Greenomics: Areal Gambut Didominasi Perkebunan Sawit

0
503

Jan 18, 2016 – 18:30

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Greenomics Indonesia dalam laporannya berjudul ‘The Climate Scandal? Indonesia’s peatland moratorium areas dominated by a significant expanse of palm oil plantations’, yang diterbitkan di Jakarta, Senin (18/1/2016), mengungkapkan hampir 1,3 juta hektar areal moratorium gambut yang tersebar di Provinsi Riau, mayoritasnya merupakan hamparan perkebunan sawit.

“Apakah penurunan emisi secara signifikan tersebut dapat terjadi jika mayoritas areal moratorium gambut ternyata berupa hamparan perkebunan sawit?,” tanya Direktur Eksekutif Greenomics Indonesia, Vanda Mutia Dewi.

Lanjutnya ia menjelaskan, bahkan hal demikian tidak hanya terjadi di Provinsi Riau, namun juga tersebar di provinsi-provinsi lain di Pulau Sumatera dan Kalimantan.

“Areal moratorium gambut yang seperti itu adalah warisan dari pemerintahan sebelumnya kepada pemerintahan sekarang. Pihak-pihak yang terkait dengan implementasi kemitraan Norwegia-Indonesia tersebut tentu harus menjelaskan ke publik, mengapa mayoritas areal moratorium gambut ternyata isinya adalah perkebunan sawit,” terangnya.

Laporan Greenomics tersebut juga mengungkapkan bahwa rantai pasokan minyak sawit dari 5 anggota Indonesian Palm Oil Pledge (IPOP) yakni Wilmar, Musim Mas, Golden Agri Resources (GAR), Cargill, dan Asian Agri, juga berasal dari areal moratorium gambut.

Oleh karena itu, grup-grup raksasa tersebut harus segera mengambil tindakan cepat terkait pasokan minyak sawitnya yang berada di areal gambut.

“Sebagai penandatangan IPOP, tentu saja rantai pasokan minyak sawit dari grup-grup bisnis besar itu harus bebas dari areal moratorium gambut, baik yang tersebar di Sumatera maupun Kalimantan. Mereka harus mengambil sikap dan keputusan cepat,” jelasnya.

Sebagaimana diberitakan, bahwa areal moratorium ini merupakan salah satu produk kemitraan perubahan iklim antara Norwegia-Indonesia yang ditandatangani pada pertengahan Mei 2010. Dimana dinyatakan bahwa kemitraan itu bertujuan untuk memberikan kontribusi dalam menurunkan emisi secara signifikan, di antaranya, dengan menghindari terjadinya pembukaan lahan gambut. (rid)

Greenomics: Areal Gambut Didominasi Perkebunan Sawit