By Media Papua on 11/01/2016 Metropolis

Manokwari, Mediapapua.com – Pengembangan Perkebunan Kelapa Sawit di Provinsi Papua Barat, pemerintah disarankan lebih memanfaatkan perkebunan yang telah ada. Pasalnya pembukaan lahan baru untuk perkebunan sawit butuh kehati-hatian pada sikulus ekologi dan ekosistemnya.

“Kalau ingin membuka lahan baru harus dipertimbangkan secara baik terutama pada siklus ekologi dan ekosistem alam. Jangan sampai kedepan siklus ini terganggu,” ungkap Dekan Pertanian, Universitas Papua, Dr. Ir. Agus Semule.

Dirinya mencontohkan, kebun sawit di wilayah dataran prafi Manokwari, yang awalnya dikelola oleh PT PN II, dari pembukaan lahan, pembibitan hutan pengelolaan dan produksi. Namun setelah produksi hampir habis, kebun tersebut dijual kepada orang lain, sebelum kontraknya berakhir. “Soal penjualan tidak ada masalah, namun yang menjadi persoalan adalah perusahaan itu sudah cukup lama mengelola perkebunan itu, namun apa upaya perusahaan untuk memperbaiki kerusakan akibat pengelolaan perkebunan ini,” ujarnya.

Menurutnya, soal sawit sebetulnya jika masih terus melakukan penanaman dan memperhatikan ekosistem dan ekologi dikawasan tersebut tidak akan menimbulkan persoalan.“Seperti halnya Freeport, jika satu saat di stop tanpa ada upaya perusahaan untuk menanggulangi kerusakan yang ditimbulkan dari aliran bantuan asam, siapa yang akan bertanggungjawab,” tuturnya.

Untuk itu, terkait pengembangan kelapa sawit, pemerintah lebih baik memanfaatkan perkebunan yang ada saat ini. Jika ingin melakukan penambahan, disarankan untuk melakukan pertimbangan secara baik. “Apalagi, Gubernur Papua Barat, sudah mendeklarasikan daerah ini sebagai provinsi konservasi, sehingga pembukaan lahan hutan untuk perkembunan perlu dikaji lebih baik agar tidak merusak lingkungan sekitar,” pungkasnya.(mp-17)

http://mediapapua.com/metropolis/kembangkan-kelapa-sawit-pemerintah-diminta-tinjau-ekologi-dan-ekosistem/

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    By Media Papua on 11/01/2016 Metropolis

    Manokwari, Mediapapua.com – Pengembangan Perkebunan Kelapa Sawit di Provinsi Papua Barat, pemerintah disarankan lebih memanfaatkan perkebunan yang telah ada. Pasalnya pembukaan lahan baru untuk perkebunan sawit butuh kehati-hatian pada sikulus ekologi dan ekosistemnya.

    “Kalau ingin membuka lahan baru harus dipertimbangkan secara baik terutama pada siklus ekologi dan ekosistem alam. Jangan sampai kedepan siklus ini terganggu,” ungkap Dekan Pertanian, Universitas Papua, Dr. Ir. Agus Semule.

    Dirinya mencontohkan, kebun sawit di wilayah dataran prafi Manokwari, yang awalnya dikelola oleh PT PN II, dari pembukaan lahan, pembibitan hutan pengelolaan dan produksi. Namun setelah produksi hampir habis, kebun tersebut dijual kepada orang lain, sebelum kontraknya berakhir. “Soal penjualan tidak ada masalah, namun yang menjadi persoalan adalah perusahaan itu sudah cukup lama mengelola perkebunan itu, namun apa upaya perusahaan untuk memperbaiki kerusakan akibat pengelolaan perkebunan ini,” ujarnya.

    Menurutnya, soal sawit sebetulnya jika masih terus melakukan penanaman dan memperhatikan ekosistem dan ekologi dikawasan tersebut tidak akan menimbulkan persoalan.“Seperti halnya Freeport, jika satu saat di stop tanpa ada upaya perusahaan untuk menanggulangi kerusakan yang ditimbulkan dari aliran bantuan asam, siapa yang akan bertanggungjawab,” tuturnya.

    Untuk itu, terkait pengembangan kelapa sawit, pemerintah lebih baik memanfaatkan perkebunan yang ada saat ini. Jika ingin melakukan penambahan, disarankan untuk melakukan pertimbangan secara baik. “Apalagi, Gubernur Papua Barat, sudah mendeklarasikan daerah ini sebagai provinsi konservasi, sehingga pembukaan lahan hutan untuk perkembunan perlu dikaji lebih baik agar tidak merusak lingkungan sekitar,” pungkasnya.(mp-17)

    http://mediapapua.com/metropolis/kembangkan-kelapa-sawit-pemerintah-diminta-tinjau-ekologi-dan-ekosistem/

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on