Senin, 23 November 2015 / 02:41 WIB

JAKARTA. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mulai merumuskan daftar proyek yang akan masuk dalam daftar rencana prioritas pinjaman luar negeri (DRPPLN) atawa green book 2016.

Nantinya, mulai tahun depan sejumlah proyek di daftar tersebut akan digelar penandatangan perjanjian pinjamannya dengan calon kreditur.

Wismana Adisuryabrata, Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan Bappenas, mengatakan, pihaknya telah meminta usulan dari kementerian atau lembaga terkait daftar yang berpotensi untuk segera dibiayai dari utang luar negeri.

“Kami sudah mulai sounding, kira-kira dari kementerian atau lembaga mau proyek apa yang masuk green book 2016, sehingga bisa dieksekusi mulai tahun 2017,” kata dia, akhir pekan lalu.

Asal tahu saja, pemerintah telah menerbitkan daftar rencana pinjaman dan hibah luar negeri alias blue book 2015-2019 yang memuat 116 proyek dengan pembiayaan luar negeri senilai US$ 39,9 miliar.

Untuk tahun ini, Bappenas juga telah mengeluarkan green book 2015, dengan daftar 25 proyek senilai US$ 3,88 miliar yang pembiayaan dimulai pada tahun angggaran 2016 depan.

Wismana mengatakan, penyiapan DRPPLN 2016 memerlukan waktu panjang lantaran pihaknya membutuhkan proses penyeleksian proyek yang cukup ketat.

Tujuannya, agar serapan pencairan pinjaman nantinya tidak terganggu mangkraknya pelaksanaan proyek.

Menurut dia, pertimbangan utama agar daftar usulan proyek dapat green book 2016, yaitu telah siap secara perencanaan, baik dari sisi pengadaan lahan, studi kelayakan atawa feasibility study (FS), hingga detail design engineering (DED).

“Kalaupun belum komplit DED, FS maupun amdalnya, maka kementerian minimal membuat kegiatan perencanana proyeknya dalam APBN 2016,” ujar Wismana.

Dengan syarat ini, pemerintah dapat memastikan pelaksanaan konstruksi proyek alias penyerapan pinjaman mulai tahun 2017.

Menurut Wismana, sampai saat ini pihaknya masih menanti usulan dari kementerian atau lembaga terkait pengajuan daftar usulan proyek di green book 2016.

Tuti Riyati, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Pendanaan Bappenas, mengatakan, nantinya setelah daftar proyek diusulkan, pihaknya akan menggelar evaluasi bersama kementerian yang bersangkutan.

Ia memproyeksikan, evaluasi terhadap usulan proyek dari kementerian akan mulai dibahas pada Januari mendatang.

“Nanti akan kami keluarkan mungkin pada Maret atau April depan,” kata Tuti.

Alhasil, Tuti belum bisa memastikan proyek apa saja yang bakal masuk ke green book 2016 maupun besaran nilai pinjamannya.

Yang jelas, dalam buku daftar proyek prioritas ini, Bappenas berencana memasukkan kreditur baru yakni Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) siap beroperasi mulai awal tahun depan.

Sebelumnya, Bappenas juga telah memetakan calon-calon pemberi pinjaman proyek yang masuk dalam blue book.

Dari total pembiayaan proyek senilai US$ 39,9 miliar, sebanyak US$ 31,9 miliar tersebut sudah ditetapkan lembaga krediturnya.

Rinciannya, sekitar US$ 15 miliar akan dibiayai oleh Jepang alias JICA, sedangkan China akan memberikan pinjaman senilai US$ 2,5 miliar.

Selanjutnya, sekitar US$ 11 miliar akan dibiayai oleh lembaga mulitilateral seperti Word Bank, Islamic Develoment Bank (IDB), dan Asian Development Bank (ADB).

Sedangkan kan sisanya akan dibiayai oleh kreditur lain seperti kreditur bilateral maupun multilateral lain seperti China, Jerman, Perancis.

Sementara, sejumlah proyek dengan total pembiayaan senilai US$ 8 miliar, sebagiannya direncanakan akan ditawarkan ke AIIB.

Reporter Muhammad Yazid

Editor Mesti Sinaga

http://nasional.kontan.co.id/news/bappenas-rumuskan-daftar-proyek-green-book-2016

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Senin, 23 November 2015 / 02:41 WIB

    JAKARTA. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mulai merumuskan daftar proyek yang akan masuk dalam daftar rencana prioritas pinjaman luar negeri (DRPPLN) atawa green book 2016.

    Nantinya, mulai tahun depan sejumlah proyek di daftar tersebut akan digelar penandatangan perjanjian pinjamannya dengan calon kreditur.

    Wismana Adisuryabrata, Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan Bappenas, mengatakan, pihaknya telah meminta usulan dari kementerian atau lembaga terkait daftar yang berpotensi untuk segera dibiayai dari utang luar negeri.

    “Kami sudah mulai sounding, kira-kira dari kementerian atau lembaga mau proyek apa yang masuk green book 2016, sehingga bisa dieksekusi mulai tahun 2017,” kata dia, akhir pekan lalu.

    Asal tahu saja, pemerintah telah menerbitkan daftar rencana pinjaman dan hibah luar negeri alias blue book 2015-2019 yang memuat 116 proyek dengan pembiayaan luar negeri senilai US$ 39,9 miliar.

    Untuk tahun ini, Bappenas juga telah mengeluarkan green book 2015, dengan daftar 25 proyek senilai US$ 3,88 miliar yang pembiayaan dimulai pada tahun angggaran 2016 depan.

    Wismana mengatakan, penyiapan DRPPLN 2016 memerlukan waktu panjang lantaran pihaknya membutuhkan proses penyeleksian proyek yang cukup ketat.

    Tujuannya, agar serapan pencairan pinjaman nantinya tidak terganggu mangkraknya pelaksanaan proyek.

    Menurut dia, pertimbangan utama agar daftar usulan proyek dapat green book 2016, yaitu telah siap secara perencanaan, baik dari sisi pengadaan lahan, studi kelayakan atawa feasibility study (FS), hingga detail design engineering (DED).

    “Kalaupun belum komplit DED, FS maupun amdalnya, maka kementerian minimal membuat kegiatan perencanana proyeknya dalam APBN 2016,” ujar Wismana.

    Dengan syarat ini, pemerintah dapat memastikan pelaksanaan konstruksi proyek alias penyerapan pinjaman mulai tahun 2017.

    Menurut Wismana, sampai saat ini pihaknya masih menanti usulan dari kementerian atau lembaga terkait pengajuan daftar usulan proyek di green book 2016.

    Tuti Riyati, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Pendanaan Bappenas, mengatakan, nantinya setelah daftar proyek diusulkan, pihaknya akan menggelar evaluasi bersama kementerian yang bersangkutan.

    Ia memproyeksikan, evaluasi terhadap usulan proyek dari kementerian akan mulai dibahas pada Januari mendatang.

    “Nanti akan kami keluarkan mungkin pada Maret atau April depan,” kata Tuti.

    Alhasil, Tuti belum bisa memastikan proyek apa saja yang bakal masuk ke green book 2016 maupun besaran nilai pinjamannya.

    Yang jelas, dalam buku daftar proyek prioritas ini, Bappenas berencana memasukkan kreditur baru yakni Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) siap beroperasi mulai awal tahun depan.

    Sebelumnya, Bappenas juga telah memetakan calon-calon pemberi pinjaman proyek yang masuk dalam blue book.

    Dari total pembiayaan proyek senilai US$ 39,9 miliar, sebanyak US$ 31,9 miliar tersebut sudah ditetapkan lembaga krediturnya.

    Rinciannya, sekitar US$ 15 miliar akan dibiayai oleh Jepang alias JICA, sedangkan China akan memberikan pinjaman senilai US$ 2,5 miliar.

    Selanjutnya, sekitar US$ 11 miliar akan dibiayai oleh lembaga mulitilateral seperti Word Bank, Islamic Develoment Bank (IDB), dan Asian Development Bank (ADB).

    Sedangkan kan sisanya akan dibiayai oleh kreditur lain seperti kreditur bilateral maupun multilateral lain seperti China, Jerman, Perancis.

    Sementara, sejumlah proyek dengan total pembiayaan senilai US$ 8 miliar, sebagiannya direncanakan akan ditawarkan ke AIIB.

    Reporter Muhammad Yazid

    Editor Mesti Sinaga

    http://nasional.kontan.co.id/news/bappenas-rumuskan-daftar-proyek-green-book-2016

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on