Selasa, 8 Desember 2015 – 07:32 wib

PAPUA – Jumlah bocah di tanah Papua yang tewas diserang penyakit misterius terus bertambah. Jika pada pekan lalu sekira 34 anak yang meninggal, kini jumlahnya sudah mencapai 74 anak di Kabupaten Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua, Irian Jaya.

Data terbaru yang berhasil dihimpun merujuk keterangan dari seorang tokoh intelektual muda di Papua, Marinus Young yang menyebut di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, sebanyak 74 anak di daerah tersebut meninggal dunia karena penyakit yang belum jelas.

“Jumlah data yang kami dapatkan sampai saat ini ada 74 anak yang meninggal di Distrik Mbua. Sedangkan di distrik lainnya seperti di Keneyam, Kabupaten Nduga ada 28 anak yang dalam kondisi sekarat,” kata Marinus kepada MNC Media, Selasa (8/12/2015).

Marinus mengatakan, penyakit mematikan dan misterius ini sudah menimpa puluhan anak di Kabupaten Nduga, Papua sejak dua minggu lalu. Di mana korban terus berjatuhan dan belum ada obatnya.

Isu yang berkembang tewasnya puluhan anak di Kabupaten Nduga, Papua didahului dengan matinya hewan peliharaan warga dan diduga anak-anak itu terserang penyakit dari hewan peliharaan mereka.

“Penyakit itu menyebar juga dampak dari faktor iklim dan cuaca yang menyebabkan penularan penyakit dari hewan ke manusia yang sangat cepat,” jelasnya.

Sejauh ini pihak Dinas Kesehatan Papua belum memastikan penyakit apa yang telah menyebabkan banyak anak di Papua tewas. Namun, Dinas Kesehatan mencoba mengambil sampel darah dari anak-anak yang menjadi korban penyakit misterius itu.

“Kita telah menambah tim medis ke daerah tersebut, namun sampai saat ini kita belum mampu menghentikan penyakit mematikan ini,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Alosyus Giay.

(Rep: Chanry Andrew Suripatty-MNC Media)

(MSR)

http://news.okezone.com/read/2015/12/08/340/1262849/74-anak-papua-tewas-diserang-penyakit-mematikan

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Selasa, 8 Desember 2015 – 07:32 wib

    PAPUA – Jumlah bocah di tanah Papua yang tewas diserang penyakit misterius terus bertambah. Jika pada pekan lalu sekira 34 anak yang meninggal, kini jumlahnya sudah mencapai 74 anak di Kabupaten Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua, Irian Jaya.

    Data terbaru yang berhasil dihimpun merujuk keterangan dari seorang tokoh intelektual muda di Papua, Marinus Young yang menyebut di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, sebanyak 74 anak di daerah tersebut meninggal dunia karena penyakit yang belum jelas.

    “Jumlah data yang kami dapatkan sampai saat ini ada 74 anak yang meninggal di Distrik Mbua. Sedangkan di distrik lainnya seperti di Keneyam, Kabupaten Nduga ada 28 anak yang dalam kondisi sekarat,” kata Marinus kepada MNC Media, Selasa (8/12/2015).

    Marinus mengatakan, penyakit mematikan dan misterius ini sudah menimpa puluhan anak di Kabupaten Nduga, Papua sejak dua minggu lalu. Di mana korban terus berjatuhan dan belum ada obatnya.

    Isu yang berkembang tewasnya puluhan anak di Kabupaten Nduga, Papua didahului dengan matinya hewan peliharaan warga dan diduga anak-anak itu terserang penyakit dari hewan peliharaan mereka.

    “Penyakit itu menyebar juga dampak dari faktor iklim dan cuaca yang menyebabkan penularan penyakit dari hewan ke manusia yang sangat cepat,” jelasnya.

    Sejauh ini pihak Dinas Kesehatan Papua belum memastikan penyakit apa yang telah menyebabkan banyak anak di Papua tewas. Namun, Dinas Kesehatan mencoba mengambil sampel darah dari anak-anak yang menjadi korban penyakit misterius itu.

    “Kita telah menambah tim medis ke daerah tersebut, namun sampai saat ini kita belum mampu menghentikan penyakit mematikan ini,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Alosyus Giay.

    (Rep: Chanry Andrew Suripatty-MNC Media)

    (MSR)

    http://news.okezone.com/read/2015/12/08/340/1262849/74-anak-papua-tewas-diserang-penyakit-mematikan

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on