Kamis, 10 Desember 2015 11:37

WARTA KOTA, SEMANGGI – Mahasiswa asal Papua, Nico yang jadi korban pemukulan oleh polisi hingga mesti menjalani operasi di kepalanya, dibiaya sepenuhnya oleh Polda Metro Jaya (PMJ).

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Musyafak, mengatakan, awalnya Nico sempat ditangani di UGD Biddokkes PMJ usai keributan pada Selasa (1/12).

Namun lantaran lukanya cukup serius, Musyafak kemudian merujuk. Korban ke RS Otak Nasional. “Dia mengalami fraktur di kepalanya,” kata Musyafak ketika dihubungi Wartakotalive.com, Rabu (10/12). Makanya, kemudian mulai Jumat (4/12), Nico dirawat di RS Otak Nasional.

“Setiap kita pantau itu kondisinya selama disana sampai kemudian dioperasi, lalu keluar dari rumah sakit,” ucap Musyafak. Nico kemudian keluar dari RS Otak Nasional pada Rabu (9/12).

Selama dirawat, kata Musyafak, biaya operasi dan perawatan dibiayai penuh oleh Polda Metro Jaya.

Selain itu pihaknya juga memberikan vitamin untuk rekan-rekan korban yang siang-malam silih berganti menunggui Nico selama perawatan.

Bukan cuma itu, bahkan ayah Niko, yakni Yehuda yang jauh-jauh dataang dari Papua menengok anaknya dan kebetulan sakit, juga sekalian diperiksa dan diobati oleh Biddokes Polda Metro Jaya.

“Iya, mata ayahnya agak kesulitan melihat. Sudah kita periksa dan obati,” kata Musyafak. Sebelumnya, Niko mengikuti aksi aliansi mahasiswa Papua di Bundaran HI yang berujung bentrok dengan Polisi pada Selasa (1/12). Aksi itu dilakukan untuk merayakan 62 tahun Deklarasi negara Papua Barat.(ote)

Sumber:

http://wartakota.tribunnews.com/2015/12/10/polda-metro-jaya-biayai-operasi-mahasiswa-papua-korban-pemukulan-polisi?page=2

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Kamis, 10 Desember 2015 11:37

    WARTA KOTA, SEMANGGI – Mahasiswa asal Papua, Nico yang jadi korban pemukulan oleh polisi hingga mesti menjalani operasi di kepalanya, dibiaya sepenuhnya oleh Polda Metro Jaya (PMJ).

    Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Musyafak, mengatakan, awalnya Nico sempat ditangani di UGD Biddokkes PMJ usai keributan pada Selasa (1/12).

    Namun lantaran lukanya cukup serius, Musyafak kemudian merujuk. Korban ke RS Otak Nasional. “Dia mengalami fraktur di kepalanya,” kata Musyafak ketika dihubungi Wartakotalive.com, Rabu (10/12). Makanya, kemudian mulai Jumat (4/12), Nico dirawat di RS Otak Nasional.

    “Setiap kita pantau itu kondisinya selama disana sampai kemudian dioperasi, lalu keluar dari rumah sakit,” ucap Musyafak. Nico kemudian keluar dari RS Otak Nasional pada Rabu (9/12).

    Selama dirawat, kata Musyafak, biaya operasi dan perawatan dibiayai penuh oleh Polda Metro Jaya.

    Selain itu pihaknya juga memberikan vitamin untuk rekan-rekan korban yang siang-malam silih berganti menunggui Nico selama perawatan.

    Bukan cuma itu, bahkan ayah Niko, yakni Yehuda yang jauh-jauh dataang dari Papua menengok anaknya dan kebetulan sakit, juga sekalian diperiksa dan diobati oleh Biddokes Polda Metro Jaya.

    “Iya, mata ayahnya agak kesulitan melihat. Sudah kita periksa dan obati,” kata Musyafak. Sebelumnya, Niko mengikuti aksi aliansi mahasiswa Papua di Bundaran HI yang berujung bentrok dengan Polisi pada Selasa (1/12). Aksi itu dilakukan untuk merayakan 62 tahun Deklarasi negara Papua Barat.(ote)

    Sumber:

    http://wartakota.tribunnews.com/2015/12/10/polda-metro-jaya-biayai-operasi-mahasiswa-papua-korban-pemukulan-polisi?page=2

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on