Konferensi para pihak ke 21 (COP21) atas  Kerangka Kovensi PBB untuk Perubahan Iklim (UNFCCC) akan diselenggarakan di Paris pada 30 Nopember hingga 11 Desember 2015, pertemuan tersebut ramai disebut sebagai pertemuan make-or-break meeting, yang akan melahirkan keputusan baru, salah satunya adalah sebagai jembatan pasca Protokol Kyoto dan pengaturan aksi iklim jangka panjang pasca 2020.

ILPS (International League of Peoples Struggle) dalam Surat Pernyataan, yang ditandatangani Jose Maria Sison, Ketua ILPS, menjelaskan bahwa pertemuan pembahasan iklim tersebut telah disetir oleh kapitalisme monopoli, yang akan berujung pada semakin buruknya ketidakadilan sosial dan iklim, serta memperdalam jurang krisis global yang disebabkan oleh Imperialisme.

Kapitalisme monopoli terus-menerus mencoba untuk menghindari tanggung jawab dari krisis yang mereka buat sendiri dengan bermacam strategi. Negara kapitalis  menggembosi Protokol Kyoto dengan cara mengakali lubang-lubang komitmen melalui apa yang disebut dengan “mekanisme fleksibel” dan REDD+ (mekanisme atau aksi pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan) yang rencana awalnya diperluas di COP-14 2008 di Poznan untuk mencakup tiga area lainnya dalam mitigasi iklim. Semua ini dimaksudkan untuk membuat pasar karbon yang mana memberikan ruang bagi para penyumbang GHG terbesar untuk lepas dari komitmen sambil membangun bentuk baru kontrol keuangan.

Usaha-usaha pembiayaan iklim UNFCCC sangat dipengaruhi oleh kepentingan korporasi dan berskema orientasi keuntungan dibanding menjadi jalan untuk keadilan iklim. Lebih jauh, komodifikasi dan finansialisasi kapitalis monopoli telah menjajah bukan hanya sektor barang dan jasa, bukan juga hanya “kekayaan intelektual” dan genetik seperti yang terjadi di era 1990-an, namun juga memperbesar bahkan menguasai intsrumen ekologi publik seperti tercermin dalam pasar karbon, hutang untuk perubahan alam, dan yang dikenal “pembayaran untuk jasa ekologi” (PES).

Kaum kapitalis monopoli menyulap satu solusi iklim palsu dengan kepalsuan lainnya, untuk dapat terus membuka ruang baru bagi investasi yang menguntungkan sambil terus memberangus dan memanipulasi setiap usaha rakyat untuk menyelesaikan sebab-sebab yang mengakar dari perubahan iklim. Model-model industri agribisnis tua dikemas ulang dengan diberikan tampilan baru dan dipromosikan dengan label climate-smart, skema-skema geo-enginer, tidak jarang juga dikombinasikan dengan inovasi teknologi bio tekonologi dan nano teknologi, dikembangkan untuk melahirkan ketergantungan terhadap teknologi ultra tinggi, sekala ultra luas, dan fasilitas ultra mahal yang diperuntukan untuk memperbaiki biosfer yang sakit, pada akhirnya hanya akan memperluas jangkauan pengumpulan keuntungan kapitalis monopoli sambil terus melahirkan resiko-resiko lingkungan baru.

Selengkapnya Surat Pernyataan ILPS dapat dibaca disini: http://pusaka.or.id/assets/2015/11/Pernyataan-Sikap-ILPS-COP21-Paris-untuk-Kepentingan-Kapitalisme.pdf 

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Konferensi para pihak ke 21 (COP21) atas  Kerangka Kovensi PBB untuk Perubahan Iklim (UNFCCC) akan diselenggarakan di Paris pada 30 Nopember hingga 11 Desember 2015, pertemuan tersebut ramai disebut sebagai pertemuan make-or-break meeting, yang akan melahirkan keputusan baru, salah satunya adalah sebagai jembatan pasca Protokol Kyoto dan pengaturan aksi iklim jangka panjang pasca 2020.

    ILPS (International League of Peoples Struggle) dalam Surat Pernyataan, yang ditandatangani Jose Maria Sison, Ketua ILPS, menjelaskan bahwa pertemuan pembahasan iklim tersebut telah disetir oleh kapitalisme monopoli, yang akan berujung pada semakin buruknya ketidakadilan sosial dan iklim, serta memperdalam jurang krisis global yang disebabkan oleh Imperialisme.

    Kapitalisme monopoli terus-menerus mencoba untuk menghindari tanggung jawab dari krisis yang mereka buat sendiri dengan bermacam strategi. Negara kapitalis  menggembosi Protokol Kyoto dengan cara mengakali lubang-lubang komitmen melalui apa yang disebut dengan “mekanisme fleksibel” dan REDD+ (mekanisme atau aksi pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan) yang rencana awalnya diperluas di COP-14 2008 di Poznan untuk mencakup tiga area lainnya dalam mitigasi iklim. Semua ini dimaksudkan untuk membuat pasar karbon yang mana memberikan ruang bagi para penyumbang GHG terbesar untuk lepas dari komitmen sambil membangun bentuk baru kontrol keuangan.

    Usaha-usaha pembiayaan iklim UNFCCC sangat dipengaruhi oleh kepentingan korporasi dan berskema orientasi keuntungan dibanding menjadi jalan untuk keadilan iklim. Lebih jauh, komodifikasi dan finansialisasi kapitalis monopoli telah menjajah bukan hanya sektor barang dan jasa, bukan juga hanya “kekayaan intelektual” dan genetik seperti yang terjadi di era 1990-an, namun juga memperbesar bahkan menguasai intsrumen ekologi publik seperti tercermin dalam pasar karbon, hutang untuk perubahan alam, dan yang dikenal “pembayaran untuk jasa ekologi” (PES).

    Kaum kapitalis monopoli menyulap satu solusi iklim palsu dengan kepalsuan lainnya, untuk dapat terus membuka ruang baru bagi investasi yang menguntungkan sambil terus memberangus dan memanipulasi setiap usaha rakyat untuk menyelesaikan sebab-sebab yang mengakar dari perubahan iklim. Model-model industri agribisnis tua dikemas ulang dengan diberikan tampilan baru dan dipromosikan dengan label climate-smart, skema-skema geo-enginer, tidak jarang juga dikombinasikan dengan inovasi teknologi bio tekonologi dan nano teknologi, dikembangkan untuk melahirkan ketergantungan terhadap teknologi ultra tinggi, sekala ultra luas, dan fasilitas ultra mahal yang diperuntukan untuk memperbaiki biosfer yang sakit, pada akhirnya hanya akan memperluas jangkauan pengumpulan keuntungan kapitalis monopoli sambil terus melahirkan resiko-resiko lingkungan baru.

    Selengkapnya Surat Pernyataan ILPS dapat dibaca disini: http://pusaka.or.id/assets/2015/11/Pernyataan-Sikap-ILPS-COP21-Paris-untuk-Kepentingan-Kapitalisme.pdf 

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on