Jumat, 13 November 2015 13:15

Jayapura,- Seorang akademisi di Papua, Leni Manalik yang juga Dosen Fisip Antropologi Universitas Cenderawasih berpendapat perlu adanya pelibatan masyarakat adat dalam upaya menyelamatkan hutan di Papua.

“Saya dalam diskusi penyelamatan hutan, saya lebih melihat dari sisi budaya. Kalau dari sisi budaya itu, budaya masyarakat kan dinamis. Jadi dalam rangka pembangunan kehutanan baik fisik maupun sosial, tak meninggalkan atau harus melibatkan masyarakat dalam setiap kebijakan dan pelakasanaannya,” ujar Leni usai menghadiri hearing di Hotel Sahid Jayapura, Kamis (12/11).

Menurut Leni, upaya penyelamatan hutan Papua juga harus memperhatikan kondisi dan budaya masyarakat setempat, khususnya yang masih tinggal di hutan. “Kita bicara penyelamatan, berarti berkaitan dengan perencanaan, pemanfaatan pengelolaan hutan. Jadi perlu melihat kondisi dan budaya masyarakat setempat khususnya masyarakat dimana hutan berada,”tukasnya.

Leni pun menceriterakan temuannya selama ini bahwa dalam pengelolaan hutan maupun potensi alam lainnya, sering kali menyingkirkan kebutuhan masyarakat setempat. Padahal, dalam masyarakat sendiri menganut norma dan kepercayaan yang harus disinkronkan agar tak terjadi miss komunikasi. “Jadi harus berjalan bersama-sama, tidak sendiri,” ujarnya lagi.

Pembangunan di daerah, menurut Leni, memang perlu, apalagi dengan pemekaran kini banyak infrastruktur yang harus dibangun selain jalan, jembatan dan lainnya. Berarti ada, sambungnya, “pergeseran sistem kehidupan masyarakat”.

“Di satu sisi sosial budaya jalan, pembangunan juga jalan, apalagi kini pembangunan sudah dari bawah ke atas. Jadi masyarakat perlu dilibatkan,” tambahnya.

Ia pun mengharapkan kebijakan yang diatur dalam Perdasus tentang Hutan mendatang, tak merugikan masyarakat Papua. “Pembangunan oke, masyarakat juga tak terganggu, artinya saling menguntungkan,” sambungnya. Syaiful)

https://www.pasificpos.com/sosial-politik/5998-masyarakat-adat-harus-dilibatkan-dalam-penyelamatan-hutan-papua

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Jumat, 13 November 2015 13:15

    Jayapura,- Seorang akademisi di Papua, Leni Manalik yang juga Dosen Fisip Antropologi Universitas Cenderawasih berpendapat perlu adanya pelibatan masyarakat adat dalam upaya menyelamatkan hutan di Papua.

    “Saya dalam diskusi penyelamatan hutan, saya lebih melihat dari sisi budaya. Kalau dari sisi budaya itu, budaya masyarakat kan dinamis. Jadi dalam rangka pembangunan kehutanan baik fisik maupun sosial, tak meninggalkan atau harus melibatkan masyarakat dalam setiap kebijakan dan pelakasanaannya,” ujar Leni usai menghadiri hearing di Hotel Sahid Jayapura, Kamis (12/11).

    Menurut Leni, upaya penyelamatan hutan Papua juga harus memperhatikan kondisi dan budaya masyarakat setempat, khususnya yang masih tinggal di hutan. “Kita bicara penyelamatan, berarti berkaitan dengan perencanaan, pemanfaatan pengelolaan hutan. Jadi perlu melihat kondisi dan budaya masyarakat setempat khususnya masyarakat dimana hutan berada,”tukasnya.

    Leni pun menceriterakan temuannya selama ini bahwa dalam pengelolaan hutan maupun potensi alam lainnya, sering kali menyingkirkan kebutuhan masyarakat setempat. Padahal, dalam masyarakat sendiri menganut norma dan kepercayaan yang harus disinkronkan agar tak terjadi miss komunikasi. “Jadi harus berjalan bersama-sama, tidak sendiri,” ujarnya lagi.

    Pembangunan di daerah, menurut Leni, memang perlu, apalagi dengan pemekaran kini banyak infrastruktur yang harus dibangun selain jalan, jembatan dan lainnya. Berarti ada, sambungnya, “pergeseran sistem kehidupan masyarakat”.

    “Di satu sisi sosial budaya jalan, pembangunan juga jalan, apalagi kini pembangunan sudah dari bawah ke atas. Jadi masyarakat perlu dilibatkan,” tambahnya.

    Ia pun mengharapkan kebijakan yang diatur dalam Perdasus tentang Hutan mendatang, tak merugikan masyarakat Papua. “Pembangunan oke, masyarakat juga tak terganggu, artinya saling menguntungkan,” sambungnya. Syaiful)

    https://www.pasificpos.com/sosial-politik/5998-masyarakat-adat-harus-dilibatkan-dalam-penyelamatan-hutan-papua

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on