Selasa, 05 Januari 2016 17:21 WIB

Penulis: Chairul Hadi

PEKANBARU – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat merilis, ada sekitar 2,61 juta hektar lahan dan hutan hangus terbakar di Indonesia selama tahun 2015. Kebakaran tersebut melanda hampir 31 provinsi dan membuat Indonesia merugi senilai Rp221 triliun.

Dampaknya, 60 juta orang Indonesia terpapar asap serta 600 ribu orang terjangkit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Terburuknya, kebakaran hutan dan lahan (Karhulta) tersebut juga telah merenggut nyawa 24 orang. Untuk mengantisipasi bencana ini, BNPB bahkan mengucurkan dana sebesar Rp720 miliar.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho kepada GoRiau.com, Selasa (5/1/2016) menjelaskan, ada lima provinsi di Indonesia yang paling parah dilanda kebakaran, yaitu Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Papua, Kalimantan Selatan dan Provinsi Riau.

“Dari total 2,61 juta hektar lahan dan hutan yang terbakar ini, 869.754 hektar terdiri dari lahan gambut dan 1.741.657 hektar merupakan tanah mineral. Menurut catatan kita di 2015, kebakaran lahan dan hutan melanda di 31 provinsi di Indonesia,” sebut Sutopo Purwo Nugroho.

Menurut dia, puncak kebakaran hutan dan lahan ini terjadi selama periode Juni hingga Oktober 2015, yang disebabkan unsur kesengajaan (dibakar, red), pembukaan lahan, ilegal logging, buruknya pengelolaan ekosistem rawa gambut, musim kemarau yang panjang serta lemahnya pengawasan,” ucapnya.

Akibat bencana ini, dampak paparan kabut asap tidak hanya menganggu aktivitas sebagian masyarakat dibeberapa provinsi, melainkan juga telah menyebar kebeberapa negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand hingga ke Fillipina Selatan. ***

http://www.goriau.com/berita/umum/60-juta-orang-terpapar-asap-berikut-dampak-mengerikan-karhutla-yang-melanda-indonesia-sepanjang-2015.html

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Selasa, 05 Januari 2016 17:21 WIB

    Penulis: Chairul Hadi

    PEKANBARU – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat merilis, ada sekitar 2,61 juta hektar lahan dan hutan hangus terbakar di Indonesia selama tahun 2015. Kebakaran tersebut melanda hampir 31 provinsi dan membuat Indonesia merugi senilai Rp221 triliun.

    Dampaknya, 60 juta orang Indonesia terpapar asap serta 600 ribu orang terjangkit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Terburuknya, kebakaran hutan dan lahan (Karhulta) tersebut juga telah merenggut nyawa 24 orang. Untuk mengantisipasi bencana ini, BNPB bahkan mengucurkan dana sebesar Rp720 miliar.

    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho kepada GoRiau.com, Selasa (5/1/2016) menjelaskan, ada lima provinsi di Indonesia yang paling parah dilanda kebakaran, yaitu Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Papua, Kalimantan Selatan dan Provinsi Riau.

    “Dari total 2,61 juta hektar lahan dan hutan yang terbakar ini, 869.754 hektar terdiri dari lahan gambut dan 1.741.657 hektar merupakan tanah mineral. Menurut catatan kita di 2015, kebakaran lahan dan hutan melanda di 31 provinsi di Indonesia,” sebut Sutopo Purwo Nugroho.

    Menurut dia, puncak kebakaran hutan dan lahan ini terjadi selama periode Juni hingga Oktober 2015, yang disebabkan unsur kesengajaan (dibakar, red), pembukaan lahan, ilegal logging, buruknya pengelolaan ekosistem rawa gambut, musim kemarau yang panjang serta lemahnya pengawasan,” ucapnya.

    Akibat bencana ini, dampak paparan kabut asap tidak hanya menganggu aktivitas sebagian masyarakat dibeberapa provinsi, melainkan juga telah menyebar kebeberapa negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand hingga ke Fillipina Selatan. ***

    http://www.goriau.com/berita/umum/60-juta-orang-terpapar-asap-berikut-dampak-mengerikan-karhutla-yang-melanda-indonesia-sepanjang-2015.html

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on