Nov 29, 2015 – 14:22

JAKARTA, CITRAINDONESIA- Ratusan elemen masyarakat dari koalisi Indonesia for Climate Justice (ICJ) meluapkan aspirasinya dengan pawai kampanye di Bunderan HI, Jakarta, Minggu (29/11/2015), untuk menekan pemerintah melakukan perubahan iklim secara nyata.

Salah satunya, meminta pemerintah untuk menghentikan ekspansi perkebunan kelapa sawit di lahan gambut dan hutan.

“Stop ekspansi sawit di (lahan) gambut dan hutan,” katanya seperti dituliskan pada spanduk sepanjang 10 meter yang mereka bentangkan.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian (Kementan), luas lahan perkebunan kelapa sawit di Indonesia mencapai 10 juta hektar, sementara data WWF menyebut sekitar 13 juta hektar. Hal ini juga yang menjadikan Indonesia sebagai produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia.

Namun demikian, praktik-praktik bisnis sawit dinilai oleh pegiat lingkungan tidak sustainable (berkelanjutan), karena melakukan deforestasi ataupun kegiatan tidak ramah lingkungan lainnya. Meskipun sawit juga bagian dari bahan dasar energi baru terbarukan yang menjadi tuntutan koalisi Indonesia for Climate Justice kepada pemerintah menggantikan energi fosil.

Di antara peserta pawai terlihat ada yang mengenakan kostum yang ditutupi teropong panjang dengan kaos hitam dan celana jeans hitam panjang menyuarakan aspirasi untuk beralih dari energi fosil menjadi energi terbarukan.

“Saya pilih energi terbarukan” dalam tulisan di papan yang dibawanya.

Oleh karena itu, peserta kampanye yang terdiri dari Lemabaga Swadaya Masyarakat (NGO) seperti 350 Indonesia, Solidaritas Perempuan (SP), KRuHA, Masyarakat Anti Nuklir Indonesia (Manusia), Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), dan Sawit watch, meminta pemerintah dan umumnya masyarakat untuk selamatkan bumi dari emisi karbon.

“Where are You? Selamatkan bumi kita!” teriak peserta pawai.

Selain LSM, pawai ini juga diikuti pelajar dan mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) dan SMK Kehutanan Bakti Rimba Kota Bogor, serta band punk asal Jakarta, Marjinal, bersama komunitas Taring Babi.

Acara ini juga diramaikan dengan replika bola dunia, rombongan sepeda, rombongan perkusi, pameran foto, serta Workshop cungkil kayu dan face painting, serta pameran foto. (rid)

http://citraindonesia.com/icj-stop-ekspansi-sawit-di-lahan-gambut/

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Nov 29, 2015 – 14:22

    JAKARTA, CITRAINDONESIA- Ratusan elemen masyarakat dari koalisi Indonesia for Climate Justice (ICJ) meluapkan aspirasinya dengan pawai kampanye di Bunderan HI, Jakarta, Minggu (29/11/2015), untuk menekan pemerintah melakukan perubahan iklim secara nyata.

    Salah satunya, meminta pemerintah untuk menghentikan ekspansi perkebunan kelapa sawit di lahan gambut dan hutan.

    “Stop ekspansi sawit di (lahan) gambut dan hutan,” katanya seperti dituliskan pada spanduk sepanjang 10 meter yang mereka bentangkan.

    Berdasarkan data Kementerian Pertanian (Kementan), luas lahan perkebunan kelapa sawit di Indonesia mencapai 10 juta hektar, sementara data WWF menyebut sekitar 13 juta hektar. Hal ini juga yang menjadikan Indonesia sebagai produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia.

    Namun demikian, praktik-praktik bisnis sawit dinilai oleh pegiat lingkungan tidak sustainable (berkelanjutan), karena melakukan deforestasi ataupun kegiatan tidak ramah lingkungan lainnya. Meskipun sawit juga bagian dari bahan dasar energi baru terbarukan yang menjadi tuntutan koalisi Indonesia for Climate Justice kepada pemerintah menggantikan energi fosil.

    Di antara peserta pawai terlihat ada yang mengenakan kostum yang ditutupi teropong panjang dengan kaos hitam dan celana jeans hitam panjang menyuarakan aspirasi untuk beralih dari energi fosil menjadi energi terbarukan.

    “Saya pilih energi terbarukan” dalam tulisan di papan yang dibawanya.

    Oleh karena itu, peserta kampanye yang terdiri dari Lemabaga Swadaya Masyarakat (NGO) seperti 350 Indonesia, Solidaritas Perempuan (SP), KRuHA, Masyarakat Anti Nuklir Indonesia (Manusia), Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), dan Sawit watch, meminta pemerintah dan umumnya masyarakat untuk selamatkan bumi dari emisi karbon.

    “Where are You? Selamatkan bumi kita!” teriak peserta pawai.

    Selain LSM, pawai ini juga diikuti pelajar dan mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) dan SMK Kehutanan Bakti Rimba Kota Bogor, serta band punk asal Jakarta, Marjinal, bersama komunitas Taring Babi.

    Acara ini juga diramaikan dengan replika bola dunia, rombongan sepeda, rombongan perkusi, pameran foto, serta Workshop cungkil kayu dan face painting, serta pameran foto. (rid)

    http://citraindonesia.com/icj-stop-ekspansi-sawit-di-lahan-gambut/

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on