Minggu, 22 November 2015

Jayapura_Masyarakat Papua, selama ini belum sepenuhnya berada di tingkat kesejahteraan hidup yang layak, hal ini lebih cenderung untuk Orang Asli Papua yang berada di sebagian daerah belum terjangkau. Transmigrasi juga merupakan faktor lambatnya pertumbuhan ekonomi OAP di tanahnya sendiri. Salah satu yang masih menjadi kenyataan adalah ketika melihat kondisi di Merauke yang notabene suku-suku atau masyarakat asli setempat kurang mendapat ruang yang cukup.

Kondisi ini di cermati langsung oleh Magdalena Okoseray, Kepala Divisi Perempuan Adat, PT.PPMA Papua. Menurut Magdalena Ia merasa tidak nyaman dengan kondisi yang diamatinya di Merauke. “Kalau di Merauke itu memang saya sangat merasa tersiksa sekali dengan keadaan Merauke yang seperti begitu. Saya melihat masyarakat adat yang disana itu.! ..yah..mau dikatakan miskin..iyah.! “misikin memang” dan ada yang harus mati di atas tanah mereka sendiri..seperti itu. Dan untuk Merauke sendiri, kalau kita jalan, menginjakan kaki di kota Merauke, kita mau dapat (melihat) orang papua di sana itu susah, khususnya didalam kota Merauke. Mungkin kalau kita jalan ke pinggiran-pinggiran kota sana baru kita bisa dapat (melihat) Orang Merauke (OAP) dan itu fakta. ujarnya pada saat mengikuti Strategic Planning & Rapat Umum Anggota Pt.PPMA Papua beberapa waktu lalu.

Magdalena berharap ada perhatian dari pihak pemerintah daerah maupun berbagai pihak yang peduli akan hal ini. Ditambahkannya lagi kepada Pt.PPMA Papua untuk bisa membuka sayapnya lebih luas ke pelosok Tanah Papua yang terbagi dalam 7 Wilayah Adat.

“Solusi untuk kedepannya itu PT.PPMA bisa turun secara langsung dan bisa mengorganisir masyarakat disana (Merauke), Pt.PPMA lebih mengembangkan sayapnya sehingga kita punya saudara-saudara yang ada di MARIN sana bisa tertolong. Layaknya seperti yang ada di Kabupaten Jayapura agar mereka semua bisa sama”.

Dirinya mengatakan kalau di Merauke ia telah memperkenalkan Pt.PPMA Papua kepada para tokoh adt dan masyarakat di suku Marin dan menjadikan rumahnya tempat diskusi.

“sewaktu saya disana (Merauke)..saya ingin memperkenalkan Pt.PPMA itu melalui bulletin”. Buletin-buletin yang saya selalu datang ke Jayapura kemudian ambil dalam jumlah yang sebanyak-banyaknya dan saya bagikan kepada mereka, supaya mereka bisa tahu bagaimana mereka punya hak. Jadi saya punya rumah itu dijadikan tempat untuk diskusi, ada bapak-bapak lain yang sudah bisa, akan tetapi mereka masih kurang keberanian untuk bisa mengorganisir yang lain”.

Dalam Strategic Planning PT.PPMA Papua yang berlangsung di hotel metta star waena tanggal 25-30 Juni 2015, PT.PPMA Papua merumuskan salah satu program strategis yaitu “Penguatan Masyarakat Adat”.menurut Magdalena Okoseray program ini akan menyentuh apa yang dia rasakan ketika di Merauke”Karena sudah ada yang mengungkapkan dan ada yang sudah bisa membantu saya untuk bisa bagaimana mendiskusikan tentang persoalan mereka yang ada di Merauke sana terkait dengan investasi yang masuk kesana, salah satunya adalah MIFE yang sangat tidak manusiawi dan sama sekali tidak menghargai manusia MARIN yang ada disana, sehingga saya berpikir dan sangat berterima kasih kepada Pt.PPMA Papua./Red.

Diposkan oleh Julianus Yarisetou di 17.11

http://ptppmapapua.blogspot.co.id/2015/11/berkaca-dari-kondisi-masyarakat-adat.html

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Minggu, 22 November 2015

    Jayapura_Masyarakat Papua, selama ini belum sepenuhnya berada di tingkat kesejahteraan hidup yang layak, hal ini lebih cenderung untuk Orang Asli Papua yang berada di sebagian daerah belum terjangkau. Transmigrasi juga merupakan faktor lambatnya pertumbuhan ekonomi OAP di tanahnya sendiri. Salah satu yang masih menjadi kenyataan adalah ketika melihat kondisi di Merauke yang notabene suku-suku atau masyarakat asli setempat kurang mendapat ruang yang cukup.

    Kondisi ini di cermati langsung oleh Magdalena Okoseray, Kepala Divisi Perempuan Adat, PT.PPMA Papua. Menurut Magdalena Ia merasa tidak nyaman dengan kondisi yang diamatinya di Merauke. “Kalau di Merauke itu memang saya sangat merasa tersiksa sekali dengan keadaan Merauke yang seperti begitu. Saya melihat masyarakat adat yang disana itu.! ..yah..mau dikatakan miskin..iyah.! “misikin memang” dan ada yang harus mati di atas tanah mereka sendiri..seperti itu. Dan untuk Merauke sendiri, kalau kita jalan, menginjakan kaki di kota Merauke, kita mau dapat (melihat) orang papua di sana itu susah, khususnya didalam kota Merauke. Mungkin kalau kita jalan ke pinggiran-pinggiran kota sana baru kita bisa dapat (melihat) Orang Merauke (OAP) dan itu fakta. ujarnya pada saat mengikuti Strategic Planning & Rapat Umum Anggota Pt.PPMA Papua beberapa waktu lalu.

    Magdalena berharap ada perhatian dari pihak pemerintah daerah maupun berbagai pihak yang peduli akan hal ini. Ditambahkannya lagi kepada Pt.PPMA Papua untuk bisa membuka sayapnya lebih luas ke pelosok Tanah Papua yang terbagi dalam 7 Wilayah Adat.

    “Solusi untuk kedepannya itu PT.PPMA bisa turun secara langsung dan bisa mengorganisir masyarakat disana (Merauke), Pt.PPMA lebih mengembangkan sayapnya sehingga kita punya saudara-saudara yang ada di MARIN sana bisa tertolong. Layaknya seperti yang ada di Kabupaten Jayapura agar mereka semua bisa sama”.

    Dirinya mengatakan kalau di Merauke ia telah memperkenalkan Pt.PPMA Papua kepada para tokoh adt dan masyarakat di suku Marin dan menjadikan rumahnya tempat diskusi.

    “sewaktu saya disana (Merauke)..saya ingin memperkenalkan Pt.PPMA itu melalui bulletin”. Buletin-buletin yang saya selalu datang ke Jayapura kemudian ambil dalam jumlah yang sebanyak-banyaknya dan saya bagikan kepada mereka, supaya mereka bisa tahu bagaimana mereka punya hak. Jadi saya punya rumah itu dijadikan tempat untuk diskusi, ada bapak-bapak lain yang sudah bisa, akan tetapi mereka masih kurang keberanian untuk bisa mengorganisir yang lain”.

    Dalam Strategic Planning PT.PPMA Papua yang berlangsung di hotel metta star waena tanggal 25-30 Juni 2015, PT.PPMA Papua merumuskan salah satu program strategis yaitu “Penguatan Masyarakat Adat”.menurut Magdalena Okoseray program ini akan menyentuh apa yang dia rasakan ketika di Merauke”Karena sudah ada yang mengungkapkan dan ada yang sudah bisa membantu saya untuk bisa bagaimana mendiskusikan tentang persoalan mereka yang ada di Merauke sana terkait dengan investasi yang masuk kesana, salah satunya adalah MIFE yang sangat tidak manusiawi dan sama sekali tidak menghargai manusia MARIN yang ada disana, sehingga saya berpikir dan sangat berterima kasih kepada Pt.PPMA Papua./Red.

    Diposkan oleh Julianus Yarisetou di 17.11

    http://ptppmapapua.blogspot.co.id/2015/11/berkaca-dari-kondisi-masyarakat-adat.html

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on