Dipublikasikan oleh PapuaUntukSemua pada Rabu, 04 November 2015 pukul 04.08 WIT.

AIMAS (SORONG) – Masyarakat Kabupaten Sorong diminta melindungi hutan sagu karena tanaman itu merupakan sumber pangan lokal.

“Hutan sagu harus dilindungi tidak boleh dimusnahkan untuk lahan pertanian dan kepentingan lainnya,” kata tokoh pemuda Malamoi, Benny Osok di Sorong, Selasa (3/11/2015).

Dia mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Sorong terlebih khusus petani agar mewaspadai kemungkinan lahan terbakar karena saat ini musim kemarau mudah terjadinya kebakaran hutan terutama hutan sagu.

Menurut Benny, tanaman sagu tidak hanya sumber pangan lokal, tetapi juga melindungi sumber air untuk kehidupan masyarakat setempat. Oleh karena itu, katanya, masyarakat adat Kabupaten Sorong tidak boleh membakar hutan sagu atau memusnahkan tanaman itu untuk lahan pertanian lain.

Dikatakan sagu adalah makanan pokok masyarakat adat Papua turun-temurun dan budaya ini harus terus dilestarikan dan tidak boleh sampai punah di masa yang akan datang.

“Sagu juga dapat diolah menjadi berbagai jenis bahan makanan untuk dikonsumsi masyarakat setempat maupun diekspor ke luar negeri,” katanya.

Ia berharap masyarakat adat agar menolak pihak-pihak investor yang ingin menjadikan hutan sagu sebagai lahan perkebunan kepala sawit.

Sumber: [Antara] via

http://www.papua.us/2015/11/pemuda-malamoi-minta-masyarakat-sorong.html

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Dipublikasikan oleh PapuaUntukSemua pada Rabu, 04 November 2015 pukul 04.08 WIT.

    AIMAS (SORONG) – Masyarakat Kabupaten Sorong diminta melindungi hutan sagu karena tanaman itu merupakan sumber pangan lokal.

    “Hutan sagu harus dilindungi tidak boleh dimusnahkan untuk lahan pertanian dan kepentingan lainnya,” kata tokoh pemuda Malamoi, Benny Osok di Sorong, Selasa (3/11/2015).

    Dia mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Sorong terlebih khusus petani agar mewaspadai kemungkinan lahan terbakar karena saat ini musim kemarau mudah terjadinya kebakaran hutan terutama hutan sagu.

    Menurut Benny, tanaman sagu tidak hanya sumber pangan lokal, tetapi juga melindungi sumber air untuk kehidupan masyarakat setempat. Oleh karena itu, katanya, masyarakat adat Kabupaten Sorong tidak boleh membakar hutan sagu atau memusnahkan tanaman itu untuk lahan pertanian lain.

    Dikatakan sagu adalah makanan pokok masyarakat adat Papua turun-temurun dan budaya ini harus terus dilestarikan dan tidak boleh sampai punah di masa yang akan datang.

    “Sagu juga dapat diolah menjadi berbagai jenis bahan makanan untuk dikonsumsi masyarakat setempat maupun diekspor ke luar negeri,” katanya.

    Ia berharap masyarakat adat agar menolak pihak-pihak investor yang ingin menjadikan hutan sagu sebagai lahan perkebunan kepala sawit.

    Sumber: [Antara] via

    http://www.papua.us/2015/11/pemuda-malamoi-minta-masyarakat-sorong.html

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on