Pemerintah Suntik Dana Perkebunan Papua Barat Rp.17 Miliar

Home/Publikasi/Pemerintah Suntik Dana Perkebunan Papua Barat Rp.17 Miliar

Bhayangkara.News,Manokwari_ Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perkebunan di Kementerian Pertanian memberikan suntikan anggaran Rp17 miliar untuk pengembangan perkebunan di Papua Barat. Hal ini seperti dikatakan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Papua Barat ,Agus Wali di Manokwari, Sabtu (16/1/16).

Agus juga mengatakan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 ini akan dimanfaatkan untuk mengembangkan perkebunan kelapa di Kabupaten Raja Ampat, Teluk Wondama, Kaimana dan Manokwari.

Agus juga berharap produktifitas perkebunan di wilayah Papua Barat bisa meningkat dibanding tahun 2015 lalu. Untuk itu dana bantuan dari Pemerintah sebesar Rp.17 miliar ini nantinya juga akan difokuskan untuk penataan dan pengembangan perkebunan buah pala di Kabupaten Fak-fak, kakao di Manokwari Selatan, dan kebun sagu di Kabupaten Teluk Bintuni, Sorong Selatan dan Sorong.

“Untuk dana dari APBD sebesar Rp10 miliar akan dimanfaatkan untuk melanjutkan pembangunan gedung kantor,” kata Agus Wali kepada wartawan.

Sementara itu untuk pengembangan kelapa sawit, Dinas Perkebunan hanya akan berperan sebagai fasilitator dan pembinaan sebab sebagian besar lahan kelapa sawit di daerah ini dikelola oleh swasta.

Masih menurut Agus Wali,saat ini beberapa perkebunan kelapa sawit sedang dalam proses peremajaan dan perawatan pohon sawit antara lain di Manokwari yang membentang disepanjang wilayah Distrik Warmare dan Prafi.

“Sementara untuk PT Medco Hijau Selaras yang mengelola perkebunan di wilayah Distrik Masni hingga Sidey, saat ini sedang dalam proses pembangunan pabrik,”tambah Agus Wali yang menjelaskan khusus untuk proses peremajaan kelapa sawit dilahan milik petani plasma, pihaknya sedang mengupayakan kerja sama dengan perbankan agar para petani memperoleh pinjaman modal.

Mengakhiri perbincangannya,Agus Wali mengatakan sebagian besar kebun sawit di Papua Barat masih dalam proses peremajaan dan perawatan sehingga produksi kita menurun menjadi 30 persen dari seluruh lahan sawit. (Dw-1)

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA
    Share on