Hakim PTUN Jayapura Terima Berkas Gugatan Masyarakat Adat Yerisiam Gua Terhadap PT Nabire Baru

1
483

Pengabaian hak dan diskriminasi yang terus dilakukan oleh Perkebunan Kelapa Sawit PT.Nabire Baru terhadap Suku Besar Yerisiam Gua, Kampung Sima, Distrik Yaur Kabupaten Nabire Papua. Maka pada tanggal 20 September 2015, suku besar Yerisiam Gua didukung oleh Koalisi Peduli Korban Sawit Nabire (KPK-SN), telah mendaftarkan kasus PT.Nabire Baru di PTUN Jayapura. Dengan menggugat SK Gubernur Papua NO.142,Tertanggal 30 Desember 2008, tentang pemberian Ijin Usaha Perkebunan (IUP) kepada PT.Nabire Baru.

Tanggal 29 Oktober 2015, sidang pertama digelar dengan agenda perbaikan berkas perkara gugatan suku Yerisiam Gua yang dipimpin oleh Hakim Ventje.R.E.Sumual, SH. Pada sidang perdana tersebut hadir, Suku Besar Yerisiam Gua, Bagian Biro Hukum Provinsi Papua, sementara dari pihak PT.Nabire Baru tak hadir dalam sidang perdana tersebut. Dari sidang tersebut ada beberapa perubahan, penambahan berkas yang kemudian akan di koreksi pada sidang berikut.

Baca Juga: Suku Yerisiam Gua Gugat PT Nabire Baru Dengan Cara Adat dan Gugatan Hukum

Tanggal 03 November 2015, sidang kedua dengan agenda penyerahan perubahan berkas perkara. Dalam sidang tersebut, hadir para penggugat yang tak lain Suku Besar Yerisiam Gua, Bagian Biro Hukum yang diwakilkan Kabag Hukum, dan PT.Nabire Baru diwakili oleh Manager Lapangan PT.NB Zulkifli (Asal Malaisia) dan Yunus Monei (Ketua KOPERMAS Bumiowi). Dalam sidang tersebut Hakim Ventje.R.E.Sumual,SH menyoroti PT.Nabire Baru yang tak hadir dalam sidang pertama, kemudian hakim meminta PT.NB menyiapkan sejumlah dokumen dan bukti-bukti ijin perusahan. Hakim juga mempertanyakan PT.NB, apakah mereka mengetahui SK Gub (IUP PT.NB) yang digugat saat ini. Melalui manager lapangannya mengatakan mereka tidak mengetahui SK Gub IUP PT.NB.

“Saya kurang tau SK itu. Karena kita sudah take over management and system PT.Nabire Baru dari yang lama ke yang baru, jadi nanti saya cek dlu” kata Zulkifli (Manager Lapangan PT.NB)

Kemudian hakim mengatakan; oh…berarti managemen ini sudah dibeli sahamnya? Menjawab pertanyaan Hakim, Zulkifli bilang, nanti dia cek lagi ke pada management di Jakarta. Hakim menegaskan bahwa pada sidang berikut harus di lengkapi seluruh yang di minta hakim. Dari sidang berkas perkara kedua tersebut, hakim menyetujui dan mengesahkan berkas perkara gugatan yang diajukan Masyarakat adat suku besar Yerisiam Gua karena sudah memenuhi syarat.

Sidang berikut akan dilaksanakan tanggal 17 November 2015, yaitu sidang terbuka dengan agenda Pembacaan Berkas perkara. Pada sidang berikut pengacara dari masyarakat adat akan hadir diantaranya, Olga Hamadi, SH dan Gustaf Kawer, SH.

Laporan dari Robertino Hanebora yang juga Sekertaris Suku Besar Yerisiam Gua