Sabtu, 19 Desember 2015 | 09:55

Jakarta – Sebagai salah satu upaya meningkatkan arus penanaman modal asing (FDI) ke Indonesia, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) membangun kerja sama dengan salah satu lembaga perbankan terbesar Korea Selatan, Woori Bank. Kerja sama tersebut dituangkan dalam sebuah Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani dan Direktur Utama dan CEO Woori Bank Kwang Goo Lee di Seoul, Korea Selatan.

Penandatangan MoU antara BKPM dan Woori Bank tersebut dilaksanakan setelah Kepala BKPM menghadiri the 2nd RI – ROK Joint Comission Meeting (JCM), yang merupakan forum bilateral untuk membahas pelaksanaan beberapa kerjasama antara Indonesia dan Korea Selatan yang telah dilaksanakan selama ini.

Acara penandatanganan MoU tersebut disaksikan oleh Menteri Luar Negeri RI Retno L. P. Marsudi dan Duta Besar RI untuk Republik Korea John A. Prasetyo.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani mengatakan penandatanganan MoU antara BKPM dan Woori Bank mempunyai dua tujuan strategis yaitu meningkatkan penanaman modal langsung atau foreign direct investment (FDI) dari Korea Selatan ke Indonesia dan sebaliknya. Selain itu kerja sama tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemitraan antara pelaku usaha Indonesia dan pelaku usaha Korea Selatan.

Ia menyebutkan bahwa kerjasama peningkatan FDI tersebut lebih difokuskan pada peningkatan investasi pada sektor infrastruktur termasuk jalan, sekolah dan rumah sakit serta sektor industri.

“Kerja sama Indonesia dan Korea harus ditingkatkan,” ujar dia dalam siaran persnya yang diterima Investor Daily, di Jakarta, Sabtu (19/12).

Franky menjelaskan bahwa untuk memfasilitasi investor Indonesia yang berminat untuk membangun kegiatan bisnisnya di Korea Selatan maka Woori Bank akan menyediakan berbagai pelayanan antara lain kemudahan pembukaan rekening di Korea dan Indonesia, penyetoran dari dana investasi atau pembayaran saham, notifikasi investasi asing atau pendaftaran pendirian usaha, fasilitasi pelanggan lokal termasuk pelayanan escrow dan pelayanan terkait initial public offering (IPO).

“Untuk memperluas network dan pasar internasional maka Pemerintah mendorong pelaku usaha Indonesia untuk mengembangkan usahanya di luar negeri,” ujar Franky.

Berdasarkan data BKPM, dari tahun 2010 sampai dengan kuartal ketiga tahun 2015, realisasi dari Korea Selatan mencapai hampir US$ 8 miliar yang terdiri dari lebih dari 4.000 proyek di sektor – sektor seperti industri logam, permesinan dan elektronik, industri karet, barang – barang yang terbuat dari karet serta industri plastik, pertambangan, industri kimia dan farmasi.

Dalam periode tersebut investasi asal Korea Selatan telah menyerap lebih dari 770.000 tenaga kerja di Indonesia.

Woori Bank didirikan pada tahun 1899 di Korea Selatan dengan nama Daehan Cheonil Bank. Berubah nama menjadi Woori Bank pada tahun 2002, bank tersebut melakukan merger dengan Commercial Bank of Korea, Hanil Bank dan Peace Bank. Woori Bank memiliki jaringan yang tersebar di beberapa negara di benua Asia, Australia, Eropa, Amerika dan Afrika. Sejak tahun 2014, Bank Woori Indonesia, anak perusahaan Woori Bank di Indonesia, melakukan merger dengan Bank Saudara dan berubah nama menjadi Bank Woori Saudara pada tahun 2015. Saat ini Bank Woori Saudara memiliki lebih dari 20 cabang yang tersebar di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali.

Investor Daily

Ridho Syukro/FMB

Investor Daily

http://www.beritasatu.com/ekonomi/333574-tingkatkan-investasi-dari-korea-bkpm-bekerja-sama-dengan-woori-bank.html

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Sabtu, 19 Desember 2015 | 09:55

    Jakarta – Sebagai salah satu upaya meningkatkan arus penanaman modal asing (FDI) ke Indonesia, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) membangun kerja sama dengan salah satu lembaga perbankan terbesar Korea Selatan, Woori Bank. Kerja sama tersebut dituangkan dalam sebuah Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani dan Direktur Utama dan CEO Woori Bank Kwang Goo Lee di Seoul, Korea Selatan.

    Penandatangan MoU antara BKPM dan Woori Bank tersebut dilaksanakan setelah Kepala BKPM menghadiri the 2nd RI – ROK Joint Comission Meeting (JCM), yang merupakan forum bilateral untuk membahas pelaksanaan beberapa kerjasama antara Indonesia dan Korea Selatan yang telah dilaksanakan selama ini.

    Acara penandatanganan MoU tersebut disaksikan oleh Menteri Luar Negeri RI Retno L. P. Marsudi dan Duta Besar RI untuk Republik Korea John A. Prasetyo.

    Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani mengatakan penandatanganan MoU antara BKPM dan Woori Bank mempunyai dua tujuan strategis yaitu meningkatkan penanaman modal langsung atau foreign direct investment (FDI) dari Korea Selatan ke Indonesia dan sebaliknya. Selain itu kerja sama tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemitraan antara pelaku usaha Indonesia dan pelaku usaha Korea Selatan.

    Ia menyebutkan bahwa kerjasama peningkatan FDI tersebut lebih difokuskan pada peningkatan investasi pada sektor infrastruktur termasuk jalan, sekolah dan rumah sakit serta sektor industri.

    “Kerja sama Indonesia dan Korea harus ditingkatkan,” ujar dia dalam siaran persnya yang diterima Investor Daily, di Jakarta, Sabtu (19/12).

    Franky menjelaskan bahwa untuk memfasilitasi investor Indonesia yang berminat untuk membangun kegiatan bisnisnya di Korea Selatan maka Woori Bank akan menyediakan berbagai pelayanan antara lain kemudahan pembukaan rekening di Korea dan Indonesia, penyetoran dari dana investasi atau pembayaran saham, notifikasi investasi asing atau pendaftaran pendirian usaha, fasilitasi pelanggan lokal termasuk pelayanan escrow dan pelayanan terkait initial public offering (IPO).

    “Untuk memperluas network dan pasar internasional maka Pemerintah mendorong pelaku usaha Indonesia untuk mengembangkan usahanya di luar negeri,” ujar Franky.

    Berdasarkan data BKPM, dari tahun 2010 sampai dengan kuartal ketiga tahun 2015, realisasi dari Korea Selatan mencapai hampir US$ 8 miliar yang terdiri dari lebih dari 4.000 proyek di sektor – sektor seperti industri logam, permesinan dan elektronik, industri karet, barang – barang yang terbuat dari karet serta industri plastik, pertambangan, industri kimia dan farmasi.

    Dalam periode tersebut investasi asal Korea Selatan telah menyerap lebih dari 770.000 tenaga kerja di Indonesia.

    Woori Bank didirikan pada tahun 1899 di Korea Selatan dengan nama Daehan Cheonil Bank. Berubah nama menjadi Woori Bank pada tahun 2002, bank tersebut melakukan merger dengan Commercial Bank of Korea, Hanil Bank dan Peace Bank. Woori Bank memiliki jaringan yang tersebar di beberapa negara di benua Asia, Australia, Eropa, Amerika dan Afrika. Sejak tahun 2014, Bank Woori Indonesia, anak perusahaan Woori Bank di Indonesia, melakukan merger dengan Bank Saudara dan berubah nama menjadi Bank Woori Saudara pada tahun 2015. Saat ini Bank Woori Saudara memiliki lebih dari 20 cabang yang tersebar di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali.

    Investor Daily

    Ridho Syukro/FMB

    Investor Daily

    http://www.beritasatu.com/ekonomi/333574-tingkatkan-investasi-dari-korea-bkpm-bekerja-sama-dengan-woori-bank.html

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on