31 Anak Meninggal Karena Tak Ada Medis, Dinkes Sibuk Dengan Kantor Mewah

1
298
http://www.ilps.info/images/stories/ilps-flag-rally_nov2015.jpg

HarianPapua – Nasib naas menimpa lebih dari 31 anak bawah umur di Kabupaten Nduga yang dilaporkan meninggal dunia secara tiba-tiba sepanjang bulan ini.

Dari laporan yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nduga, Mesak Kogoya, ada dugaan anak-anak ini menjadi korban karena minimnya sarana medis yang mampu menjangkau mereka di saat-saat krisis atau sedang sakit.

Menurutnya, saat ini di Nduga sudah tersedia puskesmas dan dokter yang bertugas. Namun karena jumlahnya tak banyak, serta jarak dari satu distrik ke distrik lainnya yang sangat jauh, kebanyakan dari dokter-dokter ini tidak dapat membagi waktu.

“Ini mengakibatkan petugas yang ada tak mampu menjangkau semua kampung. Karena saat petugas berada di kampung yang satu, di kampung lainnya terjadi kematian,” ungkap dia.

Ironisnya, masalah yang cukup serius bagi anak-anak Papua terkait kesehatan ini justru tidak diketahui sama sekali oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua. Informasi baru sampai ke pusat justru setelah ramai dibahas di media massa.

“Sebelumnya tak ada laporan, bahkan Bupati Nduga yang kami konfirmasi juga belum menerima laporan,” ujar Aloysius Giyai, Kepala Dinkes Provinsi Papua, Selasa (24/11) kemarin di Jayapura.

Aloysius menyampaikan saat ini sudah ada tim yang dikirim dari Dinkes Papua untuk langsung menyelidiki apa yang sebenarnya menjadi penyebab meninggalnya anak-anak ini.

Dinkes Papua saat ini sedang bersiap untuk merampungkan penyelesaian kantor super mewah yang rencananya selesai akhir tahun ini.

http://www.harianpapua.com/20151125/2402-31-anak-meninggal-karena-tak-ada-medis-dinkes-sibuk-dengan-kantor-mewah.html