Kamis, 04 Februari 2016 | 05:10

Presiden Joko Widodo didampingi Menko PMK Puan Maharani, Menko Polhukam Luhut Panjaitan, Menteri LHK Siti Nurbaya, serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Muljono melihat sekat kanal yang dibangun untuk mencegah kebakaran lahan gambut di Pulang Pisau, Kalteng, 31 Oktober 2015

Presiden Joko Widodo didampingi Menko PMK Puan Maharani, Menko Polhukam Luhut Panjaitan, Menteri LHK Siti Nurbaya, serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Muljono melihat sekat kanal yang dibangun untuk mencegah kebakaran lahan gambut di Pulang Pisau, Kalteng, 31 Oktober 2015 (PR)

Jakarta – Pemerintah menyatakan bahwa animo negara lain untuk membantu proses restorasi lahan gambut di Indonesia untuk tahun ini relatif tinggi. Saat ini, komitmen bantuan dari negara lain untuk Indonesia untuk program restorasi itu telah mencapai US$ 104 juta, termasuk US$ 50 juta yang berasal dari Norwegia.

Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi Sapto Pribowo mengatakan dunia internasional percaya bahwa Indonesia serius membenahi lahan gambut. Ada sejumlah bantuan yang diberikan negara lain untuk membantu pembenahan gambut yang terbakar beberapa waktu yang lalu. “Bantuan itu tidak seharusnya dilihat dari sisi jumlahnya tapi bukti kepercayaan internasional bahwa Indonesia serius membenahi gambut,” kata Johan Budi usai mendampingi Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan Menteri Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Kerajaan Norwegia Vidar Helgesen di Kantor Kepresidenan Jakarta, Rabu (3/2).

Menurut dia, pemerintah telah melakukan penghentian sementara (moratorium) pemanfaatan lahan gambut dengan tidak menerbitkan izin baru. Bahkan, lahan gambut yang sudah memiliki izin namun belum dimanfaatkan tetap dikenai kebijakan moratorium tersebut.

Di tempat yang sama, seperti dilansir Antara, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menambahkan jumlah bantuan negara untuk Indonesia pada tahun ini telah mencapai komitmen US$ 104 juta, termasuk US$ 50 juta dari Norwegia. Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayana menambahkan bahwa kunjungan kehormatan Helgesen dalam rangka menindaklanjuti bantuan Norwegia untuk program restorasi lahan gambut Indonesia. “Norwegia membantu Indonesia merestorasi lahan gambut. Menteri Lingkungan Hidup Norwegia akan menindaklanjuti dukungannya,” kata Ari.

Pemerintah Kerajaan Norwegia akan menyuntikkan dana US$ 1 miliar kepada Indonesia untuk pengurangan emisi karbon. Norwegia juga akan mendukung Indonesia menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 26-41% pada 2020 mendatang. Apabila restorasi gambut berhasil, Indonesia akan mendapat keuntungan finansial melalui mekanisme carbon trading. Berdasarkan mekanisme itu, negara-negara penghasil karbon wajib membayar sejumlah dana kepada negara yang dapat menyerap karbon melalui proses penanaman hutan.

Kepala Badan Rehabilitasi Gambut (BRG) Nazir Foead mengatakan, program rehabilitasi gambut harus memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar. Sejumlah sejumlah tanaman yang bisa tumbuh di lahan gambut bisa memberikan tambahan pendapatan seperti sagu dan kopi serta tanaman lainnya. Saat ini, BRG terus membuat peta gambut untuk memudahkan rehabilitasi antara lain membuat kanal air atau mengetahui aliran air.

Investor Daily

Novy Lumanauw/Tri Listiyarini/TL

http://www.beritasatu.com/kesra/347052-bantuan-asing-untuk-restorasi-gambut-ri-capai-us-104-juta.html

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Kamis, 04 Februari 2016 | 05:10

    Presiden Joko Widodo didampingi Menko PMK Puan Maharani, Menko Polhukam Luhut Panjaitan, Menteri LHK Siti Nurbaya, serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Muljono melihat sekat kanal yang dibangun untuk mencegah kebakaran lahan gambut di Pulang Pisau, Kalteng, 31 Oktober 2015

    Presiden Joko Widodo didampingi Menko PMK Puan Maharani, Menko Polhukam Luhut Panjaitan, Menteri LHK Siti Nurbaya, serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Muljono melihat sekat kanal yang dibangun untuk mencegah kebakaran lahan gambut di Pulang Pisau, Kalteng, 31 Oktober 2015 (PR)

    Jakarta – Pemerintah menyatakan bahwa animo negara lain untuk membantu proses restorasi lahan gambut di Indonesia untuk tahun ini relatif tinggi. Saat ini, komitmen bantuan dari negara lain untuk Indonesia untuk program restorasi itu telah mencapai US$ 104 juta, termasuk US$ 50 juta yang berasal dari Norwegia.

    Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi Sapto Pribowo mengatakan dunia internasional percaya bahwa Indonesia serius membenahi lahan gambut. Ada sejumlah bantuan yang diberikan negara lain untuk membantu pembenahan gambut yang terbakar beberapa waktu yang lalu. “Bantuan itu tidak seharusnya dilihat dari sisi jumlahnya tapi bukti kepercayaan internasional bahwa Indonesia serius membenahi gambut,” kata Johan Budi usai mendampingi Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan Menteri Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Kerajaan Norwegia Vidar Helgesen di Kantor Kepresidenan Jakarta, Rabu (3/2).

    Menurut dia, pemerintah telah melakukan penghentian sementara (moratorium) pemanfaatan lahan gambut dengan tidak menerbitkan izin baru. Bahkan, lahan gambut yang sudah memiliki izin namun belum dimanfaatkan tetap dikenai kebijakan moratorium tersebut.

    Di tempat yang sama, seperti dilansir Antara, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menambahkan jumlah bantuan negara untuk Indonesia pada tahun ini telah mencapai komitmen US$ 104 juta, termasuk US$ 50 juta dari Norwegia. Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayana menambahkan bahwa kunjungan kehormatan Helgesen dalam rangka menindaklanjuti bantuan Norwegia untuk program restorasi lahan gambut Indonesia. “Norwegia membantu Indonesia merestorasi lahan gambut. Menteri Lingkungan Hidup Norwegia akan menindaklanjuti dukungannya,” kata Ari.

    Pemerintah Kerajaan Norwegia akan menyuntikkan dana US$ 1 miliar kepada Indonesia untuk pengurangan emisi karbon. Norwegia juga akan mendukung Indonesia menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 26-41% pada 2020 mendatang. Apabila restorasi gambut berhasil, Indonesia akan mendapat keuntungan finansial melalui mekanisme carbon trading. Berdasarkan mekanisme itu, negara-negara penghasil karbon wajib membayar sejumlah dana kepada negara yang dapat menyerap karbon melalui proses penanaman hutan.

    Kepala Badan Rehabilitasi Gambut (BRG) Nazir Foead mengatakan, program rehabilitasi gambut harus memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar. Sejumlah sejumlah tanaman yang bisa tumbuh di lahan gambut bisa memberikan tambahan pendapatan seperti sagu dan kopi serta tanaman lainnya. Saat ini, BRG terus membuat peta gambut untuk memudahkan rehabilitasi antara lain membuat kanal air atau mengetahui aliran air.

    Investor Daily

    Novy Lumanauw/Tri Listiyarini/TL

    http://www.beritasatu.com/kesra/347052-bantuan-asing-untuk-restorasi-gambut-ri-capai-us-104-juta.html

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on