Solopos.com, PEKANBARUJajaran Polda Riau menetapkan PT Alam Sari Lestari perusahan perkebunan kelapa sawit sebagai tersangka pembakar hutan dan lahan.

Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo mengatakan perusahaan perkebunan sawit tersebut dinyatakan lalai atau sengaja membakar 116 hektare lahan di Kabupaten Indragiri Hulu. Lahan tersebut masih berada dalam kawasan hutan. Polisi segera menetapkan jajaran direksi perusahaan itu sebagai tersangka.

“Korporasi sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kami masih menunggu hasil keterangan saksi ahli untuk menetapkan jajaran direksi sebagai tersangka perorangan,” ungkapnya, Rabu (28/10/2015).

Penyidik telah mengirimkan berkas dan menunggu arahan dari pihak Kejaksaan Tinggi Riau. Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Humas Kejati Riau. “Pihak kami tengah meneliti berkas untuk memberikan arahan kepada pihak penyidik,” katanya.

PT ASL disangkakan melanggar Pasal 108 dam Pasal 69 ayat (1) huruf h atau Pasal 98 ayat (1) (2) atau Pasal 99 (1), (2) UU No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Setelah menatapkan jajaran direksi, selanjtunya kasus ini masuk keproses persidangan untuk dijatuhi hukuman pidana. Pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga akan memberikan sangsi administrasi, seperti pencabutan izin.

Sebelumnya, Polda Riau telah menetapkan dua perusahaan sebagai tersangka pembakar hutan dan lahan. Penyidik telah menangkap masing-masing jajaran direksi. Pertama, polisi menangkap Frans Katihotang, Direktur Utama PT Langgam Inti Hibrindo. Perusahaan ini membakar ratusan hektare lahan di Kabupaten Pelalawan.

Kemudian, tiga orang dari Direksi PT Palm Lestari Makmur yaitu dengan inisial IJP sebagai Direktur Utama warga negara Indonesia, EJP sebagai Manajer Operasional berkewarganegaraan Malaysia, dan NMK sebagai Manajer Finansial berkewarganegaraan India. Mereka dinyatakan sengaja atau lalai membakar 39 hektare lahan yang merupakan kawasan hutan di Kabupaten Indragiri Hulu.

Polda Riau masih memeriksa 15 perusahaan yang masuk dalam ranah penyidikan. Selain itu, 67 orang ditetapkan sebagai pembakar hutan dan lahan di sepanjang tahun ini.

http://www.solopos.com/2015/10/28/kabut-asap-pt-alam-sari-lestari-jadi-tersangka-pembakar-hutan-dan-lahan-656260

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Solopos.com, PEKANBARUJajaran Polda Riau menetapkan PT Alam Sari Lestari perusahan perkebunan kelapa sawit sebagai tersangka pembakar hutan dan lahan.

    Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo mengatakan perusahaan perkebunan sawit tersebut dinyatakan lalai atau sengaja membakar 116 hektare lahan di Kabupaten Indragiri Hulu. Lahan tersebut masih berada dalam kawasan hutan. Polisi segera menetapkan jajaran direksi perusahaan itu sebagai tersangka.

    “Korporasi sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kami masih menunggu hasil keterangan saksi ahli untuk menetapkan jajaran direksi sebagai tersangka perorangan,” ungkapnya, Rabu (28/10/2015).

    Penyidik telah mengirimkan berkas dan menunggu arahan dari pihak Kejaksaan Tinggi Riau. Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Humas Kejati Riau. “Pihak kami tengah meneliti berkas untuk memberikan arahan kepada pihak penyidik,” katanya.

    PT ASL disangkakan melanggar Pasal 108 dam Pasal 69 ayat (1) huruf h atau Pasal 98 ayat (1) (2) atau Pasal 99 (1), (2) UU No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

    Setelah menatapkan jajaran direksi, selanjtunya kasus ini masuk keproses persidangan untuk dijatuhi hukuman pidana. Pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga akan memberikan sangsi administrasi, seperti pencabutan izin.

    Sebelumnya, Polda Riau telah menetapkan dua perusahaan sebagai tersangka pembakar hutan dan lahan. Penyidik telah menangkap masing-masing jajaran direksi. Pertama, polisi menangkap Frans Katihotang, Direktur Utama PT Langgam Inti Hibrindo. Perusahaan ini membakar ratusan hektare lahan di Kabupaten Pelalawan.

    Kemudian, tiga orang dari Direksi PT Palm Lestari Makmur yaitu dengan inisial IJP sebagai Direktur Utama warga negara Indonesia, EJP sebagai Manajer Operasional berkewarganegaraan Malaysia, dan NMK sebagai Manajer Finansial berkewarganegaraan India. Mereka dinyatakan sengaja atau lalai membakar 39 hektare lahan yang merupakan kawasan hutan di Kabupaten Indragiri Hulu.

    Polda Riau masih memeriksa 15 perusahaan yang masuk dalam ranah penyidikan. Selain itu, 67 orang ditetapkan sebagai pembakar hutan dan lahan di sepanjang tahun ini.

    http://www.solopos.com/2015/10/28/kabut-asap-pt-alam-sari-lestari-jadi-tersangka-pembakar-hutan-dan-lahan-656260

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on