di Jakarta, seperti dikutip dari Harian Sindo, Selasa (25/8/2015).

    Kata Jafar, kementriannya akan mengembangankan kawasan transmigrasi mandiri di 122 daerah tertinggal. Sebaran desa berpotensi di kawasan Indonesia Timur, antara lain 12 kabupaten di Kalimantan, 18 kabupaten di Sulawesi, 26 kabupaten di Nusa Tenggara Timur, 14 kabupaten di Maluku, dan 33 kabupaten di Papua.

    “Selain itu, 19 kabupaten di Sumatera dan Jawa, serta 6 kabupaten di Bali,” katanya.

    Pengembangan transmigrasi bukan hanya pembukaan lahan namun kawasan itu juga akan digenjot pembangunan infrastruktur dan pengelolaan potensi lainnya.

    Dalam program ini, kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi juga memerankan fungsi koordinasi dengan kementrian atau lembaga lain maupun dengan provinsi dan kabupaten untuk mengentaskan ketertinggalan daerah. Pembukaan lahan di 12.000 desa itu adalah untuk reformasi agraria.

    Sementara itu, anggota Komisi II DPR RI, Arif Wibowo minta pemerintah segera mengurus lahan transmigrasi yang tumpang tindih. Sebab, banyak transmigran yang sudah sampai ke lokasi malah bertikai dengan masyarakat setempat yang mengklaim tanah itu masih miliknya.

    “Bentuk transmigrasi berpola pertanian, maritim, atau perkebunan. Jangan sampai satu lokasi disamakan dengan lokasi lainnya,” katanya. (Arnold Belau)

    http://tabloidjubi.com/2015/08/27/pemerintah-buka-12-ribu-desa-untuk-transmigrasi/

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on