Admin Jubi Jan 06, 2016

Nabire, Jubi – Sekretaris besar suku Yeresiam Goa, Robertino Hanebora mengatakan, dirinya bersama masyarakat adat, menolak rencan pembangunan pabrik kelapa sawit di areal perusahaan kelapa sawit di seluruh Papua khusunya di Tanah Adat Suku Yeresiam.

“Masyarakat adat menolak investasi sawit di tanah Papua. Bagaiman DPR Papua mengizinkan pembangunan pabrik sementara banyak masalah yang terdapat di perkebunan kelapa sawit, khusunya yang dialami kami masyarakat suku Yeresiam Goa,” kata Robertino Hanebora saat temui Jubi, Selasa, (5/1/2016) Nabire, Papua.

Menurutnya, permasalahan tanah adat  masyarakat Yeresiam sejak awal perkebunan sawit beroperasi hingga saat ini tidak jelas kapan penyelesaiannya, jangan ditambah lagi dengan rencana dibangun pabrik.

“Saya berpikir keputusan dari Komisi II DPR Papua seperti yang dimuat tabloid  Jubi edisi (30/12/15) akan mengorbankan masyarakat adat.” kata Robertino.

Ia berharap Gubernur Provinsi Papua, DPR-P MRP tidak memberikan persetujuan atau dukungan  terkait proses-proses yang nantinya mengorbankan masyarakat adat Yeresiam.

“Bicara tentang pabrik, dampak lingkungannya sangat besar bagi lingkungan dan bagi masyarakat. Karena kalau pabrik, kita akan bicara soal tenaga kerja yang terampil untuk bekerja. Bagaimana perusahaan bicara kesejahteraan masyarakat, sedangkan masyarakat tidak memunyai keahlian untuk bekerja di pabrik atau menjadi tenga kerja.” tanya Robertino dengan mimik serius.

Ia menilai, dengan adanya perusahaan akan ada taransmigrasi terselubung yang masuk ke setiap perusahaan sawit khususnya kami di Yeresiam. Ia khawatir masyarkat asli seperti dirinya akan tersisi, termarginalkan.

Robertino juga mengkhawatirkan masalah-masalah terkait lingkungan hidup hutan, sungai, air bersih yang ada di sekitar areal yang akan dibangun pabrik akan dicemari oleh limbah pabrik kelapa sawit.

“Karena sungai-sungai itu merupakan ekosistem mereka dan tempat mata pencaharian masyarakat suku Yeresiam sehingga seharusnya harus dilindungi oleh pemerintah,” pungkasnya.

Di tempat terpisah, Koordinator Koalisi Peduli Korban Sawit Nabire, Jhon Gobay meminta  DPR-P melihat peta sawit Papua. Pada peta tersebut sudah terkapling 30 persen tanah akan dipergunakan untuk perkebunan sawit.

“Ke depan tanah ini akan tandus, orang-orang ini akan hidup dimana? Saya minta DPR-P tidak tuli dengan apa yang jadi pergumulan masyarakat adat pemilik tanah areal sawit seperti di Arso dan Yerisiam,” ujarnya.

Ia mengusulkan agar DPR Papua membentuk Pansus Sawit agar bisa mendapatkan kajian yang lengkap mengenai permasalahan sawit di Papua.

“Saya lihat tanam sawit ini, hanya merupakan suatu kutukan bagi Papua karena negeri yang subur ini akan tandus, oleh karena ulah investor. Negeri ini akan tandus untuk kepentingan investor,” pungkas Jhon Gobay.  (Hengky Yeimo)
Editor : Angela Flassy
http://tabloidjubi.com/home/2016/01/06/suku-yeresiam-tolak-rencana-pembangunan-pabrik-sawit/

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Admin Jubi Jan 06, 2016

    Nabire, Jubi – Sekretaris besar suku Yeresiam Goa, Robertino Hanebora mengatakan, dirinya bersama masyarakat adat, menolak rencan pembangunan pabrik kelapa sawit di areal perusahaan kelapa sawit di seluruh Papua khusunya di Tanah Adat Suku Yeresiam.

    “Masyarakat adat menolak investasi sawit di tanah Papua. Bagaiman DPR Papua mengizinkan pembangunan pabrik sementara banyak masalah yang terdapat di perkebunan kelapa sawit, khusunya yang dialami kami masyarakat suku Yeresiam Goa,” kata Robertino Hanebora saat temui Jubi, Selasa, (5/1/2016) Nabire, Papua.

    Menurutnya, permasalahan tanah adat  masyarakat Yeresiam sejak awal perkebunan sawit beroperasi hingga saat ini tidak jelas kapan penyelesaiannya, jangan ditambah lagi dengan rencana dibangun pabrik.

    “Saya berpikir keputusan dari Komisi II DPR Papua seperti yang dimuat tabloid  Jubi edisi (30/12/15) akan mengorbankan masyarakat adat.” kata Robertino.

    Ia berharap Gubernur Provinsi Papua, DPR-P MRP tidak memberikan persetujuan atau dukungan  terkait proses-proses yang nantinya mengorbankan masyarakat adat Yeresiam.

    “Bicara tentang pabrik, dampak lingkungannya sangat besar bagi lingkungan dan bagi masyarakat. Karena kalau pabrik, kita akan bicara soal tenaga kerja yang terampil untuk bekerja. Bagaimana perusahaan bicara kesejahteraan masyarakat, sedangkan masyarakat tidak memunyai keahlian untuk bekerja di pabrik atau menjadi tenga kerja.” tanya Robertino dengan mimik serius.

    Ia menilai, dengan adanya perusahaan akan ada taransmigrasi terselubung yang masuk ke setiap perusahaan sawit khususnya kami di Yeresiam. Ia khawatir masyarkat asli seperti dirinya akan tersisi, termarginalkan.

    Robertino juga mengkhawatirkan masalah-masalah terkait lingkungan hidup hutan, sungai, air bersih yang ada di sekitar areal yang akan dibangun pabrik akan dicemari oleh limbah pabrik kelapa sawit.

    “Karena sungai-sungai itu merupakan ekosistem mereka dan tempat mata pencaharian masyarakat suku Yeresiam sehingga seharusnya harus dilindungi oleh pemerintah,” pungkasnya.

    Di tempat terpisah, Koordinator Koalisi Peduli Korban Sawit Nabire, Jhon Gobay meminta  DPR-P melihat peta sawit Papua. Pada peta tersebut sudah terkapling 30 persen tanah akan dipergunakan untuk perkebunan sawit.

    “Ke depan tanah ini akan tandus, orang-orang ini akan hidup dimana? Saya minta DPR-P tidak tuli dengan apa yang jadi pergumulan masyarakat adat pemilik tanah areal sawit seperti di Arso dan Yerisiam,” ujarnya.

    Ia mengusulkan agar DPR Papua membentuk Pansus Sawit agar bisa mendapatkan kajian yang lengkap mengenai permasalahan sawit di Papua.

    “Saya lihat tanam sawit ini, hanya merupakan suatu kutukan bagi Papua karena negeri yang subur ini akan tandus, oleh karena ulah investor. Negeri ini akan tandus untuk kepentingan investor,” pungkas Jhon Gobay.  (Hengky Yeimo)
    Editor : Angela Flassy
    http://tabloidjubi.com/home/2016/01/06/suku-yeresiam-tolak-rencana-pembangunan-pabrik-sawit/

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on