Senin, 30 November 2015 , 10:41:00

WAMENA-Tokoh Agama sekaligus Tokoh HAM Pegunungan Tengah Papua, Pater Jhon Jonga sangat menyayangkan tertembaknya seorang pemuda bernama Paskalis Kossay (18), warga Kampung Kama, Distrik Wesaput, Kabupaten Jayawijaya, Jumat (27/11), yang diduga berasal dari pistol milik Pratu FA, oknum anggota Subdenpom/B Wamena.

“Luka orang Papua semakin bertambah dengan kasus ini,   khususnya di Pegunungan Tengah Papua atas perilaku atau tindakan seorang anggota Pom, dimana TNI seharusnya melindungi rakyat,” ungkapnya, Sabtu (28/11).

Pater Jhon mengaku bahwa dirinya sudah mendapatkan laporan dari keluarga korban bahwa sebenarnya tidak ada permasalahan sama sekali antara pelaku dengan korban, namun secara tiba-tiba korban Paskalis Kosay tertembak. Tindakan itu menurutnya yang sungguh-sungguh menambah luka orang Papua.

Ia juga mengatakan bahwa belum genap satu bulan kunjungan Kasad yang meminta personelnya untuk tidak menyakiti hati rakayat. Pater jhon meminta kepada Pangdam XVII/Cenderawasih dan Dandim 1702/ Jayawijaya agar pelaku yang melakukan tindakan tidak berdasar tersebut diberikan sanksi hukum yang berat.

Ia juga mengatakan bahwa pelaku yang diduga dalam keadaan mabuk dan menembakkan senjatanya, seharusnya tidak diberikan memegang senjata karena akan membahayakan orang lain.

“Yang tertulis diberita hari ini saya pikir sudah benar dimana tertulis secara imbang sehingga masyarakat dapat menilai sendiri dan situasi riil dari masyarakat memang anggota Pom ini dalam keadaan mabuk,”tambahnya.

Dirinya juga meminta media memberitakan kasus tersebut sebenar benarnya tanpa adanya intervensi dari pihak manapun tanpa harus ditutup-tutupi oleh pihak manapun.(gin/nan)

http://www.cenderawasihpos.com/index.php?mib=berita.detail&id=8687

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Senin, 30 November 2015 , 10:41:00

    WAMENA-Tokoh Agama sekaligus Tokoh HAM Pegunungan Tengah Papua, Pater Jhon Jonga sangat menyayangkan tertembaknya seorang pemuda bernama Paskalis Kossay (18), warga Kampung Kama, Distrik Wesaput, Kabupaten Jayawijaya, Jumat (27/11), yang diduga berasal dari pistol milik Pratu FA, oknum anggota Subdenpom/B Wamena.

    “Luka orang Papua semakin bertambah dengan kasus ini,   khususnya di Pegunungan Tengah Papua atas perilaku atau tindakan seorang anggota Pom, dimana TNI seharusnya melindungi rakyat,” ungkapnya, Sabtu (28/11).

    Pater Jhon mengaku bahwa dirinya sudah mendapatkan laporan dari keluarga korban bahwa sebenarnya tidak ada permasalahan sama sekali antara pelaku dengan korban, namun secara tiba-tiba korban Paskalis Kosay tertembak. Tindakan itu menurutnya yang sungguh-sungguh menambah luka orang Papua.

    Ia juga mengatakan bahwa belum genap satu bulan kunjungan Kasad yang meminta personelnya untuk tidak menyakiti hati rakayat. Pater jhon meminta kepada Pangdam XVII/Cenderawasih dan Dandim 1702/ Jayawijaya agar pelaku yang melakukan tindakan tidak berdasar tersebut diberikan sanksi hukum yang berat.

    Ia juga mengatakan bahwa pelaku yang diduga dalam keadaan mabuk dan menembakkan senjatanya, seharusnya tidak diberikan memegang senjata karena akan membahayakan orang lain.

    “Yang tertulis diberita hari ini saya pikir sudah benar dimana tertulis secara imbang sehingga masyarakat dapat menilai sendiri dan situasi riil dari masyarakat memang anggota Pom ini dalam keadaan mabuk,”tambahnya.

    Dirinya juga meminta media memberitakan kasus tersebut sebenar benarnya tanpa adanya intervensi dari pihak manapun tanpa harus ditutup-tutupi oleh pihak manapun.(gin/nan)

    http://www.cenderawasihpos.com/index.php?mib=berita.detail&id=8687

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on