By Media Papua on 20/11/2015 Metropolis

Manokwari, Mediapapua.com- Ketua Komisi A DPRD, Manokwari, Ayu Humairah Bataray, mendorong pemda Manokwari, untuk membuat rumah singgah bagi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Menurutnya, rumah singgah penting, sebagai wadah konseling bagi korban untuk memulihkan fisik maupun psikis. “Berdasarkan informasi dari Badan Pemberdayaan Perempuan, KDRT di Manokwari terus meningkat, sehingga adanya rumah singgah, maka dapat dijadikan tempat tinggal sementara. Apalagi bagi setiap korban tentu harus dipisahkan dari pihak yang bermasalah,”ujarnya.

Dikatakan, korban KDRT harus menjadi tanggung jawab pemerintah, agar nantinya mereka dapat didampingi oleh tenaga konseling hingga pulih dari trauma yang dialami. ”Tenaga konseling kita kan ada. Memang selama ini SKPD terkait belum pernah mengusulkan itu, sehingga kami mendorong agar tahun 2016 itu bisa dimasukan,”ungkapnya.

Sementara itu, jumlah korban KDRT ditahun 2015 telah mencapai 80 orang. Kasus ini dipicu oleh beberapa permasalahan baik ekonomi maupun social. Permasalahan KDRT, rawan dialami oleh ibu dan anak.(mp-12)

http://mediapapua.com/metropolis/angka-kdrt-meningkat-manokwari-butuh-rumah-singgah/

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    By Media Papua on 20/11/2015 Metropolis

    Manokwari, Mediapapua.com- Ketua Komisi A DPRD, Manokwari, Ayu Humairah Bataray, mendorong pemda Manokwari, untuk membuat rumah singgah bagi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

    Menurutnya, rumah singgah penting, sebagai wadah konseling bagi korban untuk memulihkan fisik maupun psikis. “Berdasarkan informasi dari Badan Pemberdayaan Perempuan, KDRT di Manokwari terus meningkat, sehingga adanya rumah singgah, maka dapat dijadikan tempat tinggal sementara. Apalagi bagi setiap korban tentu harus dipisahkan dari pihak yang bermasalah,”ujarnya.

    Dikatakan, korban KDRT harus menjadi tanggung jawab pemerintah, agar nantinya mereka dapat didampingi oleh tenaga konseling hingga pulih dari trauma yang dialami. ”Tenaga konseling kita kan ada. Memang selama ini SKPD terkait belum pernah mengusulkan itu, sehingga kami mendorong agar tahun 2016 itu bisa dimasukan,”ungkapnya.

    Sementara itu, jumlah korban KDRT ditahun 2015 telah mencapai 80 orang. Kasus ini dipicu oleh beberapa permasalahan baik ekonomi maupun social. Permasalahan KDRT, rawan dialami oleh ibu dan anak.(mp-12)

    http://mediapapua.com/metropolis/angka-kdrt-meningkat-manokwari-butuh-rumah-singgah/

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on