Laporan Ollan Abago Dari Lokasi Pabrik Sagu

Kabar tentang kedatangan RI 1 (satu) Jokowi sempat menjadi isu pasaran di masyrakat, karena dianggap tak mungkin bagi sebagian kalangan untuk seorang kepala negara hadir di bumi sagu Kais, kab. Sorong Selatan Papua Barat termasuk penulis. Setelah mendapat info dari media yang beredar tentang kungjungan Presiden yang awalnya direncanakan hadir pada tanggal 29/12/2015, dengan pemilihan lokasi pendaratan heli di tengah kampung kais tepatnya di lapangan bola.

Akan tetapi tim penguji lokasi TNI AU tidak mengijinkan karena dapat membahayakan rumah penduduk yang sebagian besar hanya terbuat dari papan dan atap (daun sagu). Sehingga lokasi pendaran helipet di pusatkan pada perusahan PT. Perhutani di lokasi pabrik sagu Kais. kemuduan info tentang kedatangan Presiden diundurkan pada tanggal 30 Desember 2015 sehingga membakar naluri sebagai anak negeri kemudian melangkahkan kaki saya dari Kota Sorong menuju Distrik Kais guna melihat kondisi lapangan.

Ollan Abago berfoto dengan Jokowi di areal pabrik sagu Kais

Ollan Abago berfoto dengan Jokowi di areal pabrik sagu Kais

Setelah tiba di lokasi pada tanggal 29/12/2015, kami disambut dengan pemandangan atraksi Ibu-Ibu & Bapak-bapak yang sedang latihan tarian penjemputan dan waktu saat itu menunjukan hampir pukul 23.00 WIT. Setelah melihat demikan kami mendapat kabar kalau para tim penari ini latihan setiap hari di siang dan malam hari dari tanggal 26-31 Desember 2015.

Setelah disana baru terlihat jelas semua hal mengenai waktu kedatangan Presiden, karena para tokoh masyarakat, tokoh gereja, serta tokoh pendidikan (Guru-guru) dan pemuda semua dilibatkan untuk rapat bersama dengan Pemda yang diwakili oleh Bapak. Bupati Kareteker dan Bapak Kepala Distrik Kais serta pihak Perusahan, TNI dan POLRI dalam rangka persiapan kunjungan kerja Presiden.

Aktivitas warga saat itu di malam hari tidak diperbolehkan untuk memainkan petasan dan mercun karena dapat mengganggu konsentrasi pengamanan Presiden, meskipun jarak antar kampung dan lokasi kedatangan berkisar kurang lebih satu setengah (1,5) KM saja yang hanya bisa tempuh oleh perahu.

Menjelang hari-H kungjungan RI 1, Ribuan warga sekitar dari Mukamat, Makroro, Mugatemin, Inanwatan, Metemani, Kokoda serta pejabat daerah ramai memadati kampung Kais pada pukul 07.00 WIT.

Satu hal yang menjadi apresiasi adalah warga masyarakat memberikan tumpangan perahu secara gratis kepada tamu undangan dan simpatisan yang menuju lokasi kunjungan kerja Presiden. Pagi itu, kali air payau yang dijuluki ‘Kali Kabur’ oleh masyarakat setempat ramai di penuhi sampah-sampah perahu dengan berbagai jenis, mulai dari perahu yang memakai tenaga manusia sampai tenaga mesin dan dilengkapi dengan umbul-umbul bendera Nasional Merah Putih di depan perahu masing-masing.

Gudang milik perusahan (pabrik sagu) yang luasnya mencapai lapangan bola itu dipilih sebagai tempat tatap muka antara Presiden dan warga masyarakat. Setelah registrasi peserta tamu undangan karena gedung tersebut hanya di khususkan bagi yang memakai ID Card.

Tepat antara pukul 15.35 WIT. Dua (2) helipet mendarat di lokasi yang mamang sudah di siapkan untuk dua (2) landasan beton bagi si capung besi tersebut. Gubernur Papua Barat lebih dulu mendarat dengan helipet agak kecil, kemudian helipet jenis besar yang membawa rombongan Presiden mendarat.

Setelah itu, rombangan penari menghampiri dengan tarian khas Yembo-yembo yang beralat musik tifa dan gong dan kemudian memberikan cenderamata berupa Noken dan Kain Rumput kepada Bapak Presiden dan Baju Rumput untuk Ibu Negara. Usai penyambutan Presiden langsung meninjau aktiftas pabrik sagu terbesar di tanah Papua itu. Tak lama kemudian muncul di hadapan masyarakat, Presiden dan Ibu Negara, Bapak Ir. H. Joko Widodo & Ibu. Hj. Iriana Joko Widodo yang di sambut tepuk tangan dari masyarakat.

Sambutan Presiden

“Yang saya hormati tokoh masyarakat, kepala-kepala kampung, kepala distrik dan semua. Saya setiap desember pasti ada di Papua, kalau saya sering ke pedalaman saya makin tau apa yang menjadi kebutuhan di daerah. Semoga pabrik sagu ini bisa memberi manfaat bagi warga dan menyerap tenaga kerja dari masyarakat setempat. Tadi Pak Dirut bisik, Pak Presiden jalan darat kesini yang kurang bagus, sudah banyak yang sampaikan kepada saya dan paling banyak adalah mengenai jalan dan lampu, kalau tidak sebaliknya dan masalah bukan di Papua saja tetapi di daerah lain juga mengalami hal yang sama. Untuk Papua saya targetkan 2018 sudah terhubung, transpotasi kereta api. Papua masih dalam hitungan tim agak mengalami kemunduran. Kalau tidak ada halangan maka jalur kereta api akan mulai dikerjakan dari sorong.

Di sambut tepuk tangan meriah dari masyarakat.

Usai pidato dan berjabat tangan dengan masyarakat di lokasi yang sama, Presiden kemudian diarahkan berbincang sejenak dengan Kepala sekolah SMK Vetra Kais Marthen Abago. Sebuah sekolah yang dibawa nauangan YABT (Yayasan Anu Beta Tubat), namun saat kungjungan Presiden kali ini SMK Vetra kais kemudian berubah nama menjadi SMK Kehutanan yang kemudian di rancang bangunan bertaraf internasional, berdasarkan kesepakan antaran kedua belah pihak, dan saat ini sudah mendapat dukungan dari Pemda Sorsel.

Usai itu, Jokowi kemudian membagikan buku-buku bagi anak-anak sekolah. Salah seorang anak sekolah dasar (SD) mengaku senang diberikan buku dan berjabat tangan dengan Presiden… tepat pukul 16.05 WIT, Presiden dan Ibu Negara meninggalkan lokasi perusahan.

Mama-mama menangis saat helipet landing dan lepas landas, ternyata air mata mereka karena menangis terharu dan ada yang mengaku “mengingat perjuangan dalam memperjuangkan perusahan sagu dan sekolah yang bermanfaat bagi masyarakat setempat”, dan semuanya menjadi sempurna dengan kehadiran Presiden Indonesia Ir. H. Joko Widodo di Kais yang sebelumnya adalah dusun Sagu.

Ollan Abago adalah pemuda asli negeri Kais

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Laporan Ollan Abago Dari Lokasi Pabrik Sagu

    Kabar tentang kedatangan RI 1 (satu) Jokowi sempat menjadi isu pasaran di masyrakat, karena dianggap tak mungkin bagi sebagian kalangan untuk seorang kepala negara hadir di bumi sagu Kais, kab. Sorong Selatan Papua Barat termasuk penulis. Setelah mendapat info dari media yang beredar tentang kungjungan Presiden yang awalnya direncanakan hadir pada tanggal 29/12/2015, dengan pemilihan lokasi pendaratan heli di tengah kampung kais tepatnya di lapangan bola.

    Akan tetapi tim penguji lokasi TNI AU tidak mengijinkan karena dapat membahayakan rumah penduduk yang sebagian besar hanya terbuat dari papan dan atap (daun sagu). Sehingga lokasi pendaran helipet di pusatkan pada perusahan PT. Perhutani di lokasi pabrik sagu Kais. kemuduan info tentang kedatangan Presiden diundurkan pada tanggal 30 Desember 2015 sehingga membakar naluri sebagai anak negeri kemudian melangkahkan kaki saya dari Kota Sorong menuju Distrik Kais guna melihat kondisi lapangan.

    Ollan Abago berfoto dengan Jokowi di areal pabrik sagu Kais

    Ollan Abago berfoto dengan Jokowi di areal pabrik sagu Kais

    Setelah tiba di lokasi pada tanggal 29/12/2015, kami disambut dengan pemandangan atraksi Ibu-Ibu & Bapak-bapak yang sedang latihan tarian penjemputan dan waktu saat itu menunjukan hampir pukul 23.00 WIT. Setelah melihat demikan kami mendapat kabar kalau para tim penari ini latihan setiap hari di siang dan malam hari dari tanggal 26-31 Desember 2015.

    Setelah disana baru terlihat jelas semua hal mengenai waktu kedatangan Presiden, karena para tokoh masyarakat, tokoh gereja, serta tokoh pendidikan (Guru-guru) dan pemuda semua dilibatkan untuk rapat bersama dengan Pemda yang diwakili oleh Bapak. Bupati Kareteker dan Bapak Kepala Distrik Kais serta pihak Perusahan, TNI dan POLRI dalam rangka persiapan kunjungan kerja Presiden.

    Aktivitas warga saat itu di malam hari tidak diperbolehkan untuk memainkan petasan dan mercun karena dapat mengganggu konsentrasi pengamanan Presiden, meskipun jarak antar kampung dan lokasi kedatangan berkisar kurang lebih satu setengah (1,5) KM saja yang hanya bisa tempuh oleh perahu.

    Menjelang hari-H kungjungan RI 1, Ribuan warga sekitar dari Mukamat, Makroro, Mugatemin, Inanwatan, Metemani, Kokoda serta pejabat daerah ramai memadati kampung Kais pada pukul 07.00 WIT.

    Satu hal yang menjadi apresiasi adalah warga masyarakat memberikan tumpangan perahu secara gratis kepada tamu undangan dan simpatisan yang menuju lokasi kunjungan kerja Presiden. Pagi itu, kali air payau yang dijuluki ‘Kali Kabur’ oleh masyarakat setempat ramai di penuhi sampah-sampah perahu dengan berbagai jenis, mulai dari perahu yang memakai tenaga manusia sampai tenaga mesin dan dilengkapi dengan umbul-umbul bendera Nasional Merah Putih di depan perahu masing-masing.

    Gudang milik perusahan (pabrik sagu) yang luasnya mencapai lapangan bola itu dipilih sebagai tempat tatap muka antara Presiden dan warga masyarakat. Setelah registrasi peserta tamu undangan karena gedung tersebut hanya di khususkan bagi yang memakai ID Card.

    Tepat antara pukul 15.35 WIT. Dua (2) helipet mendarat di lokasi yang mamang sudah di siapkan untuk dua (2) landasan beton bagi si capung besi tersebut. Gubernur Papua Barat lebih dulu mendarat dengan helipet agak kecil, kemudian helipet jenis besar yang membawa rombongan Presiden mendarat.

    Setelah itu, rombangan penari menghampiri dengan tarian khas Yembo-yembo yang beralat musik tifa dan gong dan kemudian memberikan cenderamata berupa Noken dan Kain Rumput kepada Bapak Presiden dan Baju Rumput untuk Ibu Negara. Usai penyambutan Presiden langsung meninjau aktiftas pabrik sagu terbesar di tanah Papua itu. Tak lama kemudian muncul di hadapan masyarakat, Presiden dan Ibu Negara, Bapak Ir. H. Joko Widodo & Ibu. Hj. Iriana Joko Widodo yang di sambut tepuk tangan dari masyarakat.

    Sambutan Presiden

    “Yang saya hormati tokoh masyarakat, kepala-kepala kampung, kepala distrik dan semua. Saya setiap desember pasti ada di Papua, kalau saya sering ke pedalaman saya makin tau apa yang menjadi kebutuhan di daerah. Semoga pabrik sagu ini bisa memberi manfaat bagi warga dan menyerap tenaga kerja dari masyarakat setempat. Tadi Pak Dirut bisik, Pak Presiden jalan darat kesini yang kurang bagus, sudah banyak yang sampaikan kepada saya dan paling banyak adalah mengenai jalan dan lampu, kalau tidak sebaliknya dan masalah bukan di Papua saja tetapi di daerah lain juga mengalami hal yang sama. Untuk Papua saya targetkan 2018 sudah terhubung, transpotasi kereta api. Papua masih dalam hitungan tim agak mengalami kemunduran. Kalau tidak ada halangan maka jalur kereta api akan mulai dikerjakan dari sorong.

    Di sambut tepuk tangan meriah dari masyarakat.

    Usai pidato dan berjabat tangan dengan masyarakat di lokasi yang sama, Presiden kemudian diarahkan berbincang sejenak dengan Kepala sekolah SMK Vetra Kais Marthen Abago. Sebuah sekolah yang dibawa nauangan YABT (Yayasan Anu Beta Tubat), namun saat kungjungan Presiden kali ini SMK Vetra kais kemudian berubah nama menjadi SMK Kehutanan yang kemudian di rancang bangunan bertaraf internasional, berdasarkan kesepakan antaran kedua belah pihak, dan saat ini sudah mendapat dukungan dari Pemda Sorsel.

    Usai itu, Jokowi kemudian membagikan buku-buku bagi anak-anak sekolah. Salah seorang anak sekolah dasar (SD) mengaku senang diberikan buku dan berjabat tangan dengan Presiden… tepat pukul 16.05 WIT, Presiden dan Ibu Negara meninggalkan lokasi perusahan.

    Mama-mama menangis saat helipet landing dan lepas landas, ternyata air mata mereka karena menangis terharu dan ada yang mengaku “mengingat perjuangan dalam memperjuangkan perusahan sagu dan sekolah yang bermanfaat bagi masyarakat setempat”, dan semuanya menjadi sempurna dengan kehadiran Presiden Indonesia Ir. H. Joko Widodo di Kais yang sebelumnya adalah dusun Sagu.

    Ollan Abago adalah pemuda asli negeri Kais

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on