Bursa Korporasi Senin, 16 November 2015 02:02:02

JAKARTA – PT Eagle High Plantation Tbk (BWPT) berencana akan membangun satu pabrik pengolahan kelapa sawit di Kalimantan Timur pada tahun depan. Pabrik baru tersebut ditargetkan memiliki kapasitas TBS (Tandan Buah Segar) sekitar 30 ton per jam.

Sekretaris Perusahaan PT Eagle High Plantations Tbk, Rudy Suhendra mengatakan Perseroan sedang menjajaki untuk memulai pembangunan satu pabrik kelapa sawit di tahun depan. Untuk pembangunan pabrik baru tersebut Perseroan masih akan menghitung besaran nilai investasi yang akan digelontorkan.

“Nilai investasi sedang diperhitungkan karena itu kami sedang dalam proses penyusunan bujet,” ungkapnya di Jakarta, akhir pekan lalu.

Kendati demikian, pendanaan untuk pembangunan pabrik tersebut akan berasal dari alokasi anggaran belanja modal (capital expendicture/capex) tahun 2016. Diharapkan konstruksinya akan dimulai pada semester II tahun depan.

Perseroan berencana mengalokasikan anggaran capex tahun depan hampir sama dengan tahun ini. Hal ini dikarenakan kondisi nilai tukar rupiah yang masih cenderung melemah terhadap dollar AS. Meski, nantinya capex akan digunakan untuk peningkatan nilai secara langsung. Di tahun ini Perseroan mengalokasikan anggaran capex sebesar 800 miliar rupiah. Penyerapan capex hingga saat ini baru sekitar 500 miliar rupiah dan Perseroan pun mengaku tidak akan menyerap penuh capex tahun ini.

Tahun ini Perseroan telah membangun dua pabrik kelapa sawit berlokasi di Kalimantan Barat dan Papua. Kapasitas masing-masing pabrik untuk TBS (Tandan Buah Segar) sebanyak 45 ton per jam dan akan ditingkatkan menjadi 90 ton per jam. Nilai investasi yang dikucurkan Perseroan untuk membangun dua pabrik sekitar 400 miliar rupiah.

Untuk pabrik kelapa sawit yang berlokasi di Kalimantan Barat diharapkan selesai kuartal-I tahun depan. Sedangkan untuk pabrik kelapa sawit yang berada di Papua diharapkan rampung kuartal-IV tahun depan.

Dengan rampungnya pembangunan ketiga pabrik tersebut maka kapasitas pabrik pengolahan Perseroan akan meningkat menjadi 505 ton per jam. Hingga saat ini Perseroan telah memiliki tujuh pabrik kelapa sawit dengan total kapasitas 385 ton per jam.

Tunda Penanaman

Kendati Perseroan menambah pabrik baru, namun Perseroan enggan melakukan penanaman lahan baru. Hal ini dilakukan karena kondisi perekonomian sedang tidak bagus. Penanaman lahan baru membutuhkan pembiayaan agresif selama kurun waktu empat tahun. Sementara itu, harga komoditas kepala sawit masih dalam tren melemah.

Di samping itu, Perseroan saat ini juga masih memiliki kapasitas lahan yang cukup besar. Apalagi lahan tertanam Perseroan masih di bawah 100.000 ha sebelum mengakuisisi lahan Greem Egale Holdings Pte. Ltd., dan kini menjadi sekitar 153.000 ha. Bahkan di tahun ini saja, rencana Perseroan untuk melakukan penanaman lahan baru dengan penambahan sekitar 5.000 ha melenceng dari targetnya. Hingga akhir tahun penanaman lahan baru diperkirakan hanya akan mencapai 1.500 ha.

Sumber:

http://www.koran-jakarta.com/?38584-emiten%20perkebunan%20akan%20bangun%20pabrik%20baru

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Bursa Korporasi Senin, 16 November 2015 02:02:02

    JAKARTA – PT Eagle High Plantation Tbk (BWPT) berencana akan membangun satu pabrik pengolahan kelapa sawit di Kalimantan Timur pada tahun depan. Pabrik baru tersebut ditargetkan memiliki kapasitas TBS (Tandan Buah Segar) sekitar 30 ton per jam.

    Sekretaris Perusahaan PT Eagle High Plantations Tbk, Rudy Suhendra mengatakan Perseroan sedang menjajaki untuk memulai pembangunan satu pabrik kelapa sawit di tahun depan. Untuk pembangunan pabrik baru tersebut Perseroan masih akan menghitung besaran nilai investasi yang akan digelontorkan.

    “Nilai investasi sedang diperhitungkan karena itu kami sedang dalam proses penyusunan bujet,” ungkapnya di Jakarta, akhir pekan lalu.

    Kendati demikian, pendanaan untuk pembangunan pabrik tersebut akan berasal dari alokasi anggaran belanja modal (capital expendicture/capex) tahun 2016. Diharapkan konstruksinya akan dimulai pada semester II tahun depan.

    Perseroan berencana mengalokasikan anggaran capex tahun depan hampir sama dengan tahun ini. Hal ini dikarenakan kondisi nilai tukar rupiah yang masih cenderung melemah terhadap dollar AS. Meski, nantinya capex akan digunakan untuk peningkatan nilai secara langsung. Di tahun ini Perseroan mengalokasikan anggaran capex sebesar 800 miliar rupiah. Penyerapan capex hingga saat ini baru sekitar 500 miliar rupiah dan Perseroan pun mengaku tidak akan menyerap penuh capex tahun ini.

    Tahun ini Perseroan telah membangun dua pabrik kelapa sawit berlokasi di Kalimantan Barat dan Papua. Kapasitas masing-masing pabrik untuk TBS (Tandan Buah Segar) sebanyak 45 ton per jam dan akan ditingkatkan menjadi 90 ton per jam. Nilai investasi yang dikucurkan Perseroan untuk membangun dua pabrik sekitar 400 miliar rupiah.

    Untuk pabrik kelapa sawit yang berlokasi di Kalimantan Barat diharapkan selesai kuartal-I tahun depan. Sedangkan untuk pabrik kelapa sawit yang berada di Papua diharapkan rampung kuartal-IV tahun depan.

    Dengan rampungnya pembangunan ketiga pabrik tersebut maka kapasitas pabrik pengolahan Perseroan akan meningkat menjadi 505 ton per jam. Hingga saat ini Perseroan telah memiliki tujuh pabrik kelapa sawit dengan total kapasitas 385 ton per jam.

    Tunda Penanaman

    Kendati Perseroan menambah pabrik baru, namun Perseroan enggan melakukan penanaman lahan baru. Hal ini dilakukan karena kondisi perekonomian sedang tidak bagus. Penanaman lahan baru membutuhkan pembiayaan agresif selama kurun waktu empat tahun. Sementara itu, harga komoditas kepala sawit masih dalam tren melemah.

    Di samping itu, Perseroan saat ini juga masih memiliki kapasitas lahan yang cukup besar. Apalagi lahan tertanam Perseroan masih di bawah 100.000 ha sebelum mengakuisisi lahan Greem Egale Holdings Pte. Ltd., dan kini menjadi sekitar 153.000 ha. Bahkan di tahun ini saja, rencana Perseroan untuk melakukan penanaman lahan baru dengan penambahan sekitar 5.000 ha melenceng dari targetnya. Hingga akhir tahun penanaman lahan baru diperkirakan hanya akan mencapai 1.500 ha.

    Sumber:

    http://www.koran-jakarta.com/?38584-emiten%20perkebunan%20akan%20bangun%20pabrik%20baru

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on